Waskita Karya Raih Nilai Kontrak Baru Rp 2,13 T .

Hingga April 2021, PT Waskita Karya (Persero) Tbk sukses mencatatkan nilai kontrak hingga Rp 2,13 triliun. Namun, angka itu, masih di bawah level 10 persen dari target nilai kontrak baru tahun ini sebesar Rp 26 triliun.

Target nilai kontrak baru Waskita Karya pada tahun ini lebih rendah sekitar Rp1 triliun dari realisasi nilai kontrak baru 2020 yang mencapai Rp 27 triliun.

Meski begitu, Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary Waskita Karya, Ratna Ningrum mengaku optimistis, pihaknya dapat mencapai target nilai kontrak baru tahun ini yang akan tercapai.

“Kami memperkirakan perolehan kontrak baru akan meningkat di kuartal II-2021 hingga kuartal IV-2021,” terangnya, kemarin.

Ratna mengungkap, saat ini pihaknya sedang mengikuti beberapa tender proyek konstruksi dari pemerintah maupun badan usaha milik negara (BUMN).

Total nilai kontrak dari seluruh tender yang diikuti Waskita Karya saat ini mencapai Rp 15 triliun. Dengan kata lain, nilai kontrak baru Waskita Karya dapat mencapai 65,88 persen dari target jika memenangkan semua tender tersebut.

Ratna menilai, mayoritas kontrak baru akan didapatkan perseroan pada semester II-2021. Seperti diketahui, komposisi kontrak baru Waskita Karya sepanjang 2021 terdiri dari 80 persen proyek eksternal dan 20 persen proyek investasi.

Rendahnya kontribusi proyek investasi, disebabkan oleh strategi perseroan yang lebih selektif, terhadap proyek investasi pada tahun ini.

Ratna menyatakan, strategi proyek investasi pada tahun ini adalah mengincar kepemilikan minoritas, dan bersinergi dengan investor infrastruktur lainnya.

Selain itu, perusahaan akan meningkatkan kontribusi proyek infrastruktur sumber daya air dalam portofolio perseroan pada tahun ini.

“Strategi tersebut diterapkan setelah perseroan ditunjuk sebagai spesialis infrastruktur sumber daya air oleh Kementerian BUMN,” ujarnya.

Proyek sumber daya air yang dimaksud Waskita Karya tidak termasuk proyek bendungan, seperti irigasi, sistem penyediaan air minum, sistem drainase, dan saluran perpipaan.

Sejauh ini, kontribusi proyek infrastruktur Sumber Daya Alam (SDA), dalam portofolio Waskita Karya saat ini baru mencapai sekitar 15-20 persen.

Pihaknya menilai, potensi perseroan untuk meningkatkan portofolio proyek infrastruktur SDA cukup besar. Namun, ke depan, Waskita Karya akan selektif dalam melakukan investasi pada proyek infrastruktur SDA. [DWI]

]]> .
Hingga April 2021, PT Waskita Karya (Persero) Tbk sukses mencatatkan nilai kontrak hingga Rp 2,13 triliun. Namun, angka itu, masih di bawah level 10 persen dari target nilai kontrak baru tahun ini sebesar Rp 26 triliun.

Target nilai kontrak baru Waskita Karya pada tahun ini lebih rendah sekitar Rp1 triliun dari realisasi nilai kontrak baru 2020 yang mencapai Rp 27 triliun.

Meski begitu, Senior Vice President (SVP) Corporate Secretary Waskita Karya, Ratna Ningrum mengaku optimistis, pihaknya dapat mencapai target nilai kontrak baru tahun ini yang akan tercapai.

“Kami memperkirakan perolehan kontrak baru akan meningkat di kuartal II-2021 hingga kuartal IV-2021,” terangnya, kemarin.

Ratna mengungkap, saat ini pihaknya sedang mengikuti beberapa tender proyek konstruksi dari pemerintah maupun badan usaha milik negara (BUMN).

Total nilai kontrak dari seluruh tender yang diikuti Waskita Karya saat ini mencapai Rp 15 triliun. Dengan kata lain, nilai kontrak baru Waskita Karya dapat mencapai 65,88 persen dari target jika memenangkan semua tender tersebut.

Ratna menilai, mayoritas kontrak baru akan didapatkan perseroan pada semester II-2021. Seperti diketahui, komposisi kontrak baru Waskita Karya sepanjang 2021 terdiri dari 80 persen proyek eksternal dan 20 persen proyek investasi.

Rendahnya kontribusi proyek investasi, disebabkan oleh strategi perseroan yang lebih selektif, terhadap proyek investasi pada tahun ini.

Ratna menyatakan, strategi proyek investasi pada tahun ini adalah mengincar kepemilikan minoritas, dan bersinergi dengan investor infrastruktur lainnya.

Selain itu, perusahaan akan meningkatkan kontribusi proyek infrastruktur sumber daya air dalam portofolio perseroan pada tahun ini.

“Strategi tersebut diterapkan setelah perseroan ditunjuk sebagai spesialis infrastruktur sumber daya air oleh Kementerian BUMN,” ujarnya.

Proyek sumber daya air yang dimaksud Waskita Karya tidak termasuk proyek bendungan, seperti irigasi, sistem penyediaan air minum, sistem drainase, dan saluran perpipaan.

Sejauh ini, kontribusi proyek infrastruktur Sumber Daya Alam (SDA), dalam portofolio Waskita Karya saat ini baru mencapai sekitar 15-20 persen.

Pihaknya menilai, potensi perseroan untuk meningkatkan portofolio proyek infrastruktur SDA cukup besar. Namun, ke depan, Waskita Karya akan selektif dalam melakukan investasi pada proyek infrastruktur SDA. [DWI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories