Waspada Silent Stone Dikira Sakit Pinggang Biasa Ternyata Batu Ginjal

<p>Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mataram yang juga Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (ITB) dr. Akhada Maulana, Sp.U mengimbau&nbsp;masyarakat, agar tak mengabaikan keluhan pegal di salah satu pinggang.</p>

<p>Jika mengalami kondisi seperti itu, jangan segan periksa ke dokter.</p>

<p>Jangan sampai Anda mengira hanya kecapekan biasa atau salah urat, ternyata mengalami <em>silent</em> <em>stone</em> alias&nbsp;batu ginjal tak bergejala. Setelah dilakukan CT Scan atau USG abdomen, terlihat adanya batu.</p>

<p>Kata dr. Akhada, <em>silent</em> <em>stone</em> dialami oleh orang yang ginjalnya terisi batu berukuran besar atau super besar.</p>

<p>&quot;Saking besarnya, batu di ginjal tersebut tidak bergeser. Juga tidak sumbatan aliran air seni di dalam ginjal, yang mengakibatkan ginjal bengkak. Karena itulah, nyeri pinggang nyaris tidak terasa, atau hanya bergejala ringan,&quot; jelasnya via Twitter.</p>

<p>Kasus <em>silent</em>&nbsp;<i>stone</i>, juga dapat dialami oleh pasien yang ginjalnya tersumbat total oleh batu. Baik itu di dalam ginjal, atau ureter (saluran yang berfungsi mengalirkan urin, dari ginjal ke kandung kemih).</p>

<p>Karena proses terjadinya sumbatan terjadi secara perlahan, dan batu tidak bergerak saat terjadi sumbatan total, maka rasa&nbsp;nyeri nyaris tidak&nbsp;ada.</p>

<p>&quot;Tahu-tahu, ginjal bengkak terisi air seni yang tidak bisa&nbsp;lewat. Tapi kalau batunya kecil, dia akan bergerak ke sana sini. Sehingga, pasien bisa mengalami rasa&nbsp;nyeri. Pada kasus sumbatan yang bersifat akut atau tiba-tiba karena batu, nyerinya bisa&nbsp;hebat sekali,&quot; papar dr. Akhada.</p>

<p>Karena itu, bila ada anggota keluarga atau kerabat&nbsp;terdiagnosis batu ginjal&nbsp;saat <em>check</em> <em>up</em> dan disarankan operasi, dr. Akhada menyarankan agar tindakan tersebut segera dilakukan.</p>

<p>Jika tidak,&nbsp;pasien akan lupa karena tidak&nbsp;ada keluhan nyeri.</p>

<p>Besar kemungkinan,&nbsp;&nbsp;dia baru akan balik ketika&nbsp;ginjal sudah rusak permanen.</p>

<p>&quot;Operasinya berubah menjadi pengangkatan&nbsp;ginjal, tak sekadar mengambil batu,&quot; pungkas dr. Akhada. ■</p> <p>Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Mataram yang juga Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat (ITB) dr. Akhada Maulana, Sp.U mengimbau&nbsp;masyarakat, agar tak mengabaikan keluhan pegal di salah satu pinggang.</p>

<p>Jika mengalami kondisi seperti itu, jangan segan periksa ke dokter.</p>

<p>Jangan sampai Anda mengira hanya kecapekan biasa atau salah urat, ternyata mengalami <em>silent</em> <em>stone</em> alias&nbsp;batu ginjal tak bergejala. Setelah dilakukan CT Scan atau USG abdomen, terlihat adanya batu.</p>

<p>Kata dr. Akhada, <em>silent</em> <em>stone</em> dialami oleh orang yang ginjalnya terisi batu berukuran besar atau super besar.</p>

<p>&quot;Saking besarnya, batu di ginjal tersebut tidak bergeser. Juga tidak sumbatan aliran air seni di dalam ginjal, yang mengakibatkan ginjal bengkak. Karena itulah, nyeri pinggang nyaris tidak terasa, atau hanya bergejala ringan,&quot; jelasnya via Twitter.</p>

<p>Kasus <em>silent</em>&nbsp;<i>stone</i>, juga dapat dialami oleh pasien yang ginjalnya tersumbat total oleh batu. Baik itu di dalam ginjal, atau ureter (saluran yang berfungsi mengalirkan urin, dari ginjal ke kandung kemih).</p>

<p>Karena proses terjadinya sumbatan terjadi secara perlahan, dan batu tidak bergerak saat terjadi sumbatan total, maka rasa&nbsp;nyeri nyaris tidak&nbsp;ada.</p>

<p>&quot;Tahu-tahu, ginjal bengkak terisi air seni yang tidak bisa&nbsp;lewat. Tapi kalau batunya kecil, dia akan bergerak ke sana sini. Sehingga, pasien bisa mengalami rasa&nbsp;nyeri. Pada kasus sumbatan yang bersifat akut atau tiba-tiba karena batu, nyerinya bisa&nbsp;hebat sekali,&quot; papar dr. Akhada.</p>

<p>Karena itu, bila ada anggota keluarga atau kerabat&nbsp;terdiagnosis batu ginjal&nbsp;saat <em>check</em> <em>up</em> dan disarankan operasi, dr. Akhada menyarankan agar tindakan tersebut segera dilakukan.</p>

<p>Jika tidak,&nbsp;pasien akan lupa karena tidak&nbsp;ada keluhan nyeri.</p>

<p>Besar kemungkinan,&nbsp;&nbsp;dia baru akan balik ketika&nbsp;ginjal sudah rusak permanen.</p>

<p>&quot;Operasinya berubah menjadi pengangkatan&nbsp;ginjal, tak sekadar mengambil batu,&quot; pungkas dr. Akhada. ■</p>.

Sumber : Berita Lifestyle, Kuliner, Travel, Kesehatan, Tips .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories