Waspada, Main Tiktok Bisa Bikin Sakit Mental

Dalam kondisi pandemi banyak orang fokus memperhatikan kondisi kesehatan fisik. Tapi jangan lupa, kesehatan mental juga perlu diperhatikan.

Melaksanakan protokol kesehatan salah satunya menjaga jarak dengan di rumah saja itu baik dilakukan di tengah pandemi.

Namun ketika banyak waktu luang di rumah, jangan berlebihan main aplikasi media sosial (Medsos) seperti Tiktok. Perlu diwaspadai, kecanduan bermain Tiktok bisa mengancam kesehatan mental.

Psikolog Klinis dan Forensik, Kasandra Putranto menjelaskan, aplikasi Medsos memang sudah menjadi gaya hidup hampir seluruh masyarakat.

Beberapa aplikasi juga jadi salah satu kebutuhan untuk berkomunikasi saat pandemi. Namun untuk memainkan aplikasi hiburan seperti Tiktok kata dia, cukup sebagai hiburan sejenak atau kebutuhan bisnis.

Jika untuk hiburan semata tapi waktunya terlalu berlebihan sangat tidak disarankan. Apalagi seharian main Medsos, dikhawatirkan kecanduan. Sehingga kondisi mental orang tersebut menjadi terganggu.

“Kalau bermain Tiktok sampai berjam-jam lalu kerjanya setiap hari hanya menonton Tiktok, tentu ini sudah melanggar batas kewajaran,” kata Kasandra saat berbincang dengan RM.id dikutip Minggu (14/3).

Kasandra menegaskan, masyarakat harus memahami bahwa aplikasi hiburan itu harus diposisikan sebagai hiburan.

Artinya dimanfaatkan sesaat untuk rileks dan refreshing. Apalagi dalam pandemi Covid-19 saat banyak masyarakat membatasi kegiatan di luar rumah.

“Sewajarnya secukupnya. Kalau sudah berlebihan nonton terus-terusan bikin joget terus-terusan tentu sudah masuk kategori menyimpang,” tegasnya.

Sekali lagi diingatkan, masyarakat perlu waspadai ini. Bahaya ketika mental sudah terganggu akibat kecanduan Medsos dalam hal ini Tiktok. Menurutnya kecanduan ini akan memicu masalah baru.

Kenapa ? “Karena tugas utamanya bisa tersisihkan. Kewajiban yang harus dijalankan jadi terabaikan itu yang bahaya,” jawab Ikatan Psikolog klinis Indonesia.

Lebih jauh Kasandra menerangkan jika dalam kondisi pandemi ini, aplikasi Medsos bisa menambah penghasilan maka manfaatkan itu sebagai peluang mendatangkan uang.

Perlu diingat juga dalam membuat konten harus memperhatikan protokol kesehatan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Selain itu konten jangan melanggar norma agama dan norma sosial. Saat ini sedapat mungkin dibutuhkan betul-betul resistensi atau ketahanan.

Gangguan mental selain akibat kecanduan Tiktok bisa juga karena kekurangan sumber pendapatan. Paling utama adalah finansial. Maka masyarakat perlu memotivasi dirinya untuk berkarya ketimbang sekedar menikmati hiburan Medsos.

“Siapapun yang tidak kuat dalam menghadapi kondisi pandemi dia akan berpotensi untuk mengalami gangguan mental serta rentan terinfeksi virus,” terangnya.

Dia mengakui setiap individu ketika cuma di rumah saja akan berpotensi menjadi kecanduan gadget. Pasalnya, pandemi ini memaksa sebagian orang untuk work from home (WFH).

“Banyak yang dari pagi sampai sore bergantung dengan internet akhirnya menjadi adiksi gadget,” pungkasnya. [JAR]

]]> Dalam kondisi pandemi banyak orang fokus memperhatikan kondisi kesehatan fisik. Tapi jangan lupa, kesehatan mental juga perlu diperhatikan.

Melaksanakan protokol kesehatan salah satunya menjaga jarak dengan di rumah saja itu baik dilakukan di tengah pandemi.

Namun ketika banyak waktu luang di rumah, jangan berlebihan main aplikasi media sosial (Medsos) seperti Tiktok. Perlu diwaspadai, kecanduan bermain Tiktok bisa mengancam kesehatan mental.

Psikolog Klinis dan Forensik, Kasandra Putranto menjelaskan, aplikasi Medsos memang sudah menjadi gaya hidup hampir seluruh masyarakat.

Beberapa aplikasi juga jadi salah satu kebutuhan untuk berkomunikasi saat pandemi. Namun untuk memainkan aplikasi hiburan seperti Tiktok kata dia, cukup sebagai hiburan sejenak atau kebutuhan bisnis.

Jika untuk hiburan semata tapi waktunya terlalu berlebihan sangat tidak disarankan. Apalagi seharian main Medsos, dikhawatirkan kecanduan. Sehingga kondisi mental orang tersebut menjadi terganggu.

“Kalau bermain Tiktok sampai berjam-jam lalu kerjanya setiap hari hanya menonton Tiktok, tentu ini sudah melanggar batas kewajaran,” kata Kasandra saat berbincang dengan RM.id dikutip Minggu (14/3).

Kasandra menegaskan, masyarakat harus memahami bahwa aplikasi hiburan itu harus diposisikan sebagai hiburan.

Artinya dimanfaatkan sesaat untuk rileks dan refreshing. Apalagi dalam pandemi Covid-19 saat banyak masyarakat membatasi kegiatan di luar rumah.

“Sewajarnya secukupnya. Kalau sudah berlebihan nonton terus-terusan bikin joget terus-terusan tentu sudah masuk kategori menyimpang,” tegasnya.

Sekali lagi diingatkan, masyarakat perlu waspadai ini. Bahaya ketika mental sudah terganggu akibat kecanduan Medsos dalam hal ini Tiktok. Menurutnya kecanduan ini akan memicu masalah baru.

Kenapa ? “Karena tugas utamanya bisa tersisihkan. Kewajiban yang harus dijalankan jadi terabaikan itu yang bahaya,” jawab Ikatan Psikolog klinis Indonesia.

Lebih jauh Kasandra menerangkan jika dalam kondisi pandemi ini, aplikasi Medsos bisa menambah penghasilan maka manfaatkan itu sebagai peluang mendatangkan uang.

Perlu diingat juga dalam membuat konten harus memperhatikan protokol kesehatan 3 M yakni memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun.

Selain itu konten jangan melanggar norma agama dan norma sosial. Saat ini sedapat mungkin dibutuhkan betul-betul resistensi atau ketahanan.

Gangguan mental selain akibat kecanduan Tiktok bisa juga karena kekurangan sumber pendapatan. Paling utama adalah finansial. Maka masyarakat perlu memotivasi dirinya untuk berkarya ketimbang sekedar menikmati hiburan Medsos.

“Siapapun yang tidak kuat dalam menghadapi kondisi pandemi dia akan berpotensi untuk mengalami gangguan mental serta rentan terinfeksi virus,” terangnya.

Dia mengakui setiap individu ketika cuma di rumah saja akan berpotensi menjadi kecanduan gadget. Pasalnya, pandemi ini memaksa sebagian orang untuk work from home (WFH).

“Banyak yang dari pagi sampai sore bergantung dengan internet akhirnya menjadi adiksi gadget,” pungkasnya. [JAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories