Yes… 71 Persen Masyarakat Sudah Bersedia Divaksinasi .

Program vaksinasi Covid-19 sempat terkendala, karena masih banyaknya masyarakat yang masih ragu terhadap salah satu upaya pencegahan virus Corona itu. Namun kini, tampaknya makin banyak yang percaya.

Hal ini tercermin dari hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO). Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menga­takan, hasil survei itu mengung­kapkan, 73 persen masyarakat menganggap vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu program yang tepat untuk melawan pan­demi.

“Ini penilaian responden ter­hadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan persepsi yang me­lingkupinya. Artinya ini sangat dominan begitu,” ujar Dedi dalam diskusi virtual Polemik MNC Trijaya bertajuk “Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024”, kemarin.

Dari 73 persen tersebut, Dedi merinci, didapatkan hasil bahwa responden yang menilai per­caya terhadap tingkat keamanan vaksin sebanyak 71 persen. Sementara sebanyak 68 persen responden menyatakan, mener­ima kebijakan vaksinasi karena menilai dari tingkat keandalan vaksin. Sejumlah faktor yang menyebabkan kepercayaan masyarakat tinggi terhadap ke­bijakan vaksinasi di antaranya pemberitaan media, imbauan pemerintah, dan tokoh agama.

Rinciannya, masyarakat yang yakin dengan vaksin karena pemberitaan media sebanyak 39 persen, kemudian karena imbauan pemerintah 55 persen, dan 26 persen karena mengikuti tokoh agama. “Dengan asumsi tersebut, 71 persen responden menyatakan bersedia divaksin Covid-19,” tuturnya.

Survei tentang vaksinasi Covid-19 yang dilakukan IPO melibatkan 1.200 responden pada periode 10-22 Maret 2021. Metode survei yang dipakai ialah multistage random sampling atau teknik pengambilan sampel bertingkat. Survei ini mengambil representasi sampel sejumlah 1.200 responden yang tersebar proporsional secara nasional.

Dengan teknik tersebut, me­mungkinkan setiap anggota populasi (responden) mem­punyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak dipi­lih menjadi responden. Untuk menguji validitas responden, IPO melakukan spot check pada 15 persen dari total populasi sampel. Sedangkan margin of error survei sekitar 2,50 persen. Tingkat akurasi data berada di kisaran 97 persen.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, hingga Jumat (9/4), jumlah masyarakat yang su­dah divaksinasi dosis kedua mencapai 4.910.081 orang. Sementara masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama yakni sebanyak 9.722.530 orang. Adapun masyarakat yang divak­sinasi yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik, dan lansia. Mereka adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua. [JAR]

]]> .
Program vaksinasi Covid-19 sempat terkendala, karena masih banyaknya masyarakat yang masih ragu terhadap salah satu upaya pencegahan virus Corona itu. Namun kini, tampaknya makin banyak yang percaya.

Hal ini tercermin dari hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO). Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menga­takan, hasil survei itu mengung­kapkan, 73 persen masyarakat menganggap vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu program yang tepat untuk melawan pan­demi.

“Ini penilaian responden ter­hadap pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan persepsi yang me­lingkupinya. Artinya ini sangat dominan begitu,” ujar Dedi dalam diskusi virtual Polemik MNC Trijaya bertajuk “Evaluasi Kabinet dan Peta Politik 2024”, kemarin.

Dari 73 persen tersebut, Dedi merinci, didapatkan hasil bahwa responden yang menilai per­caya terhadap tingkat keamanan vaksin sebanyak 71 persen. Sementara sebanyak 68 persen responden menyatakan, mener­ima kebijakan vaksinasi karena menilai dari tingkat keandalan vaksin. Sejumlah faktor yang menyebabkan kepercayaan masyarakat tinggi terhadap ke­bijakan vaksinasi di antaranya pemberitaan media, imbauan pemerintah, dan tokoh agama.

Rinciannya, masyarakat yang yakin dengan vaksin karena pemberitaan media sebanyak 39 persen, kemudian karena imbauan pemerintah 55 persen, dan 26 persen karena mengikuti tokoh agama. “Dengan asumsi tersebut, 71 persen responden menyatakan bersedia divaksin Covid-19,” tuturnya.

Survei tentang vaksinasi Covid-19 yang dilakukan IPO melibatkan 1.200 responden pada periode 10-22 Maret 2021. Metode survei yang dipakai ialah multistage random sampling atau teknik pengambilan sampel bertingkat. Survei ini mengambil representasi sampel sejumlah 1.200 responden yang tersebar proporsional secara nasional.

Dengan teknik tersebut, me­mungkinkan setiap anggota populasi (responden) mem­punyai peluang yang sama untuk dipilih atau tidak dipi­lih menjadi responden. Untuk menguji validitas responden, IPO melakukan spot check pada 15 persen dari total populasi sampel. Sedangkan margin of error survei sekitar 2,50 persen. Tingkat akurasi data berada di kisaran 97 persen.

Berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, hingga Jumat (9/4), jumlah masyarakat yang su­dah divaksinasi dosis kedua mencapai 4.910.081 orang. Sementara masyarakat yang sudah divaksin dosis pertama yakni sebanyak 9.722.530 orang. Adapun masyarakat yang divak­sinasi yakni dari kalangan tenaga kesehatan, petugas publik, dan lansia. Mereka adalah sasaran pada program vaksinasi tahap kedua. [JAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories