Waskita Karya Restrukturisasi WKI Rp 153,51 Miliar

PT Waskita Karya (Persero) Tbk melanjutkan proses restrukturisasi pada anak usahanya, PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI). WKI berhasil melaksanakan restrukturisasi atas fasilitas kredit investasi dan kredit modal kerja, dengan total sebesar Rp 153,51 miliar.

Di mana hal tersebut merupakan lanjutan dari proses restrukturisasi WKI pada tahun lalu. Selain itu, proses restrukturisasi ini juga sebagai bagian dari implementasi 8 Streams Penyehatan Keuangan Waskita. 

“Adanya restrukturisasi ini, WKI mendapatkan relaksasi atas pembayaran pokok serta penyesuaian suku bunga untuk periode Mei 2022, sampai dengan Maret 2023 menjadi 5,00-5,50 persen per tahun,” jelas Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma di Jakarta, Rabu (25/5).

Dengan dilakukannya addendum perjanjian kredit ini, perseroan dapat menghemat beban keuangan pada periode recovery serta memperbaiki kinerja keuangan yang berkelanjutan ke depannya.

Taufik mengatakan, Waskita Karya menargetkan untuk menyelesaikan proses restrukturisasi pada tahun ini. Salah-satunya dengan penyelesaian proses restrukturisasi anak usaha lainnya PT Waskita Beton Precast Tbk. Sehingga dapat lebih fokus menjalankan bisnis operasional perseroan secara Group ke depannya.

“Seiring dengan proses restrukturisasi yang telah dilaksanakan Waskita Karya sejak tahun lalu. Kami optimis dapat menurunkan beban bunga perusahaan hingga 15 persen yoy akhir tahun ini. Sejalan dengan fokus perseroan untuk mencapai target selama periode recovery,” jelasnya.

Tahun ini, Waskita Karya akan kembali mendapatkan dukungan fiskal Pemerintah berupa penerbitan Obligasi/Sukuk, dengan penjaminan pemerintah dan PMN (Penyertaan Modal Negara). “Bersyukur, sejauh ini capaian kinerja masih on track sesuai tahapan recovery Waskita,” tutup Taufik. ■

]]> PT Waskita Karya (Persero) Tbk melanjutkan proses restrukturisasi pada anak usahanya, PT Waskita Karya Infrastruktur (WKI). WKI berhasil melaksanakan restrukturisasi atas fasilitas kredit investasi dan kredit modal kerja, dengan total sebesar Rp 153,51 miliar.

Di mana hal tersebut merupakan lanjutan dari proses restrukturisasi WKI pada tahun lalu. Selain itu, proses restrukturisasi ini juga sebagai bagian dari implementasi 8 Streams Penyehatan Keuangan Waskita. 

“Adanya restrukturisasi ini, WKI mendapatkan relaksasi atas pembayaran pokok serta penyesuaian suku bunga untuk periode Mei 2022, sampai dengan Maret 2023 menjadi 5,00-5,50 persen per tahun,” jelas Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma di Jakarta, Rabu (25/5).

Dengan dilakukannya addendum perjanjian kredit ini, perseroan dapat menghemat beban keuangan pada periode recovery serta memperbaiki kinerja keuangan yang berkelanjutan ke depannya.

Taufik mengatakan, Waskita Karya menargetkan untuk menyelesaikan proses restrukturisasi pada tahun ini. Salah-satunya dengan penyelesaian proses restrukturisasi anak usaha lainnya PT Waskita Beton Precast Tbk. Sehingga dapat lebih fokus menjalankan bisnis operasional perseroan secara Group ke depannya.

“Seiring dengan proses restrukturisasi yang telah dilaksanakan Waskita Karya sejak tahun lalu. Kami optimis dapat menurunkan beban bunga perusahaan hingga 15 persen yoy akhir tahun ini. Sejalan dengan fokus perseroan untuk mencapai target selama periode recovery,” jelasnya.

Tahun ini, Waskita Karya akan kembali mendapatkan dukungan fiskal Pemerintah berupa penerbitan Obligasi/Sukuk, dengan penjaminan pemerintah dan PMN (Penyertaan Modal Negara). “Bersyukur, sejauh ini capaian kinerja masih on track sesuai tahapan recovery Waskita,” tutup Taufik. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories