Wisuda Virtual Semester 113, Rektor UNJ Ingatkan Keluhuran Akhlak

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Wisuda Virtual Tahun Akademik 2020/2021 untuk semester ganjil 113, Sabtu (10/4). Sebelumnya, Wisuda Virtual semester 111 dan semester 112 sudah diselenggarakan pada 2020 dan berjalan dengan sukses serta mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Wisuda Virtual semester 113 ini mengangkat tema “Membangun Keadaban Masyarakat Digital dengan Pedagogi Transformatif-Rawamangun”. Tema ini diangkat dalam rangka meneguhkan identitas UNJ dalam menghadapi tantangan era disrupsi serta dunia pasca pandemi Covid-19.

Di acara ini, UNJ mewisuda 2.187 lulusan yang berasal dari Program Ahli Madya (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3). Rinciannya, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) 314 wisudawan, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) 237 wisudawan, Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) 218 wisudawan, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) 200 wisudawan, Fakultas Teknik (FT) 326 wisudawan, Fakultas Ilmu Keolahragaan 247 wisudawan, Fakultas Ekonomi (FE) 232 wisudawan, Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) 67 wisudawan, dan Pascasarjana 346 wisudawan.

Walaupun dilakukan secara virtual, Wisuda semester 113 dapat diselenggarakan dengan baik, penuh khidmat dan semarak. Pada ini UNJ kembali menggunakan robot yang dibuat sendiri oleh Tim Komunitas Robotik Fakultas Teknik. Karya mahasiswa dan dosen UNJ ini menunjukkan kreativitas dan inovasi yang baik di bidang robotik.

Pada wisuda kali ini, UJN turut mengundang Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Ketua Komite III DPD Sylviana Murni, Ketua Wantimpres Wiranto, dan Ketua KOI Raja Sapta Oktohari, Para Rektor dari 12 LPTK dan perguruan tinggi lainnya, para Dewan Penyantun Universitas Negeri Jakarta, para Dewan Pengawas Universitas Negeri Jakarta, dan para mitra kerja sama. Keynote Speaker Orasi Ilmiah Prof Eko Indrajit.

Rektor UNJ Prof Komarudin menyampaikan, sejalan dengan asa untuk meneguhkan identitas dan mencapai visi kampus yang bereputasi di Kawasan Asia, UNJ terus memantapkan diri. Seperti, meraih predikat Unggul di awal 2021 dari BANPT. Kemudia, memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kemitraan dengan KBRI di negara-negara Afrika, Australia, Asia, dan Eropa.

Lalu, internasionalisasi akreditasi program studi. Selanjutnya, PKM internasional di Riyadh, Arab Saudi. “Pencapaian ini merupakan parameter bahwa kita bersungguh-sungguh untuk membawa UNJ menuju kebangkitannya. Dari sisi kemahasiswaan, pada periode 2020, sebanyak 510 mahasiswa meraih prestasi terbaiknya di level nasional dan internasional. Sementara itu, pada periode Januari-Maret 2021, ada 96 mahasiswa yang telah menorehkan prestasi yang membanggakan untuk UNJ di kancah nasional dan internasional,” jelasnya.

Komarudin menambahkan, tugas pendidikan sesungguhnya adalah membangun akhlak-keadaban. Hal ini harus diposisikan di atas ilmu pengetahuan dan teknologi. Terlebih dalam menghadapi era disrupsi dan dunia pasca pandemi Covid-19.

“Semoga dengan kesarjanaan yang diraih dan dikukuhkan hari ini, semakin menguat keluhuran akhlak kita, semakin kuat dalam membela kaum yang lemah-membutuhkan, semakin mencerdaskan, dan memartabatkan bangsa. Inilah DNA UNJ, DNA Pedagogi Transformatif-Rawamangun. Semoga Allah SWT meridhai niat dan langkah kita memajukan UNJ menuju kampus yang bereputasi di Kawasan Asia,” ungkap Komarudin. [KW]

]]> Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar Wisuda Virtual Tahun Akademik 2020/2021 untuk semester ganjil 113, Sabtu (10/4). Sebelumnya, Wisuda Virtual semester 111 dan semester 112 sudah diselenggarakan pada 2020 dan berjalan dengan sukses serta mematuhi protokol kesehatan yang ada.

Wisuda Virtual semester 113 ini mengangkat tema “Membangun Keadaban Masyarakat Digital dengan Pedagogi Transformatif-Rawamangun”. Tema ini diangkat dalam rangka meneguhkan identitas UNJ dalam menghadapi tantangan era disrupsi serta dunia pasca pandemi Covid-19.

Di acara ini, UNJ mewisuda 2.187 lulusan yang berasal dari Program Ahli Madya (D3), Sarjana (S1), Magister (S2), hingga Doktoral (S3). Rinciannya, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) 314 wisudawan, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) 237 wisudawan, Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) 218 wisudawan, Fakultas Ilmu Sosial (FIS) 200 wisudawan, Fakultas Teknik (FT) 326 wisudawan, Fakultas Ilmu Keolahragaan 247 wisudawan, Fakultas Ekonomi (FE) 232 wisudawan, Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) 67 wisudawan, dan Pascasarjana 346 wisudawan.

Walaupun dilakukan secara virtual, Wisuda semester 113 dapat diselenggarakan dengan baik, penuh khidmat dan semarak. Pada ini UNJ kembali menggunakan robot yang dibuat sendiri oleh Tim Komunitas Robotik Fakultas Teknik. Karya mahasiswa dan dosen UNJ ini menunjukkan kreativitas dan inovasi yang baik di bidang robotik.

Pada wisuda kali ini, UJN turut mengundang Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda, Ketua Komite III DPD Sylviana Murni, Ketua Wantimpres Wiranto, dan Ketua KOI Raja Sapta Oktohari, Para Rektor dari 12 LPTK dan perguruan tinggi lainnya, para Dewan Penyantun Universitas Negeri Jakarta, para Dewan Pengawas Universitas Negeri Jakarta, dan para mitra kerja sama. Keynote Speaker Orasi Ilmiah Prof Eko Indrajit.

Rektor UNJ Prof Komarudin menyampaikan, sejalan dengan asa untuk meneguhkan identitas dan mencapai visi kampus yang bereputasi di Kawasan Asia, UNJ terus memantapkan diri. Seperti, meraih predikat Unggul di awal 2021 dari BANPT. Kemudia, memperluas jejaring kerja sama internasional melalui kemitraan dengan KBRI di negara-negara Afrika, Australia, Asia, dan Eropa.

Lalu, internasionalisasi akreditasi program studi. Selanjutnya, PKM internasional di Riyadh, Arab Saudi. “Pencapaian ini merupakan parameter bahwa kita bersungguh-sungguh untuk membawa UNJ menuju kebangkitannya. Dari sisi kemahasiswaan, pada periode 2020, sebanyak 510 mahasiswa meraih prestasi terbaiknya di level nasional dan internasional. Sementara itu, pada periode Januari-Maret 2021, ada 96 mahasiswa yang telah menorehkan prestasi yang membanggakan untuk UNJ di kancah nasional dan internasional,” jelasnya.

Komarudin menambahkan, tugas pendidikan sesungguhnya adalah membangun akhlak-keadaban. Hal ini harus diposisikan di atas ilmu pengetahuan dan teknologi. Terlebih dalam menghadapi era disrupsi dan dunia pasca pandemi Covid-19.

“Semoga dengan kesarjanaan yang diraih dan dikukuhkan hari ini, semakin menguat keluhuran akhlak kita, semakin kuat dalam membela kaum yang lemah-membutuhkan, semakin mencerdaskan, dan memartabatkan bangsa. Inilah DNA UNJ, DNA Pedagogi Transformatif-Rawamangun. Semoga Allah SWT meridhai niat dan langkah kita memajukan UNJ menuju kampus yang bereputasi di Kawasan Asia,” ungkap Komarudin. [KW]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories