Waspada! Obesitas Berpotensi Perburuk Gejala Covid-19 Lho

Obesitas atau kondisi penumpukan lemak di tu­buh bisa memperburuk keadaan pasien Covid-19. Menghindarinya, jaga pola makan dan rajin olahraga.

Dokter gizi dari Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) Dicky Levenus Tahapary mengingatkan, obesitas terbukti memperparah kondisi se­bagian orang yang positif Covid-19.

“Dalam data kami sekitar 60 persen pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memiliki komor­bid dan obesitas,” katanya dalam diskusi virtual, ke­marin.

Dia mengungkapkan, beberapa kasus obesi­tas dalam masa pandemi terjadi lantaran orang dewasa bekerja dari rumah (WFH). Konsumsi karbohidrat berlebih yang tak disertai olahraga, akhirnya memicu seseorang mengalami peningkatan massa atau kalori tubuh. “Perlu menghindari makan cami­lan secara berlebihan,” sambungnya.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan HISOBI, pasien Covid-19 dengan penyakit obesitas cenderung memiliki risiko sakit yang lebih parah dari pasien dengan berat badan ideal. Direktur Kesehatan Keluarga (Kesga) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Erna Mulati menambahkan, obesitas tidak hanya bisa dialami orang dewasa, tapi juga anak. Soalnya, dalam masa pandemi, anak-anak juga belajar dari rumah. Minim gerak.

Dibutuhkan perhatian lebih orang tua untuk meningkatkan nutrisi anak, dengan menyajikan maka­nan bergizi tinggi. Jangan makanan cepat saji! “Tinjau kembali makanan siap saji yang ada di rumah,” imbau Erna.

Sementara pembicara dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), IGusti Lanang Sidiartha menga­takan, konsumsi minuman manis lebih dari satu gelas sehari dapat memicu 3,2 kali risiko obesitas. Selain itu, konsumsi camilan tinggi meningkatkan risiko obesitas 1,5 kali. “Lemak tubuh berkorelasi negatif dengan kegiatan olahraga dan berkorelasi positif dengan kegiatan nonton TV,” ungkapnya.

Dia menyarankan, antara jam makan siang dan ma­kan malam, minum air putih atau buah. “Jangan siapkan makanan ringan dan soft drink di kulkas,” sarannya. [JAR]

]]> Obesitas atau kondisi penumpukan lemak di tu­buh bisa memperburuk keadaan pasien Covid-19. Menghindarinya, jaga pola makan dan rajin olahraga.

Dokter gizi dari Himpunan Studi Obesitas Indonesia (HISOBI) Dicky Levenus Tahapary mengingatkan, obesitas terbukti memperparah kondisi se­bagian orang yang positif Covid-19.

“Dalam data kami sekitar 60 persen pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) memiliki komor­bid dan obesitas,” katanya dalam diskusi virtual, ke­marin.

Dia mengungkapkan, beberapa kasus obesi­tas dalam masa pandemi terjadi lantaran orang dewasa bekerja dari rumah (WFH). Konsumsi karbohidrat berlebih yang tak disertai olahraga, akhirnya memicu seseorang mengalami peningkatan massa atau kalori tubuh. “Perlu menghindari makan cami­lan secara berlebihan,” sambungnya.

Berdasarkan hasil studi yang dilakukan HISOBI, pasien Covid-19 dengan penyakit obesitas cenderung memiliki risiko sakit yang lebih parah dari pasien dengan berat badan ideal. Direktur Kesehatan Keluarga (Kesga) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Erna Mulati menambahkan, obesitas tidak hanya bisa dialami orang dewasa, tapi juga anak. Soalnya, dalam masa pandemi, anak-anak juga belajar dari rumah. Minim gerak.

Dibutuhkan perhatian lebih orang tua untuk meningkatkan nutrisi anak, dengan menyajikan maka­nan bergizi tinggi. Jangan makanan cepat saji! “Tinjau kembali makanan siap saji yang ada di rumah,” imbau Erna.

Sementara pembicara dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), IGusti Lanang Sidiartha menga­takan, konsumsi minuman manis lebih dari satu gelas sehari dapat memicu 3,2 kali risiko obesitas. Selain itu, konsumsi camilan tinggi meningkatkan risiko obesitas 1,5 kali. “Lemak tubuh berkorelasi negatif dengan kegiatan olahraga dan berkorelasi positif dengan kegiatan nonton TV,” ungkapnya.

Dia menyarankan, antara jam makan siang dan ma­kan malam, minum air putih atau buah. “Jangan siapkan makanan ringan dan soft drink di kulkas,” sarannya. [JAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories