Waspadai Gelombang Kedua Covid-19, BUMN HJS Gelar Webinar Kesehatan Keluarga

BUMN Holding Jasa Survei (HJS) melaksanakan webinar kesehatan dengan tema “Tetap Sehat dan Selamat, Hadapi Gelombang Kedua Covid-19”, Sabtu (10/7). Sosialisasi ini merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19 gelombang kedua. 

Webinar ini dihadiri Direktur Utama PT BKI (Persero) Rudiyanto, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) M Haris Witjaksono, jajaran komisaris, jajaran direksi ketiga BUMN, dan para undangan serta keluarga. Sekitar 1.500 peserta antusias mengikuti kegiatan sharing dari dr Donny M Shalahuddin dan dr Kartika Ningrum Muchtar, yang dipandu Ketua Health Safety Environment (HSE) Response Team dan Vice President Sucofindo, Susetiorini Adiningsih yang bertindak sebagai moderator pada webinar ini.  

“Dampak dari penyebaran virus Corona ini membuat Kementerian BUMN menginstruksikan kepada seluruh BUMN untuk melakukan tindakan pencegahan demi menekan dampak yang ditimbulkan. Webinar ini akan membantu pegawai, tamu undangan, dan keluarganya untuk mendapatkan update terkini mengenai penyebaran virus Corona dan cara pencegahannya dari sumber yang terpercaya,” pesan Rudiyanto.

Mas Wigrantoro menyatakan, penyebarannya Corona ini cukup cepat dengan telah memakan banyak korban. Tidak bisa dihindari bahwa penyebarannya dibarengi hoaks yang tersebar di channel-channel komunikasi. 

“Jangan sampai penyebaran hoaks ini lebih cepat daripada berita yang seharusnya kita percaya kebenarannya. Informasi yang salah dapat menggiring kita kepada tindakan yang tidak benar. Lindungi diri kita dan keluarga dengan tidak mempercayai hoaks!” imbau Mas Wigrantoro.

Selain melaksanakan webinar, sebagai upaya pencegahan Corona, ketiga BUMN HJS juga telah melakukan vaksinasi kepada pegawai dan orang tua yang merupakan kelompok prioritas di sentra vaksinasi yang tersebar di kota-kota di Indonesia.  

 

M Haris Witjaksono menambahkan, penyebaran Corona di gelombang kedua ini terasa berbeda dari gelombang pertama. Lebih banyak korban dan sangat cepat. 

“Hari ini kita mencoba mengingatkan kembali kepada seluruh Insan HJS dan keluarga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan walaupun telah melaksanakan vaksinasi. Vaksinasi tanpa penerapan protokol kesehatan atau sebaliknya bisa berakibat fatal. Jangan lupa pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, jaga kesehatan dan vaksinasi,” pesan M Haris.

Dalam paparannya, dr. Donny menjelaskan, penyebaran Corona gelombang kedua ini sangat cepat dan angka kematian meningkat signifikan. Hal ini disebabkan adanya mutasi virus dan juga pergerakan masyarakat tanpa memperhatikan protokol kesehatan. “Jadi, kombinasi pergerakan manusia dengan varian baru menyebabkan angka kematian yang sangat signifikan,” jelasnya.

Dalam penanganan, dr. Kartika menerangkan, isolasi mandiri hanya dapat dilakukan orang tanpa gejala atau gejala ringan. Harus diperhatikan bahwa ventilasi ruangan juga sangat penting untuk mengatur sirkulasi udara. Ruangan yang tertutup menyebabkan virus yang aktif lebih cepat menular ke penghuni lainnya. 

“Alat yang penting untuk disediakan antara lain termometer untuk mengetahui suhu tubuh dan oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen. Perlu untuk melakukan beberapa kegiatan seperti berjemur dan berolahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh. Isolasi mandiri sebaiknya menghindari untuk tidak keluar dari dalam ruangan yang telah ditentukan,” terangnya. [KW]

]]> BUMN Holding Jasa Survei (HJS) melaksanakan webinar kesehatan dengan tema “Tetap Sehat dan Selamat, Hadapi Gelombang Kedua Covid-19”, Sabtu (10/7). Sosialisasi ini merupakan salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19 gelombang kedua. 

Webinar ini dihadiri Direktur Utama PT BKI (Persero) Rudiyanto, Direktur Utama PT Sucofindo (Persero) Mas Wigrantoro Roes Setiyadi, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) M Haris Witjaksono, jajaran komisaris, jajaran direksi ketiga BUMN, dan para undangan serta keluarga. Sekitar 1.500 peserta antusias mengikuti kegiatan sharing dari dr Donny M Shalahuddin dan dr Kartika Ningrum Muchtar, yang dipandu Ketua Health Safety Environment (HSE) Response Team dan Vice President Sucofindo, Susetiorini Adiningsih yang bertindak sebagai moderator pada webinar ini.  

“Dampak dari penyebaran virus Corona ini membuat Kementerian BUMN menginstruksikan kepada seluruh BUMN untuk melakukan tindakan pencegahan demi menekan dampak yang ditimbulkan. Webinar ini akan membantu pegawai, tamu undangan, dan keluarganya untuk mendapatkan update terkini mengenai penyebaran virus Corona dan cara pencegahannya dari sumber yang terpercaya,” pesan Rudiyanto.

Mas Wigrantoro menyatakan, penyebarannya Corona ini cukup cepat dengan telah memakan banyak korban. Tidak bisa dihindari bahwa penyebarannya dibarengi hoaks yang tersebar di channel-channel komunikasi. 

“Jangan sampai penyebaran hoaks ini lebih cepat daripada berita yang seharusnya kita percaya kebenarannya. Informasi yang salah dapat menggiring kita kepada tindakan yang tidak benar. Lindungi diri kita dan keluarga dengan tidak mempercayai hoaks!” imbau Mas Wigrantoro.

Selain melaksanakan webinar, sebagai upaya pencegahan Corona, ketiga BUMN HJS juga telah melakukan vaksinasi kepada pegawai dan orang tua yang merupakan kelompok prioritas di sentra vaksinasi yang tersebar di kota-kota di Indonesia.  

 

M Haris Witjaksono menambahkan, penyebaran Corona di gelombang kedua ini terasa berbeda dari gelombang pertama. Lebih banyak korban dan sangat cepat. 

“Hari ini kita mencoba mengingatkan kembali kepada seluruh Insan HJS dan keluarga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan walaupun telah melaksanakan vaksinasi. Vaksinasi tanpa penerapan protokol kesehatan atau sebaliknya bisa berakibat fatal. Jangan lupa pakai masker, jaga jarak, cuci tangan, jaga kesehatan dan vaksinasi,” pesan M Haris.

Dalam paparannya, dr. Donny menjelaskan, penyebaran Corona gelombang kedua ini sangat cepat dan angka kematian meningkat signifikan. Hal ini disebabkan adanya mutasi virus dan juga pergerakan masyarakat tanpa memperhatikan protokol kesehatan. “Jadi, kombinasi pergerakan manusia dengan varian baru menyebabkan angka kematian yang sangat signifikan,” jelasnya.

Dalam penanganan, dr. Kartika menerangkan, isolasi mandiri hanya dapat dilakukan orang tanpa gejala atau gejala ringan. Harus diperhatikan bahwa ventilasi ruangan juga sangat penting untuk mengatur sirkulasi udara. Ruangan yang tertutup menyebabkan virus yang aktif lebih cepat menular ke penghuni lainnya. 

“Alat yang penting untuk disediakan antara lain termometer untuk mengetahui suhu tubuh dan oxymeter untuk mengukur saturasi oksigen. Perlu untuk melakukan beberapa kegiatan seperti berjemur dan berolahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh. Isolasi mandiri sebaiknya menghindari untuk tidak keluar dari dalam ruangan yang telah ditentukan,” terangnya. [KW]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories