Yield Obligasi AS Rontok, Rupiah Kembali Perkasa

Nilai tukar rupiah dibuka kembali menguat 0,24 persen di level Rp 14.470 per dolar AS jika dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 14.505 per dolar AS.

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan dan dolar Taiwan yang menguat paling tinggi sebesar 0,29 persen diikuti yen Jepang naik 0,11 persen, dolar Singapura 0,07 persen, dan peso Filipina 0,06 persen.

Indeks dolar AS yang mengukur dolar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi  ini flat di level 92,30. 

Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,03 persen ke level Rp 17.183, terhadap poundsterling Inggris juga melemah 0,01 persen ke level Rp 20.009, dan terhadap dolar Australia justru menguat 0,11 menjadi Rp 11.075.

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, hari ini rupiah masih berpeluang menguat dengan terkoreksinya yield obligasi AS, khususnya tenor 10 tahun.

Yield Treasury AS pagi ini bergerak di kisaran 1,66 persen. Sehari sebelumnya sempat berada di kisaran 1,71 persen. “Penurunan yield ini memberikan tekanan ke dolar AS,” ujarnya dalam riset, Rabu (7/4).

Selanjutnya, indikasi lelang surat utang Indonesia yang kurang laku bisa menahan penguatan rupiah terhadap dolar AS. Lelang sukuk kemarin di bawah target pemerintah. 

“Rupiah hari ini potensi bergerak di kisaran Rp 14.480- Rp 14.530 per dolar AS,” ucapnya. [DWI]

]]> Nilai tukar rupiah dibuka kembali menguat 0,24 persen di level Rp 14.470 per dolar AS jika dibandingkan perdagangan kemarin di level Rp 14.505 per dolar AS.

Tak hanya rupiah, mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan dan dolar Taiwan yang menguat paling tinggi sebesar 0,29 persen diikuti yen Jepang naik 0,11 persen, dolar Singapura 0,07 persen, dan peso Filipina 0,06 persen.

Indeks dolar AS yang mengukur dolar terhadap keranjang enam mata uang saingan utamanya, pagi  ini flat di level 92,30. 

Sementara nilai tukar rupiah terhadap euro melemah 0,03 persen ke level Rp 17.183, terhadap poundsterling Inggris juga melemah 0,01 persen ke level Rp 20.009, dan terhadap dolar Australia justru menguat 0,11 menjadi Rp 11.075.

Pengamat pasar keuangan, Ariston Tjendra mengatakan, hari ini rupiah masih berpeluang menguat dengan terkoreksinya yield obligasi AS, khususnya tenor 10 tahun.

Yield Treasury AS pagi ini bergerak di kisaran 1,66 persen. Sehari sebelumnya sempat berada di kisaran 1,71 persen. “Penurunan yield ini memberikan tekanan ke dolar AS,” ujarnya dalam riset, Rabu (7/4).

Selanjutnya, indikasi lelang surat utang Indonesia yang kurang laku bisa menahan penguatan rupiah terhadap dolar AS. Lelang sukuk kemarin di bawah target pemerintah. 

“Rupiah hari ini potensi bergerak di kisaran Rp 14.480- Rp 14.530 per dolar AS,” ucapnya. [DWI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories