Wukuf Di Arafah Selasa Ini Puasa Arafah Ikut Waktu Indonesia Atau Arab Saudi

<p>Selisih waktu antara Indonesia dengan Arab Saudi membuat perbedaan penetapan tanggal Dzulhijjah. Perbedaan ini memunculkan pertanyaan soal tanggal pelaksanaan puasa Arafah, ikut Arab Saudi atau keputusan pemerintah Indonesia?</p>

<p>Di Arab Saudi, wukuf di Arafah akan&nbsp; berlangsung hari Selasa (27/6). Seluruh jemaah haji khususnya asal Indonesia telah diberangkatkan secara bertahap dari pagi hingga malam tadi, Senin (26/6) untuk wukuf di Arafah.</p>

<p>Kementerian Agama (Kemenag) memastikan seluruh jemaah haji sudah tiba di Arab Saudi. Hingga Sabtu (24/6), data Kemenag menyebutkan bahwa total jemaah haji yang sudah tiba di Tanah Suci hingga Sabtu (24/6) lalu berjumlah 209.782 orang atau 558 kelompok terbang.</p>

<p>Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin dalam keterangan persnya di Media Center Haji (PPIH) Pusat Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta mengatakan fasilitas di Arafah, termasuk di Muzdalifah dan Mina sudah siap menampung semua jemaah haji asal Indonesia.</p>

<p>&quot;Sudah ditinjau dan dicek langsung oleh Menteri Agama,&rdquo; kata Akhmad, dalam keterangan persnya, Minggu (25/6) lalu.</p>

<p>Pelaksanaan wukuf di Arafah bertepatan dengan hari puasa Arafah, yakni 9 Dzulhijjah. Sementara di Indonesia, Kemenag sudah menetapkan bahwa tanggal 9 Dzulhijjah jatuh pada Rabu (28/6). Berbeda dengan ketetapan pemerintah Arab Saudi, yang jatuh pada hari Selasa (27/6).</p>

<p>Lalu kapan hari yang tepat untuk melaksanakan puasa Arafah? Hari Selasa atau Hari Rabu?</p>

<p>KH Yahya Zainul Ma&rsquo;arif atau dikenal dengan sapaan Buya Yahya menjelaskan bahwa dalam jumhur ulama selain mazhab Imam Syafi&rsquo;i terdapat Ittihadul Mathla'.&nbsp;</p>

<p>Ittihadul Mathla&rsquo; adalah persatuan tempat melihat hilal tanpa dibatasi oleh perbedaan geografis dan batas daerah kekuasaan.</p>

<p>&ldquo;Maksudnya gini, kita boleh saja kalau seandainya Arafah ngikut yang di Makkah karena Ittihadul Mathla' bisa saja 1 Dzulhijah-nya dilihat di Makkah, maka tanggal 9-nya juga mengikuti Makkah, boleh,&rdquo; kata Buya Yahya dikutip dari tayangan YouTube Al Bahjah TV, Senin (26/6).</p>

<p>Di sisi lain, dalam mazhab Imam Syafi&rsquo;i dikenal Ikhtilaful Mathali. Artinya, umat Islam berpuasa sesuai tanggal di masing-masing wilayahnya.</p>

<p>&ldquo;Dua-duanya boleh. Akan tetapi, ketahuilah kaidah besar yang dihadirkan para ulama hukmul hakim yarfa'ul khilaf, negara memutuskan kaya gimana,&rdquo; jelas Buya Yahya.</p> <p>Selisih waktu antara Indonesia dengan Arab Saudi membuat perbedaan penetapan tanggal Dzulhijjah. Perbedaan ini memunculkan pertanyaan soal tanggal pelaksanaan puasa Arafah, ikut Arab Saudi atau keputusan pemerintah Indonesia?</p>

<p>Di Arab Saudi, wukuf di Arafah akan&nbsp; berlangsung hari Selasa (27/6). Seluruh jemaah haji khususnya asal Indonesia telah diberangkatkan secara bertahap dari pagi hingga malam tadi, Senin (26/6) untuk wukuf di Arafah.</p>

<p>Kementerian Agama (Kemenag) memastikan seluruh jemaah haji sudah tiba di Arab Saudi. Hingga Sabtu (24/6), data Kemenag menyebutkan bahwa total jemaah haji yang sudah tiba di Tanah Suci hingga Sabtu (24/6) lalu berjumlah 209.782 orang atau 558 kelompok terbang.</p>

<p>Juru Bicara PPIH Pusat Akhmad Fauzin dalam keterangan persnya di Media Center Haji (PPIH) Pusat Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta mengatakan fasilitas di Arafah, termasuk di Muzdalifah dan Mina sudah siap menampung semua jemaah haji asal Indonesia.</p>

<p>&quot;Sudah ditinjau dan dicek langsung oleh Menteri Agama,&rdquo; kata Akhmad, dalam keterangan persnya, Minggu (25/6) lalu.</p>

<p>Pelaksanaan wukuf di Arafah bertepatan dengan hari puasa Arafah, yakni 9 Dzulhijjah. Sementara di Indonesia, Kemenag sudah menetapkan bahwa tanggal 9 Dzulhijjah jatuh pada Rabu (28/6). Berbeda dengan ketetapan pemerintah Arab Saudi, yang jatuh pada hari Selasa (27/6).</p>

<p>Lalu kapan hari yang tepat untuk melaksanakan puasa Arafah? Hari Selasa atau Hari Rabu?</p>

<p>KH Yahya Zainul Ma&rsquo;arif atau dikenal dengan sapaan Buya Yahya menjelaskan bahwa dalam jumhur ulama selain mazhab Imam Syafi&rsquo;i terdapat Ittihadul Mathla'.&nbsp;</p>

<p>Ittihadul Mathla&rsquo; adalah persatuan tempat melihat hilal tanpa dibatasi oleh perbedaan geografis dan batas daerah kekuasaan.</p>

<p>&ldquo;Maksudnya gini, kita boleh saja kalau seandainya Arafah ngikut yang di Makkah karena Ittihadul Mathla' bisa saja 1 Dzulhijah-nya dilihat di Makkah, maka tanggal 9-nya juga mengikuti Makkah, boleh,&rdquo; kata Buya Yahya dikutip dari tayangan YouTube Al Bahjah TV, Senin (26/6).</p>

<p>Di sisi lain, dalam mazhab Imam Syafi&rsquo;i dikenal Ikhtilaful Mathali. Artinya, umat Islam berpuasa sesuai tanggal di masing-masing wilayahnya.</p>

<p>&ldquo;Dua-duanya boleh. Akan tetapi, ketahuilah kaidah besar yang dihadirkan para ulama hukmul hakim yarfa'ul khilaf, negara memutuskan kaya gimana,&rdquo; jelas Buya Yahya.</p>.

Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories