Yakinlah, Habis Gelap Pandemi Akan Terbitlah Terang .

Memperingati Hari Kartini, peran perempuan di dalam keluarga begitu besar di tengah pandemi saat ini. Bahkan berdasar­kan survei, perempuan cenderung mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan melakukan tindakan pencegahan ketimbang pria.

Satgas.relawan mengunggah meme siluet be­berapa wanita yang di kelilingi beberapa bunga. Dia menyebutkan peran perempuan di masa pandemi versi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Yaitu, mengedukasi anggota keluarga dalam mencegah penularan Covid-19, pengingat prokes, pengatur siklus keuangan keluarga, penggerak ekonomi keluarga dan berperan dalam membangun kualitas keluarga dengan menanamkan nilai-nilai dalam keluarga.

“Hal yang sungguh luar biasa ya, sekali lagi. Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan di Indonesia,” ujar satgas.relawan.

Akun @baristandsmd mendorong perem­puan Indonesia mengambil spirit RA Kartini. Pandemi bukanlah penghalang untuk meng­gapai mimpi menjadi perempuan hebat.

“Jadilah wanita hebat. Buat mimpimu tetap besar dan bekerja keras untuk meraihnya,” kata dia.

Menurut Kemenkes RI, #KartiniMasaKini adalah wanita yang berjuang bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya, untuk terus berjuang melawan pandemi Covid-19. Yaitu, dengan senantiasa menjalankan prokes 3M.

“Terus nyalakan semangat RAKartini dalam melawan pandemi Covid,” saut @ provjateng.

Akun @dinkesjateng menyambung. Kata dia, sebagai Kartini di era masa kini, perem­puan Indonesia harus mampu meningkatkan perannya dalam berkarya, bermartabat untuk keluarga dengan penerapan prokes, dan ber­juang walau di masa pandemi.

“Ayo kartini muda, tegakkan semangat da­lam membantu melawan pandemi,” ajak dia.

 

“Semoga dalam gelap pandemi ini, ada terang yang menyambut perjuangan kita. Bersama kita bisa wujudkan kesehatan pulih, ekonomi bangkit. Tetap disiplin prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan dan men­jaga jarak) dan sukseskan vaksinasi Covid-19,” ujar @lawancovid19_id.

Akun @eagle_award mendorong para perempuan Indonesia untuk meneruskan semangat Kartini dengan memberikan kon­tribusi kepada Indonesia. Terutama di masa pandemi.

“Salah satunya dengan tetap menerapkan prokes, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata dia.

Ajakan serupa dilontarkan @Egu_sume­dang. Dia berharap para perempuan agar menjadikan spirit perjuangan dan kesetaraan RA Kartini untuk membangun kekuatan dan kepedulian kepada sesama.

“RA Kartini memang telah pergi. Tapi ide dan gagasannya tak akan pernah mati, terus menjadi spirit dan inspirasi,” kata dia.

Endless Journey juga memberikan semangat kepada perempuan yang tengah berjuang di masa pandemi Covid-19. Kata dia, tetaplah yakin bahwa habis gelap (akan) terbitlah terang.

Menurut @DKPKP jakarta, di masa pandemi Covid-19 ini sangat dibutuhkan semangat untuk tetap bertahan. Seperti kutipan RA Kartini yang menyebut, “Terkadang kesulitan harus kamu rasakan terlebih dahulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.”

Akun @pln_jabar mengapresiasi seluruh perempuan tangguh di tengah pandemi. Kata dia, menjadi seorang perempuan akan menjadi tantangan tersendiri jika bergerak dan berkarya di tengah ruang yang memang didominasi oleh kaum lelaki. “Perempuan setara meski tidak sama,” katanya.

Akun @muhammadasrul91 berharap negara hadir dalam menyelesaikan problem stunt­ing, kekerasan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Termasuk kurangnya lapangan pekerjaan bagi perempuan. “Banyak pekerja perempuan yang di-PHK akibat pan­demi Covid-19,” kata dia. [TIF]

]]> .
Memperingati Hari Kartini, peran perempuan di dalam keluarga begitu besar di tengah pandemi saat ini. Bahkan berdasar­kan survei, perempuan cenderung mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan melakukan tindakan pencegahan ketimbang pria.

Satgas.relawan mengunggah meme siluet be­berapa wanita yang di kelilingi beberapa bunga. Dia menyebutkan peran perempuan di masa pandemi versi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Yaitu, mengedukasi anggota keluarga dalam mencegah penularan Covid-19, pengingat prokes, pengatur siklus keuangan keluarga, penggerak ekonomi keluarga dan berperan dalam membangun kualitas keluarga dengan menanamkan nilai-nilai dalam keluarga.

“Hal yang sungguh luar biasa ya, sekali lagi. Selamat Hari Kartini untuk seluruh perempuan di Indonesia,” ujar satgas.relawan.

Akun @baristandsmd mendorong perem­puan Indonesia mengambil spirit RA Kartini. Pandemi bukanlah penghalang untuk meng­gapai mimpi menjadi perempuan hebat.

“Jadilah wanita hebat. Buat mimpimu tetap besar dan bekerja keras untuk meraihnya,” kata dia.

Menurut Kemenkes RI, #KartiniMasaKini adalah wanita yang berjuang bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya, untuk terus berjuang melawan pandemi Covid-19. Yaitu, dengan senantiasa menjalankan prokes 3M.

“Terus nyalakan semangat RAKartini dalam melawan pandemi Covid,” saut @ provjateng.

Akun @dinkesjateng menyambung. Kata dia, sebagai Kartini di era masa kini, perem­puan Indonesia harus mampu meningkatkan perannya dalam berkarya, bermartabat untuk keluarga dengan penerapan prokes, dan ber­juang walau di masa pandemi.

“Ayo kartini muda, tegakkan semangat da­lam membantu melawan pandemi,” ajak dia.

 

“Semoga dalam gelap pandemi ini, ada terang yang menyambut perjuangan kita. Bersama kita bisa wujudkan kesehatan pulih, ekonomi bangkit. Tetap disiplin prokes 3M (memakai masker, mencuci tangan dan men­jaga jarak) dan sukseskan vaksinasi Covid-19,” ujar @lawancovid19_id.

Akun @eagle_award mendorong para perempuan Indonesia untuk meneruskan semangat Kartini dengan memberikan kon­tribusi kepada Indonesia. Terutama di masa pandemi.

“Salah satunya dengan tetap menerapkan prokes, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata dia.

Ajakan serupa dilontarkan @Egu_sume­dang. Dia berharap para perempuan agar menjadikan spirit perjuangan dan kesetaraan RA Kartini untuk membangun kekuatan dan kepedulian kepada sesama.

“RA Kartini memang telah pergi. Tapi ide dan gagasannya tak akan pernah mati, terus menjadi spirit dan inspirasi,” kata dia.

Endless Journey juga memberikan semangat kepada perempuan yang tengah berjuang di masa pandemi Covid-19. Kata dia, tetaplah yakin bahwa habis gelap (akan) terbitlah terang.

Menurut @DKPKP jakarta, di masa pandemi Covid-19 ini sangat dibutuhkan semangat untuk tetap bertahan. Seperti kutipan RA Kartini yang menyebut, “Terkadang kesulitan harus kamu rasakan terlebih dahulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu.”

Akun @pln_jabar mengapresiasi seluruh perempuan tangguh di tengah pandemi. Kata dia, menjadi seorang perempuan akan menjadi tantangan tersendiri jika bergerak dan berkarya di tengah ruang yang memang didominasi oleh kaum lelaki. “Perempuan setara meski tidak sama,” katanya.

Akun @muhammadasrul91 berharap negara hadir dalam menyelesaikan problem stunt­ing, kekerasan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Termasuk kurangnya lapangan pekerjaan bagi perempuan. “Banyak pekerja perempuan yang di-PHK akibat pan­demi Covid-19,” kata dia. [TIF]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories