WHO: Tak Ada Alasan Hentikan Penggunaan Vaksin AstraZeneca .

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) angkat bicara soal ketakutan sejumlah negara, terhadap penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Asal tahu saja, saat ini, negara-negara seperti Bulgaria, Denmark, dan Norwegia menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca, setelah muncul laporan bahwa vaksin tersebut dapat memicu pembekuan darah.

“Tak ada hubungan antara suntikan vaksin dengan peningkatan risiko pembekuan darah. AstraZeneca adalah vaksin yang bagus. Tak ada alasan untuk tidak melanjutkan penggunaan vaksin tersebut,” jelas Juru Bicara WHO Margaret Harris, seperti dilansir BBC, Jumat (12/3).

Saat ini, 5 juta warga Eropa telah menerima vaksin AstraZeneca. Dari total angka tersebut, muncul 30 laporan kasus thrombembolics event atau indikasi pembekuan darah di Eropa. Sementara di Italia, seorang pria berusia 50 tahun meninggal dunia dengan gejala deep vein thrombosis atau pembekuan darah di vena dalam. 

“WHO tetap menindaklanjuti laporan-laporan tersebut, terutama seputar masalah keamanan vaksin. Tapi, perlu diketahui, tak ada hubungan sebab akibat antara vaksinasi dan masalah kesehatan yang dilaporkan,” terang Harris.

Langkah Bulgaria menyetop sementara penggunaan vaksin AstraZeneca diikuti oleh Denmark, Islandia, Norwegia, dan Thailand. Sementara Italia dan Austria berhenti menggunakan batch tertentu vaksin AstraZeneca, sebagai tindakan antisipatif.

“Saya meminta penggunaan vaksin AstraZeneca dihentikan, sampai Regulator Obat-obatan Uni Eropa (EMA) memastikan vaksin tersebut aman,” kata Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov.

Sebelumnya, EMA mengatakan, tak ada indikasi vaksin dapat menyebabkan pembekuan darah.

Terkait hal ini, AstraZeneca mengatakan, keamanan vaksin telah dipelajari secara ekstensif dalam tahapan uji klinis.

Negara-negara seperti Inggris, Jerman, Australia dan Meksiko tak terganggu oleh isu tersebut. Mereka tetap melanjutkan program vaksinasi mereka, dengan menggunakan vaksin AstraZeneca. [HES]

]]> .
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) angkat bicara soal ketakutan sejumlah negara, terhadap penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Asal tahu saja, saat ini, negara-negara seperti Bulgaria, Denmark, dan Norwegia menghentikan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca, setelah muncul laporan bahwa vaksin tersebut dapat memicu pembekuan darah.

“Tak ada hubungan antara suntikan vaksin dengan peningkatan risiko pembekuan darah. AstraZeneca adalah vaksin yang bagus. Tak ada alasan untuk tidak melanjutkan penggunaan vaksin tersebut,” jelas Juru Bicara WHO Margaret Harris, seperti dilansir BBC, Jumat (12/3).

Saat ini, 5 juta warga Eropa telah menerima vaksin AstraZeneca. Dari total angka tersebut, muncul 30 laporan kasus thrombembolics event atau indikasi pembekuan darah di Eropa. Sementara di Italia, seorang pria berusia 50 tahun meninggal dunia dengan gejala deep vein thrombosis atau pembekuan darah di vena dalam. 

“WHO tetap menindaklanjuti laporan-laporan tersebut, terutama seputar masalah keamanan vaksin. Tapi, perlu diketahui, tak ada hubungan sebab akibat antara vaksinasi dan masalah kesehatan yang dilaporkan,” terang Harris.

Langkah Bulgaria menyetop sementara penggunaan vaksin AstraZeneca diikuti oleh Denmark, Islandia, Norwegia, dan Thailand. Sementara Italia dan Austria berhenti menggunakan batch tertentu vaksin AstraZeneca, sebagai tindakan antisipatif.

“Saya meminta penggunaan vaksin AstraZeneca dihentikan, sampai Regulator Obat-obatan Uni Eropa (EMA) memastikan vaksin tersebut aman,” kata Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borisov.

Sebelumnya, EMA mengatakan, tak ada indikasi vaksin dapat menyebabkan pembekuan darah.

Terkait hal ini, AstraZeneca mengatakan, keamanan vaksin telah dipelajari secara ekstensif dalam tahapan uji klinis.

Negara-negara seperti Inggris, Jerman, Australia dan Meksiko tak terganggu oleh isu tersebut. Mereka tetap melanjutkan program vaksinasi mereka, dengan menggunakan vaksin AstraZeneca. [HES]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories