Waspada! Penipuan Berkedok Lowongan Kerja Di Kamboja

Para calon tenaga migran dan WNI yang ingin bekerja di Kamboja, diimbau untuk terlebih dahulu melakukan pengecekan dan keabsahan berbagai perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan di Kamboja. Yakni melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kedutaan Besar Kerajaan Kamboja di Indonesia, serta KBRI Phnom Penh, terutama terkait lokasi dan informasi lowongan pekerjaan yang ditawarkan.

Selain itu, warga diimbau membaca dan memahami kontrak kerja secara teliti, sebelum menerima pekerjaan dan berangkat ke Kamboja.

Bagi para pekerja migran atau WNI yang telah sampai di Kamboja, juga diimbau agar dapat melakukan lapor diri melalui portal https://peduliwni.kemlu.go.id/. Dengan melakukan lapor diri, akan membuat pelayanan dan pelindungan kepada WNI yang berada di luar negeri menjadi lebih optimal.

Imbauan ini disampaikan secara resmi oleh KBRI Phnom Penh melalui RM.id, agar WNI yang mau bekerja di Kamboja bisa lebih berhati-hati. Mengingat pendemi Covid-19 yang masih berlangsung selama lebih dari satu tahun, telah menciptakan banyak pengangguran baru.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh banyak perusahaan bodong (illegal) di luar negeri. Salah satunya di Kamboja, dengan melakukan penipuan berkedok lowongan kerja kepada pekerja migran Indonesia.

Modus yang kerap dilakukan, jelas rilis resmi tersebut, yaitu dengan mengiklankan lowongan pekerjaan melalui media sosial dengan keterangan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang investasi, niaga-el (e-commerce), informasi teknologi (IT), dan sebagainya.

Tentu dengan iming-iming, berupa fasilitasi tiket dan akomodasi gratis, kenaikan gaji secara berkala, serta fasilitas lainnya selama di Kamboja. Acap kali ketika sudah sampai di Kamboja, isi kontrak dan kondisi lingkungan kerja berbeda dengan yang telah ditawarkan. [RSM]

]]> Para calon tenaga migran dan WNI yang ingin bekerja di Kamboja, diimbau untuk terlebih dahulu melakukan pengecekan dan keabsahan berbagai perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan di Kamboja. Yakni melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Kedutaan Besar Kerajaan Kamboja di Indonesia, serta KBRI Phnom Penh, terutama terkait lokasi dan informasi lowongan pekerjaan yang ditawarkan.

Selain itu, warga diimbau membaca dan memahami kontrak kerja secara teliti, sebelum menerima pekerjaan dan berangkat ke Kamboja.

Bagi para pekerja migran atau WNI yang telah sampai di Kamboja, juga diimbau agar dapat melakukan lapor diri melalui portal https://peduliwni.kemlu.go.id/. Dengan melakukan lapor diri, akan membuat pelayanan dan pelindungan kepada WNI yang berada di luar negeri menjadi lebih optimal.

Imbauan ini disampaikan secara resmi oleh KBRI Phnom Penh melalui RM.id, agar WNI yang mau bekerja di Kamboja bisa lebih berhati-hati. Mengingat pendemi Covid-19 yang masih berlangsung selama lebih dari satu tahun, telah menciptakan banyak pengangguran baru.

Kondisi ini dimanfaatkan oleh banyak perusahaan bodong (illegal) di luar negeri. Salah satunya di Kamboja, dengan melakukan penipuan berkedok lowongan kerja kepada pekerja migran Indonesia.

Modus yang kerap dilakukan, jelas rilis resmi tersebut, yaitu dengan mengiklankan lowongan pekerjaan melalui media sosial dengan keterangan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang investasi, niaga-el (e-commerce), informasi teknologi (IT), dan sebagainya.

Tentu dengan iming-iming, berupa fasilitasi tiket dan akomodasi gratis, kenaikan gaji secara berkala, serta fasilitas lainnya selama di Kamboja. Acap kali ketika sudah sampai di Kamboja, isi kontrak dan kondisi lingkungan kerja berbeda dengan yang telah ditawarkan. [RSM]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories