WHO Sudah Tak Rekomendasikan Pemanis Buatan Ini 4 Potensi Bahayanya

<p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini tak merekomendasikan penggunaan pemanis buatan sebagai pengganti gula. Karena dalam jangka panjang, pemanis buatan dapat meningkatkan risiko obesitas dan berbagai penyakit lainnya.</p>

<p>Rekomendasi ini disampaikan WHO, berdasarkan 283 studi mengenai dampak pemanis buatan bagi kesehatan anak, orang dewasa, ibu hamil, hingga populasi umum.</p>

<p>Bagi sebagian orang, kabar ini cukup mengejutkan. Karena selama ini,&nbsp;banyak yang menganggap pemanis buatan dapat menggantikan gula, sebagai bagian dari pola hidup sehat. Seperti menurunkan berat badan, serta menurunkan risiko berbagai penyakit semisal diabetes atau hipertensi.</p>

<p>Sebetulnya, apa sih pemanis buatan itu?&nbsp;</p>

<p>Lewat akun Instagramnya, dr. Adam Prabata menjelaskan, pemanis buatan adalah pemanis yang dapat menggantikan gula, dengan kalori rendah atau nol.&nbsp;</p>

<p>Contohnya <em>aspartame</em>, <em>saccharin</em>, <em>sucralose</em>, dan <em>cyclamate</em>.</p>

<p>Mengutip WHO, dr. Adam Prabata memaparkan, penggunaan pemanis buatan dapat meningkatkan risiko tercetusnya empat jenis penyakit. Berikut rinciannya:</p>

<p><strong>1. Obesitas</strong></p>

<p>Orang yang banyak mengonsumsi pemanis buatan, memiliki risiko terkena obesitas hingga 74 persen, dibanding mereka yang tidak mengonsumsi.</p>

<p>&quot;Tidak ada penurunan berat badan yang signifikan, terhadap orang yang mengonsumsi pemanis buatan,&quot; ujar dr. Adam.</p>

<p><strong>2. Diabetes</strong></p>

<p>Orang yang mengonsumsi pemanis buatan dalam jangka panjang, menaikkan risiko terkena diabetes hingga 23-34 persen.</p>

<p><strong>3. Penyakit Jantung</strong></p>

<p>Risiko penyakit jantung terhadap orang yang mengonsumsi pemanis buatan dalam jangka panjang, melonjak hingga 32 persen.</p>

<p><strong>4. Stroke</strong></p>

<p>Dalam jangka panjang, orang yang mengonsumsi pemanis buatan memiliki potensi stroke 19 persen lebih tinggi, dibanding mereka yang tidak mengonsumsi. ■</p> <p>Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kini tak merekomendasikan penggunaan pemanis buatan sebagai pengganti gula. Karena dalam jangka panjang, pemanis buatan dapat meningkatkan risiko obesitas dan berbagai penyakit lainnya.</p>

<p>Rekomendasi ini disampaikan WHO, berdasarkan 283 studi mengenai dampak pemanis buatan bagi kesehatan anak, orang dewasa, ibu hamil, hingga populasi umum.</p>

<p>Bagi sebagian orang, kabar ini cukup mengejutkan. Karena selama ini,&nbsp;banyak yang menganggap pemanis buatan dapat menggantikan gula, sebagai bagian dari pola hidup sehat. Seperti menurunkan berat badan, serta menurunkan risiko berbagai penyakit semisal diabetes atau hipertensi.</p>

<p>Sebetulnya, apa sih pemanis buatan itu?&nbsp;</p>

<p>Lewat akun Instagramnya, dr. Adam Prabata menjelaskan, pemanis buatan adalah pemanis yang dapat menggantikan gula, dengan kalori rendah atau nol.&nbsp;</p>

<p>Contohnya <em>aspartame</em>, <em>saccharin</em>, <em>sucralose</em>, dan <em>cyclamate</em>.</p>

<p>Mengutip WHO, dr. Adam Prabata memaparkan, penggunaan pemanis buatan dapat meningkatkan risiko tercetusnya empat jenis penyakit. Berikut rinciannya:</p>

<p><strong>1. Obesitas</strong></p>

<p>Orang yang banyak mengonsumsi pemanis buatan, memiliki risiko terkena obesitas hingga 74 persen, dibanding mereka yang tidak mengonsumsi.</p>

<p>&quot;Tidak ada penurunan berat badan yang signifikan, terhadap orang yang mengonsumsi pemanis buatan,&quot; ujar dr. Adam.</p>

<p><strong>2. Diabetes</strong></p>

<p>Orang yang mengonsumsi pemanis buatan dalam jangka panjang, menaikkan risiko terkena diabetes hingga 23-34 persen.</p>

<p><strong>3. Penyakit Jantung</strong></p>

<p>Risiko penyakit jantung terhadap orang yang mengonsumsi pemanis buatan dalam jangka panjang, melonjak hingga 32 persen.</p>

<p><strong>4. Stroke</strong></p>

<p>Dalam jangka panjang, orang yang mengonsumsi pemanis buatan memiliki potensi stroke 19 persen lebih tinggi, dibanding mereka yang tidak mengonsumsi. ■</p>.

Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories