Penolakan Perpres Miras Mengeras Pak Jokowi Gimana Ini?

Gelombang penolakan Perpres minuman keras alias miras kian mengeras. MUI, NU, dan Muhammadiyah kompak menolaknya. Mereka mendesak Presiden Jokowi membatalkan aturan yang dinilai banyak mudharatnya itu. Namun, sampai kemarin Jokowi belum juga kasih respons. Gimana ini Pak?

Aturan soal lampu hijau investasi miras tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Aturan itu diteken Jokowi 2 Februari 2021 lalu.

Dalam aturan tersebut, investasi miras dapat dilakukan di Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua. Hal itu memperhatikan kebudayaan dan kearifan lokal.

Namun, pelaksanaan Perpres ini tak berjalan mulus. Sejak pertama muncul, aturan ini banyak ditolak. Mulai dari Muhammadiyah, politisi dan netizen. Mereka meminta Jokowi membatalkannya, karena akan menghancurkan moral rakyat.

Menanggapi penolakan tersebut, Jokowi masih diam. Akibatnya penolakan terhadap Perpres ini makin keras.

Penolakan terbaru datang dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar. Dia menolak tegas izin investasi miras karena dilarang agama. Bukan hanya Islam, tapi semua agama.

“Wong miras itu sudah diharamkan semua agama. Agama itu mengharamkan,” katanya di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Surabaya, Senin (1/2).

Miftachul mengaku, akan segera menggelar rapat merespons pembukaan investasi miras. “Jika kemarin pernyataan MUI dinilai sebatas pendapat pribadi, maka paling lambat tiga hari lagi, MUI mengeluarkan pernyataan resmi,” tegasnya.

Sikap keras juga disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj. Menurut dia, dalam Alquran sudah jelas agar menjauhi miras.

 

Menurut dia, seharusnya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah mendatangkan maslahat, bukan mudharat. “Harusnya kebijakan pemerintah itu menekan konsumsi minuman beralkohol, bukan malah didorong untuk naik,” kritiknya.

Kiai Said menegaskan, dampak negatif miras sangat banyak. Menurutnya, bukan tidak mungkin bangsa ini akan mengalami kemunduran jika tetap memaksakan investasi miras direalisasikan. “Kalau kita rela terhadap rencana investasi miras ini, maka jangan salahkan kalau nanti bangsa kita rusak,” pesan Kiai Said.

Penolakannya juga datang dari Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid. Menurut dia, investasi miras tidak akan sebanding dengan kerusakan yang akan dihadapi bangsa di kemudian hari. “Kita bukan bangsa pemabuk. Kita bangsa yang berketuhanan. Miras itu jalan setan, akan lebih besar kerusakannya daripada manfaatnya,” tegasnya. “Kita ini sudah miskin, jangan dimiskinkan lagi dengan miras. Celaka menanti kita,” tambahnya.

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid meminta Jokowi membatalkan Perpres miras. Apalagi, kata dia, NU dan Muhammadiyah juga sudah menolaknya dengan tegas. “Akan sangat baik kalau Presiden @jokowi menarik Perpres investasi miras yang bermasalah itu,” ujar Hidayat, di akun Twitternya, @hnurwahid, kemarin.

Warganet tak henti-hentinya mendesak Jokowi membatalkan Perpres miras. Misalnya dikatakan akun @koko_andria. “Ada bapak proklamator. Ada bapak pembangunan. Semoga, nggak ada bapak miras Indonesia,” kelakarnya. “Mau cari pembenaran kek. Mau cari referensi alibi kek. Sekali haram, tetap haram. Sekali merusak, tetap merusak. Pak @jokowi segera batalkan perpres miras,” cuit @KING_VADUKA.

@MuhFahriUsman menilai, Perpres miras jelas memfasilitasi antara gubernur, produsen miras, dengan investor agar bisa menambah jumlah produksinya. “Semakin banyak diproduksi, harga semakin murah semakin banyak yang jadi pemabok,” cuitnya.

“Sebetulnya, jika Wapres KH MA dilibatkan dalam perpres investasi miras tersebut, pasti MUI tidak akan repot menyikapinya. Tapi sayang, Wapres seorang ulama yang sangat dimuliakan, kini terkesan diam di mata umat Islam. Terasa sedih memang,” beber @BoesthamiA.

Bagaimana sikap Jokowi terhadap penolakan Perpres miras? Sampai kemarin, Jokowi belum berkomentar soal Perpres miras. Seharian kemarin Jokowi melakukan kegiatan di Yogyakarta. Selain nyelawat ke Artidjo Alkostar, Jokowi juga menyaksikan vaksinasi dan peresmian KRL Solo-Yogyakarta. [MEN]

]]> Gelombang penolakan Perpres minuman keras alias miras kian mengeras. MUI, NU, dan Muhammadiyah kompak menolaknya. Mereka mendesak Presiden Jokowi membatalkan aturan yang dinilai banyak mudharatnya itu. Namun, sampai kemarin Jokowi belum juga kasih respons. Gimana ini Pak?

Aturan soal lampu hijau investasi miras tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. Aturan itu diteken Jokowi 2 Februari 2021 lalu.

Dalam aturan tersebut, investasi miras dapat dilakukan di Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, dan Papua. Hal itu memperhatikan kebudayaan dan kearifan lokal.

Namun, pelaksanaan Perpres ini tak berjalan mulus. Sejak pertama muncul, aturan ini banyak ditolak. Mulai dari Muhammadiyah, politisi dan netizen. Mereka meminta Jokowi membatalkannya, karena akan menghancurkan moral rakyat.

Menanggapi penolakan tersebut, Jokowi masih diam. Akibatnya penolakan terhadap Perpres ini makin keras.

Penolakan terbaru datang dari Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Miftachul Akhyar. Dia menolak tegas izin investasi miras karena dilarang agama. Bukan hanya Islam, tapi semua agama.

“Wong miras itu sudah diharamkan semua agama. Agama itu mengharamkan,” katanya di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, Surabaya, Senin (1/2).

Miftachul mengaku, akan segera menggelar rapat merespons pembukaan investasi miras. “Jika kemarin pernyataan MUI dinilai sebatas pendapat pribadi, maka paling lambat tiga hari lagi, MUI mengeluarkan pernyataan resmi,” tegasnya.

Sikap keras juga disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj. Menurut dia, dalam Alquran sudah jelas agar menjauhi miras.

 

Menurut dia, seharusnya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah mendatangkan maslahat, bukan mudharat. “Harusnya kebijakan pemerintah itu menekan konsumsi minuman beralkohol, bukan malah didorong untuk naik,” kritiknya.

Kiai Said menegaskan, dampak negatif miras sangat banyak. Menurutnya, bukan tidak mungkin bangsa ini akan mengalami kemunduran jika tetap memaksakan investasi miras direalisasikan. “Kalau kita rela terhadap rencana investasi miras ini, maka jangan salahkan kalau nanti bangsa kita rusak,” pesan Kiai Said.

Penolakannya juga datang dari Wakil Ketua MPR, Jazilul Fawaid. Menurut dia, investasi miras tidak akan sebanding dengan kerusakan yang akan dihadapi bangsa di kemudian hari. “Kita bukan bangsa pemabuk. Kita bangsa yang berketuhanan. Miras itu jalan setan, akan lebih besar kerusakannya daripada manfaatnya,” tegasnya. “Kita ini sudah miskin, jangan dimiskinkan lagi dengan miras. Celaka menanti kita,” tambahnya.

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid meminta Jokowi membatalkan Perpres miras. Apalagi, kata dia, NU dan Muhammadiyah juga sudah menolaknya dengan tegas. “Akan sangat baik kalau Presiden @jokowi menarik Perpres investasi miras yang bermasalah itu,” ujar Hidayat, di akun Twitternya, @hnurwahid, kemarin.

Warganet tak henti-hentinya mendesak Jokowi membatalkan Perpres miras. Misalnya dikatakan akun @koko_andria. “Ada bapak proklamator. Ada bapak pembangunan. Semoga, nggak ada bapak miras Indonesia,” kelakarnya. “Mau cari pembenaran kek. Mau cari referensi alibi kek. Sekali haram, tetap haram. Sekali merusak, tetap merusak. Pak @jokowi segera batalkan perpres miras,” cuit @KING_VADUKA.

@MuhFahriUsman menilai, Perpres miras jelas memfasilitasi antara gubernur, produsen miras, dengan investor agar bisa menambah jumlah produksinya. “Semakin banyak diproduksi, harga semakin murah semakin banyak yang jadi pemabok,” cuitnya.

“Sebetulnya, jika Wapres KH MA dilibatkan dalam perpres investasi miras tersebut, pasti MUI tidak akan repot menyikapinya. Tapi sayang, Wapres seorang ulama yang sangat dimuliakan, kini terkesan diam di mata umat Islam. Terasa sedih memang,” beber @BoesthamiA.

Bagaimana sikap Jokowi terhadap penolakan Perpres miras? Sampai kemarin, Jokowi belum berkomentar soal Perpres miras. Seharian kemarin Jokowi melakukan kegiatan di Yogyakarta. Selain nyelawat ke Artidjo Alkostar, Jokowi juga menyaksikan vaksinasi dan peresmian KRL Solo-Yogyakarta. [MEN]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories