Yuk, Indonesia Tetap Waspada Dan Tak Jumawa

Seluruh masyarakat Indonesia masih harus waspada karena Covid-19 masih belum mereda. Disiplin protokol kesehatan (prokes) 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) harus terus digalakkan guna mencegah terjadinya penularan virus mematikan itu.

Vaksinuntukkita mengunggah deretan meme. Dia mengingatkan netizen untuk tetap waspada dan tidak lengah karena kasus Covid-19 belum reda. Dia menunjuk kasus di Pati, Jawa Tengah, sebanyak 37 orang sekampung positif Covid-19 setelah menghadiri hajatan tetangga.

“Mereka terpapar Covid-19 dari tuan rumah yang baru saja pulang dari Jakarta,” katanya.

Vaksinuntukkita juga membeberkan, 1.867 Warga Negara Asing (WNA) masuk Indonesia dan positif Covid-19. Padahal para WNA tersebut membawa surat negatif. Terbanyak yang positif Covid-19 adalah WNA India.

“Saat ini pun terjadi gelombang tsuna­mi kedua kasus Covid-19 di India. Pemerintah India gagal membatasi mobilitas penduduk se­hingga terjadi lonjakan kasus. Terlebih setelah ritual mandi di sungai atau Kumb Mela yang dilaksanakan beberapa hari,” jelasnya.

Vaksinuntukkita mengingatkan Pemerintah Indonesia harus berusaha membatasi aktivitas masyarakat. Terutama saat momen Hari Raya Idul Fitri 1442 H nanti. “Ditunda dulu mudiknya. Untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia” saran dia.

Peringatan agar tetap waspada juga dilontarkan @kpukedirikota. Kata dia, tetap waspada, jangan lengah, patuhi protokol kesehatan karena Covid-19 masih belum reda.

“Cegah penyebaran Covid-19 sehingga kita dapat beraktivitas dengan baik dan lancar,” kata dia.

Menurut @hendratno64, total kematian akibat Covid-19 di Indonesia tahun 2021 sudah menyamai tahun 2020. Kata dia, angka-angka tersebut bukanlah sekadar angka, tapi merepresentasikan nyawa. “Jagalah protokol kesehatan,” tandasnya.

Iwan mengatakan, Covid-19 sudah men­gubah cara dan pola pikir hidup kita menjadi harus disiplin. Sudah tak ada lagi kesempatan tawar menawar untuk hidup normal dengan kedisiplinan yang rendah.

 

“Mari kita hentikan penyebaran Covid di bumi Indonesia,” ajak Yuliatiningsih.

Akun @rucce3 mengimbau masyarakat tidak mudik Lebaran karena masih dalam masa pan­demi Covid-19. Kata dia, lindungi orangtua dan keluarga di kampung halaman. “Ayo bersama Cegah Penyebaran Covid-19,” ajak dia.

Menurut Addie MS, India sukses di awal. Lalu segera kembali hidup normal. Sekarang Covid-19 datang lagi dengan kekuatan berkali lipat lebih dahsyat dan mematikan.

“Semoga Indonesia tetap waspada dan tidak lengah dan jumawa,” kata dia.

Akun @kh_notodiputro menyambung. Dia sedih dengan malapetaka di India, merasa sudah lepas dari Covid-19 lalu lalai, maka terjadilah tsunami Covid di negara itu.

“Mari waspada, jangan sampai terjadi di Indonesia dan selalu disiplin dengan protokol Covid setiap saat,” kata dia, mengingatkan.

Akun @AlexanderOscar5 meminta Indonesia belajar dengan kejadian di India. Jika tidak belajar, maka akan terpuruk lama dan berkepanjangan. “Kita sudah merasakan penyebaran Covid-19. Sampai saat ini kita masih menderita karenanya,” kata dia.

Isyana Bagoes Oka meminta pemerintah melarang WNA dari India masuk Indonesia. “Syukurlah, sore ini pemerintah RImenyetujui usulan kami,” klaim dia.

“Semoga pandemi Covid-19 di India cepat mereda dan tidak menular kemana-mana. Aamiin,” harap Adipati.

Sementara @blantik_pedhet1 curiga dengan sikap pemerintah. Kata dia, setiap masyarakat mau ada event besar seperti, Tahun Baru, Lebaran, sekolah tatap muka selalu muncul berita-berita soal mengganasnya Covid di negara lain. “Kemudian redup dengan sendirinya setelah event masyarakat usai,” kata dia. [TIF]

]]> Seluruh masyarakat Indonesia masih harus waspada karena Covid-19 masih belum mereda. Disiplin protokol kesehatan (prokes) 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) harus terus digalakkan guna mencegah terjadinya penularan virus mematikan itu.

Vaksinuntukkita mengunggah deretan meme. Dia mengingatkan netizen untuk tetap waspada dan tidak lengah karena kasus Covid-19 belum reda. Dia menunjuk kasus di Pati, Jawa Tengah, sebanyak 37 orang sekampung positif Covid-19 setelah menghadiri hajatan tetangga.

“Mereka terpapar Covid-19 dari tuan rumah yang baru saja pulang dari Jakarta,” katanya.

Vaksinuntukkita juga membeberkan, 1.867 Warga Negara Asing (WNA) masuk Indonesia dan positif Covid-19. Padahal para WNA tersebut membawa surat negatif. Terbanyak yang positif Covid-19 adalah WNA India.

“Saat ini pun terjadi gelombang tsuna­mi kedua kasus Covid-19 di India. Pemerintah India gagal membatasi mobilitas penduduk se­hingga terjadi lonjakan kasus. Terlebih setelah ritual mandi di sungai atau Kumb Mela yang dilaksanakan beberapa hari,” jelasnya.

Vaksinuntukkita mengingatkan Pemerintah Indonesia harus berusaha membatasi aktivitas masyarakat. Terutama saat momen Hari Raya Idul Fitri 1442 H nanti. “Ditunda dulu mudiknya. Untuk menghindari lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia” saran dia.

Peringatan agar tetap waspada juga dilontarkan @kpukedirikota. Kata dia, tetap waspada, jangan lengah, patuhi protokol kesehatan karena Covid-19 masih belum reda.

“Cegah penyebaran Covid-19 sehingga kita dapat beraktivitas dengan baik dan lancar,” kata dia.

Menurut @hendratno64, total kematian akibat Covid-19 di Indonesia tahun 2021 sudah menyamai tahun 2020. Kata dia, angka-angka tersebut bukanlah sekadar angka, tapi merepresentasikan nyawa. “Jagalah protokol kesehatan,” tandasnya.

Iwan mengatakan, Covid-19 sudah men­gubah cara dan pola pikir hidup kita menjadi harus disiplin. Sudah tak ada lagi kesempatan tawar menawar untuk hidup normal dengan kedisiplinan yang rendah.

 

“Mari kita hentikan penyebaran Covid di bumi Indonesia,” ajak Yuliatiningsih.

Akun @rucce3 mengimbau masyarakat tidak mudik Lebaran karena masih dalam masa pan­demi Covid-19. Kata dia, lindungi orangtua dan keluarga di kampung halaman. “Ayo bersama Cegah Penyebaran Covid-19,” ajak dia.

Menurut Addie MS, India sukses di awal. Lalu segera kembali hidup normal. Sekarang Covid-19 datang lagi dengan kekuatan berkali lipat lebih dahsyat dan mematikan.

“Semoga Indonesia tetap waspada dan tidak lengah dan jumawa,” kata dia.

Akun @kh_notodiputro menyambung. Dia sedih dengan malapetaka di India, merasa sudah lepas dari Covid-19 lalu lalai, maka terjadilah tsunami Covid di negara itu.

“Mari waspada, jangan sampai terjadi di Indonesia dan selalu disiplin dengan protokol Covid setiap saat,” kata dia, mengingatkan.

Akun @AlexanderOscar5 meminta Indonesia belajar dengan kejadian di India. Jika tidak belajar, maka akan terpuruk lama dan berkepanjangan. “Kita sudah merasakan penyebaran Covid-19. Sampai saat ini kita masih menderita karenanya,” kata dia.

Isyana Bagoes Oka meminta pemerintah melarang WNA dari India masuk Indonesia. “Syukurlah, sore ini pemerintah RImenyetujui usulan kami,” klaim dia.

“Semoga pandemi Covid-19 di India cepat mereda dan tidak menular kemana-mana. Aamiin,” harap Adipati.

Sementara @blantik_pedhet1 curiga dengan sikap pemerintah. Kata dia, setiap masyarakat mau ada event besar seperti, Tahun Baru, Lebaran, sekolah tatap muka selalu muncul berita-berita soal mengganasnya Covid di negara lain. “Kemudian redup dengan sendirinya setelah event masyarakat usai,” kata dia. [TIF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories