Yuk, Cegah Banjir Dengan Perilaku Peduli Lingkungan

Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menimbulkan bencana alam seperti banjir. Untuk mencegahnya, perlu menumbuhkan perilaku peduli lingkungan.

Akun @indonesiabaik.id mengungkap beberapa perilaku peduli lingkungan yang bisa mencegah banjir. Di antaranya, membuang sampah pada tempatnya.

Kemudian, membuat saluran air yang baik dan memperbanyak lahan penyera­pan air. Serta tidak membangun peruma­han di tepi sungai dan reboisasi tanaman khususnya yang dapat menyerap air.

“Selanjutnya, buat fungsi sungai dan selokan dapat bekerja dengan baik dan tidak menebang pohon di hutan secara liar,” ujar @indonesiabaik.id.

Akun @smkhutmksr mengungkapkan, mencegah banjir bisa dilakukan dengan cara mengadakan program normalisasi sungai dan membangun sistem peman­tauan dini. Termasuk juga, pastikan komunikasi dengan pihak terkait selalu terjaga.

“Dan persiapkan diri sebelum banjir datang,” ungkapnya.

Akun @iamsabila__ mengajak masyarakat mencegah banjir dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan menanam pohon untuk penyerapan air. Menurut @HumasPolresLB, lebih baik peduli sekarang, dari pada merugi di kemudian hari.

“Ayo bersama-sama mencegah banjir,” ujar @HumasPolresLB.

Akun @DjokoRetnadi mengatakan, kesadaran masyarakat membuang sampah di tempatnya mulai tinggi. Sayangnya, tempat sampah masih sedikit. Kata dia, kesadaran warga buang sampah harus difasilitasi pembuangan sampah yang memadai.

“Buat benteng-benteng tinggi di daerah aliran sungai,” katanya.

Menurut @bang_avner, banjir hanya akan ada ketika kita lupa menjaga lingkungan dan tidak peduli menjaga kebersihan. “Yuk mulai jaga kebersihan kampung kita,” ajaknya.

 

Akun @PanglimaSGN mengatakan, upaya pencegahan bencana seperti ban­jir tidak bisa dilakukan sendirian oleh Pemerintah. Masyarakat dan Pemerintah harus bersinergi.

“Seluruh pihak perlu bersama-sama berupaya mencegah bencana banjir,” tuturnya.

Akun @WIBUKAMIKEJOL mengata­kan, Pemerintah Pusat/Daerah setempat harus benar-benar serius membangun se­luruh infrastruktur yang memadai untuk mencegah terjadinya banjir. Masyarakat juga harus lebih peduli/disiplin mem­buang sampah demi lingkungan bebas banjir untuk mencegah terjadinya ban­jir.

“Kita semua harus bergerak, peduli dan ikut andil dalam menjaga lingkungan un­tuk mencegah terjadinya bencana banjir yang lebih buruk lagi nantinya,” ajak @melfeyadin.

Sementara, @Moezaqu1 menilai, ban­jir yang terus berulang karena Pemerintah daerah abai, lalai, lambat dan tidak serius dalam pencegahannya. Pemerintah da­lam sistem demokrasi kapitalisme gagal cegah bencana banjir. Hingga bencana banjir berulang terus setiap tahunnya.

“Pemerintah daerah tuh kenapa sih, apa sulitnya prioritaskan hal-hal yang obvious. Cegah banjir, cari cara supaya yang rentan bisa nggak terdampak lagi, punya uang, punya jaringan, kenapa ng­gak digunakan,” ungkap @xylans.

Akun @HijauAlam3 meminta daerah yang rawan terkena banjir mengadopsi program sumur resapan DKI Jakarta. Dia bilang, sumur resapan bukan cuma untuk cegah banjir. Kata dia, sumur resapan juga memiliki fungsi yang lebih besarnya sebagai konservasi air tanah. [ASI]

]]> Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menimbulkan bencana alam seperti banjir. Untuk mencegahnya, perlu menumbuhkan perilaku peduli lingkungan.

Akun @indonesiabaik.id mengungkap beberapa perilaku peduli lingkungan yang bisa mencegah banjir. Di antaranya, membuang sampah pada tempatnya.

Kemudian, membuat saluran air yang baik dan memperbanyak lahan penyera­pan air. Serta tidak membangun peruma­han di tepi sungai dan reboisasi tanaman khususnya yang dapat menyerap air.

“Selanjutnya, buat fungsi sungai dan selokan dapat bekerja dengan baik dan tidak menebang pohon di hutan secara liar,” ujar @indonesiabaik.id.

Akun @smkhutmksr mengungkapkan, mencegah banjir bisa dilakukan dengan cara mengadakan program normalisasi sungai dan membangun sistem peman­tauan dini. Termasuk juga, pastikan komunikasi dengan pihak terkait selalu terjaga.

“Dan persiapkan diri sebelum banjir datang,” ungkapnya.

Akun @iamsabila__ mengajak masyarakat mencegah banjir dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan menanam pohon untuk penyerapan air. Menurut @HumasPolresLB, lebih baik peduli sekarang, dari pada merugi di kemudian hari.

“Ayo bersama-sama mencegah banjir,” ujar @HumasPolresLB.

Akun @DjokoRetnadi mengatakan, kesadaran masyarakat membuang sampah di tempatnya mulai tinggi. Sayangnya, tempat sampah masih sedikit. Kata dia, kesadaran warga buang sampah harus difasilitasi pembuangan sampah yang memadai.

“Buat benteng-benteng tinggi di daerah aliran sungai,” katanya.

Menurut @bang_avner, banjir hanya akan ada ketika kita lupa menjaga lingkungan dan tidak peduli menjaga kebersihan. “Yuk mulai jaga kebersihan kampung kita,” ajaknya.

 

Akun @PanglimaSGN mengatakan, upaya pencegahan bencana seperti ban­jir tidak bisa dilakukan sendirian oleh Pemerintah. Masyarakat dan Pemerintah harus bersinergi.

“Seluruh pihak perlu bersama-sama berupaya mencegah bencana banjir,” tuturnya.

Akun @WIBUKAMIKEJOL mengata­kan, Pemerintah Pusat/Daerah setempat harus benar-benar serius membangun se­luruh infrastruktur yang memadai untuk mencegah terjadinya banjir. Masyarakat juga harus lebih peduli/disiplin mem­buang sampah demi lingkungan bebas banjir untuk mencegah terjadinya ban­jir.

“Kita semua harus bergerak, peduli dan ikut andil dalam menjaga lingkungan un­tuk mencegah terjadinya bencana banjir yang lebih buruk lagi nantinya,” ajak @melfeyadin.

Sementara, @Moezaqu1 menilai, ban­jir yang terus berulang karena Pemerintah daerah abai, lalai, lambat dan tidak serius dalam pencegahannya. Pemerintah da­lam sistem demokrasi kapitalisme gagal cegah bencana banjir. Hingga bencana banjir berulang terus setiap tahunnya.

“Pemerintah daerah tuh kenapa sih, apa sulitnya prioritaskan hal-hal yang obvious. Cegah banjir, cari cara supaya yang rentan bisa nggak terdampak lagi, punya uang, punya jaringan, kenapa ng­gak digunakan,” ungkap @xylans.

Akun @HijauAlam3 meminta daerah yang rawan terkena banjir mengadopsi program sumur resapan DKI Jakarta. Dia bilang, sumur resapan bukan cuma untuk cegah banjir. Kata dia, sumur resapan juga memiliki fungsi yang lebih besarnya sebagai konservasi air tanah. [ASI]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories