Florence Pugh pada 2025

Florence Pugh pada 2025. Foto: PelucheEn ElEstuche. Sumber: Wikimedia Commons. Lisensi: CC BY 3.0.

Florence Pugh Angkat Tren Lingerie Layering dalam Gaya Musim Panas

Florence Pugh memadukan camisole, bra gingham, jins, dan sneakers suede dalam gaya jalanan yang mengangkat tren lingerie layering musim panas 2026.

Florence Pugh kembali menempatkan gaya busananya di pusat perhatian ketika terlihat berjalan di New York pada 20 Juli 2026. Aktris Inggris itu memilih paduan pakaian santai yang mengangkat tren lingerie layering atau pelapisan pakaian dalam sebagai bagian yang terlihat dari busana. Vogue melaporkan penampilannya dua hari kemudian, bersamaan dengan meningkatnya perhatian terhadap tren bra sebagai elemen utama pakaian musim panas. Pugh memadukan beberapa warna, tekstur, dan aksesori tanpa mengubah penampilannya menjadi busana formal. Pilihan tersebut memperlihatkan bagaimana tren yang kerap muncul di karpet merah diterjemahkan ke dalam gaya jalanan sehari-hari.

Bagian utama penampilan Pugh adalah camisole abu-abu berleher persegi dari Joah Brown yang dikenakan di atas bra motif gingham karya Fruity Booty. Bra itu memadukan warna merah muda dan oranye, sementara tali hijau neon dibiarkan tampak sebagai aksen. Susunan tersebut menjadikan pakaian dalam bukan lapisan tersembunyi, melainkan salah satu titik perhatian dalam keseluruhan busana. Vogue menggambarkan pilihan itu sebagai penerapan kembali salah satu teknik penataan yang kerap digunakan Pugh. Penampilannya tetap kasual karena kedua lapisan atas itu dipadukan dengan celana jins biru muda berpotongan tinggi.

Untuk alas kaki, Pugh memakai sneakers P448 Monza berwarna biru dengan permukaan korduroi dan siluet rendah. Marie Claire juga memasukkan sepatu tersebut dalam pembahasan tentang tren sneakers suede musim panas 2026. Media itu mencatat bahwa tekstur lembut yang biasanya dikaitkan dengan musim gugur muncul pada sejumlah selebritas selama musim panas. Selain Pugh, nama Cate Blanchett, Dua Lipa, dan Gabrielle Union disebut dalam kaitan dengan pemakaian sneakers bertekstur suede. Pada Pugh, warna biru sejuk dan sol bergaya gum melengkapi jins terang serta lapisan atasan yang lebih berwarna.

Pugh membawa tas bahu Monti model east-west berbahan suede cokelat dari Fabrique untuk menyertai busananya. Ia juga mengenakan topi hijau tua dari Amber Waves Farm dan kacamata hitam persegi panjang berwarna cokelat. Deretan aksesori perhiasannya mencakup beberapa cincin emas, jam tangan, kalung rantai berlapis, serta anting lingkar kecil berwarna emas. Rangkaian aksesori itu menambah detail tanpa menghilangkan karakter santai dari celana jins, camisole, dan sneakers. Seluruh unsur tersebut dicatat Vogue sebagai bagian dari penampilan Pugh saat berada di New York bersama Finn Cole.

Florence Pugh di Festival Film Internasional Toronto 2024
Florence Pugh di Festival Film Internasional Toronto 2024. Foto: Frank Sun. Sumber: Wikimedia Commons. Lisensi: CC BY-SA 4.0.

Unsur kecantikan dalam penampilan itu juga mengikuti arah busana yang ringan dan bebas. Rambut pirang Pugh tetap dipotong bob sepanjang leher, yang oleh Vogue disebut sesuai dengan suasana musim panas. Kukunya diberi warna keperakan yang berkoordinasi dengan camisole abu-abu yang ia kenakan. Detail manikur tersebut menghubungkan bagian kecantikan dengan pilihan warna busana tanpa mengambil alih keseluruhan tampilan. Vogue menilai sentuhan ringan semacam itu membentuk estetika Pugh yang menyenangkan dan berjiwa bebas.

Penampilan di New York itu bukan pertama kalinya Pugh menggunakan pakaian dalam sebagai bagian yang sengaja diperlihatkan. Vogue mencatat bahwa ia sebelumnya memilih gaun slip transparan dari Dolce & Gabbana, busana berkorset dari Stella McCartney, dan rancangan romantis Rodarte. Penerapan sebelumnya lebih sering terlihat dalam suasana karpet merah dibandingkan gaya jalanan. Perbedaan konteks membuat paduan camisole, bra gingham, dan jins kali ini terasa lebih dekat dengan pakaian sehari-hari. Namun, prinsip penataannya tetap sama karena lapisan dalam diberi peran visual yang jelas.

Tren bra yang terlihat tidak hanya muncul pada Pugh sepanjang musim panas 2026. Vogue menyebut Anya Taylor-Joy mengenakan busana Balmain dengan bra fuchsia sebagai pusat perhatian, ditemani kardigan terbuka dan rok midi berpinggang rendah. Gracie Abrams dan Charli XCX juga disebut mengandalkan rancangan Fleur du Mal untuk penampilan promosi album masing-masing. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa lingerie hadir dalam beberapa konteks, mulai dari kegiatan promosi hingga gaya selebritas di ruang publik. Pugh masuk ke dalam rangkaian itu melalui pendekatan berlapis yang mempertahankan kesan santai.

Pilihan Pugh juga bertemu dengan kecenderungan lebih luas untuk mencampur unsur yang biasanya dilekatkan pada musim berbeda. Marie Claire menyoroti suede yang tetap dipakai ketika cuaca panas, meskipun bahan itu lebih lazim diasosiasikan dengan musim gugur. Pugh menerapkannya sekaligus pada sneakers biru dan tas bahu cokelat yang menyertai penampilannya. Kombinasi tersebut ditempatkan bersama kain gingham berwarna cerah, denim biru muda, dan tali bra hijau neon. Hasilnya adalah susunan yang mempertemukan tekstur hangat dengan warna-warna ringan dalam satu busana musim panas.

Perhatian pada pakaian Pugh muncul pada waktu yang juga penting bagi proyek layar lebarnya. Vogue menulis bahwa penampilan itu terjadi ketika penggemar memperoleh tampilan resmi pertama film Avengers: Doomsday. Dalam film tersebut, Pugh kembali memerankan Yelena Belova, tokoh pembunuh Black Widow yang sebelumnya ia bawakan. Meski konteks film disebut dalam laporan, busana Pugh di New York tidak disajikan sebagai kostum karakter atau bagian promosi resmi. Gaya tersebut justru tercatat sebagai penampilan kasual saat ia berada di kota dan menjalani kegiatan di luar karpet merah.

Melalui penampilan ini, Pugh memperlihatkan satu cara mengenakan tren lingerie layering tanpa meninggalkan komponen dasar pakaian santai. Camisole abu-abu menahan intensitas warna bra gingham, sedangkan jins berpotongan tinggi memberi dasar yang sederhana. Sneakers biru, tas suede cokelat, topi hijau tua, dan perhiasan emas kemudian membentuk lapisan detail berikutnya. Rambut bob serta manikur keperakan menutup hubungan antara busana dan kecantikan yang menjadi ciri penampilannya. Semua unsur yang dilaporkan Vogue dan Marie Claire itu menempatkan gaya jalanan Pugh sebagai salah satu contoh menonjol tren musim panas 2026.

  • Sumber:
  • Vogue
  • Marie Claire

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *