Yang Terkena PHK, Ayo Tetap Semangat!

Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan terus terjadi di dalam negeri, meski perekonomian nasional diklaim tumbuh positif. Mulai dari perusa­haan startup hingga perusahaan teknolo­gi, melakukan PHK besar-besaran.

Dalam sebulan terakhir, tercatat ada 3 perusahaan yang merumahkan karyawan­nya. Yaitu, Shopee Indonesia, Tokocrypto dan Indosat.

Sebelumnya, PHK juga terjadi di startup edutech Zenius, keuangan digital LinkAja, dan e-commerce JD.ID.

Putra Langkisau dalam akun Twitternya @caul_tanjung mengunggah judul sebuah berita. Isinya, Badai PHK terpa RI, landa 3 perusahaan dalam seminggu.

“Badai PHK masih akan menghantui perusahaan-perusahaan startup dalam negeri,” kata @ibnu_purna. “Indonesia sedang tidak baik-baik saja, makin terbukti,” sahut @YanHarahap.

Akun @Uwaisalatas mengung­kap pasar offline domestik yang telah lama eksis hebat, akhirnya mati kerena panetrasi startup marketplace. Sekarang, dunia startup mengalami goncangan hebat.

“Sedih dan ikut prihatin dengan badai PHK di Indonesia. Sebab, bertambah lagi penganguran,” ujar @IrfandyM.

Akun @dara_darmayu berharap, mer­eka yang terkena PHK adalah orang-orang yang selama ini membela Pemerintah. Agar mereka bisa merasakan dampak yang ditimbulkan akibat kebijakan Pemerintah sekarang.

“Ironisnya, hal ini dilakukan pe­rusahaan-perusahaan besar. Apakah Indonesia masih baik-baik saja,” tanya @ BaruNuralamsyah.

Yang pasti, kata @Moh_BenarSalah, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Dia mengimbau yang masih kerja harus tetap bersyukur, yang belum kerja jangan putus asa, dan yang terkena PHK tetap semangat.

“Tiga perusahaan yang melakukan PHK dicek fundamental ekonominya, karena masing-masing perusahaan beda. Jadi, tidak bisa digeneralisir bahwa ekonomi Indonesia sedang menurun,” imbuh @Leo_S.

 

Akun @Lobster mengingatkan adanya badai PHK agar selalu waspada terhadap tindakan kriminalitas.

Kata dia, potensi kriminalitas bisa men­ingkat karena bertambahnya penganggu­ran dan orang bisa nekat demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kemungkinan akan merebaknya krimi­nal seperti begal dan jambret, yang pelaku­nya orang-orang kelaparan. Ini jelas harus diwaspadai,” imbau @Mohacs.

Akun @Endeavour berkomentar satir. Tidak mungkin terjadi PHK karena menurut Pemerintah ekonomi Indonesia sedang baik-baik saja dan terus bertum­buh. “Lebih percaya Pemerintah apa pelaku usaha,” tanya @Aar.

Menurut @Nooseta_bakti, karyawan Indosat tidak seperti di PHK, tapi dapat pensiunan. Pesangon mereka besar sekali dan bisa buat hidup kalau pintar bikin usaha.

“Masalahnya tidak semua orang pintar bikin usaha, sehingga yang di-PHK tetap harus waspada,” timpal @Saban_Ray.

Akun @Abidinkadir meminta Pemerintah segera mengambil kebijakan terkait fenomena PHK. Apalagi, masih terdampak akibat pandemi Covid-19. Belum lagi, permasalahan penegakan hukum yang karut-marut.

“Bersyukur sudah diberikan pekerjaan sampai saat ini, di tengah berita badai PHK yang dilakukan perusahaan lain,” kata @Dedi_t10.

Sementara, @Ibnu tidak memper­masalahkan badai PHK di Indonesia. Dia meminta seluruh karyawan yang dirumahkan menerima apa adanya. PHK terjadi salah satu alasannya karena kinerja karyawan. “Itu buruh yang suka demo dan tidak produktif serta bikin macet jalan raya tidak sekalian di-PHK,” usul @ Harun. [TIF]

]]> Badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karyawan terus terjadi di dalam negeri, meski perekonomian nasional diklaim tumbuh positif. Mulai dari perusa­haan startup hingga perusahaan teknolo­gi, melakukan PHK besar-besaran.

Dalam sebulan terakhir, tercatat ada 3 perusahaan yang merumahkan karyawan­nya. Yaitu, Shopee Indonesia, Tokocrypto dan Indosat.

Sebelumnya, PHK juga terjadi di startup edutech Zenius, keuangan digital LinkAja, dan e-commerce JD.ID.

Putra Langkisau dalam akun Twitternya @caul_tanjung mengunggah judul sebuah berita. Isinya, Badai PHK terpa RI, landa 3 perusahaan dalam seminggu.

“Badai PHK masih akan menghantui perusahaan-perusahaan startup dalam negeri,” kata @ibnu_purna. “Indonesia sedang tidak baik-baik saja, makin terbukti,” sahut @YanHarahap.

Akun @Uwaisalatas mengung­kap pasar offline domestik yang telah lama eksis hebat, akhirnya mati kerena panetrasi startup marketplace. Sekarang, dunia startup mengalami goncangan hebat.

“Sedih dan ikut prihatin dengan badai PHK di Indonesia. Sebab, bertambah lagi penganguran,” ujar @IrfandyM.

Akun @dara_darmayu berharap, mer­eka yang terkena PHK adalah orang-orang yang selama ini membela Pemerintah. Agar mereka bisa merasakan dampak yang ditimbulkan akibat kebijakan Pemerintah sekarang.

“Ironisnya, hal ini dilakukan pe­rusahaan-perusahaan besar. Apakah Indonesia masih baik-baik saja,” tanya @ BaruNuralamsyah.

Yang pasti, kata @Moh_BenarSalah, kondisi perekonomian Indonesia saat ini tidak sedang baik-baik saja. Dia mengimbau yang masih kerja harus tetap bersyukur, yang belum kerja jangan putus asa, dan yang terkena PHK tetap semangat.

“Tiga perusahaan yang melakukan PHK dicek fundamental ekonominya, karena masing-masing perusahaan beda. Jadi, tidak bisa digeneralisir bahwa ekonomi Indonesia sedang menurun,” imbuh @Leo_S.

 

Akun @Lobster mengingatkan adanya badai PHK agar selalu waspada terhadap tindakan kriminalitas.

Kata dia, potensi kriminalitas bisa men­ingkat karena bertambahnya penganggu­ran dan orang bisa nekat demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Kemungkinan akan merebaknya krimi­nal seperti begal dan jambret, yang pelaku­nya orang-orang kelaparan. Ini jelas harus diwaspadai,” imbau @Mohacs.

Akun @Endeavour berkomentar satir. Tidak mungkin terjadi PHK karena menurut Pemerintah ekonomi Indonesia sedang baik-baik saja dan terus bertum­buh. “Lebih percaya Pemerintah apa pelaku usaha,” tanya @Aar.

Menurut @Nooseta_bakti, karyawan Indosat tidak seperti di PHK, tapi dapat pensiunan. Pesangon mereka besar sekali dan bisa buat hidup kalau pintar bikin usaha.

“Masalahnya tidak semua orang pintar bikin usaha, sehingga yang di-PHK tetap harus waspada,” timpal @Saban_Ray.

Akun @Abidinkadir meminta Pemerintah segera mengambil kebijakan terkait fenomena PHK. Apalagi, masih terdampak akibat pandemi Covid-19. Belum lagi, permasalahan penegakan hukum yang karut-marut.

“Bersyukur sudah diberikan pekerjaan sampai saat ini, di tengah berita badai PHK yang dilakukan perusahaan lain,” kata @Dedi_t10.

Sementara, @Ibnu tidak memper­masalahkan badai PHK di Indonesia. Dia meminta seluruh karyawan yang dirumahkan menerima apa adanya. PHK terjadi salah satu alasannya karena kinerja karyawan. “Itu buruh yang suka demo dan tidak produktif serta bikin macet jalan raya tidak sekalian di-PHK,” usul @ Harun. [TIF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories