KPK Panggil 17 Tersangka Kasus Jual Beli Jabatan di Probolinggo

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil 17 aparatur sipil negara (ASN) Probolinggo. Ke-17 ASN itu merupakan tersangka kasus korupsi seleksi jabatan di Probolinggo.

“Pemeriksaan diagendakan dilakukan di Polres Probolinggo terhadap 17 tersangka,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Jumat (3/9).

Sebanyak 17 orang tersangka yang dipanggil adalah Ali Wafa, Mawardi, Mashudi, Maliha, Mohammad Bambang, Masruhen, Abdul Wafi, Kho’im, dan Akhmad Saifullah.

Kemudian, Jaelani, Uhar, Nurul Hadi, Nuruh Huda, Hasan, Sahir, Sugito, dan Syamsuddin. “KPK berharap mereka semua kooperatif memenuhi panggilan penyidik,” imbaunya. 

Sebelumnya, KPK menangkap dan mentersangkakan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari serta suaminya, Hasan Aminuddin karena melakukan jual beli jabatan. 

Puput memanfaatkan kekosongan jabatan kades untuk melakukan tindakan korupsi. Dia mematok harga Rp 20 juta bagi ASN di Pemkab Probolinggo yang ingin menjadi Penjabat Kades.

Dalam kasus ini, pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara itu, penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. [OKT]

]]> Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini memanggil 17 aparatur sipil negara (ASN) Probolinggo. Ke-17 ASN itu merupakan tersangka kasus korupsi seleksi jabatan di Probolinggo.

“Pemeriksaan diagendakan dilakukan di Polres Probolinggo terhadap 17 tersangka,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri lewat pesan singkat, Jumat (3/9).

Sebanyak 17 orang tersangka yang dipanggil adalah Ali Wafa, Mawardi, Mashudi, Maliha, Mohammad Bambang, Masruhen, Abdul Wafi, Kho’im, dan Akhmad Saifullah.

Kemudian, Jaelani, Uhar, Nurul Hadi, Nuruh Huda, Hasan, Sahir, Sugito, dan Syamsuddin. “KPK berharap mereka semua kooperatif memenuhi panggilan penyidik,” imbaunya. 

Sebelumnya, KPK menangkap dan mentersangkakan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari serta suaminya, Hasan Aminuddin karena melakukan jual beli jabatan. 

Puput memanfaatkan kekosongan jabatan kades untuk melakukan tindakan korupsi. Dia mematok harga Rp 20 juta bagi ASN di Pemkab Probolinggo yang ingin menjadi Penjabat Kades.

Dalam kasus ini, pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sementara itu, penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories