Waskita Beton Precast Perkuat Implementasi GCG

PT Waskita Beton Precast Tbk atau WSBP) berkomitmen mengembangkan bisnis sesuai dengan prinsip environmental, social, dan, governance (ESG). Termasuk dalam hal pengelolaan tata perusahaan yang baik (Good Corporate Governance atau GCG).

President Director WSBP FX Poerbayu Ratsunu menegaskan, Board of Commissioner dan Board of Director WSBP menyakinkan, untuk terus melakukan peningkatan implementasi GCG di lingkungan perusahaan.

Tujuan implementasi GCG WSBP dilakukan secara menyeluruh adalah, untuk menciptakan pertumbuhan kinerja WSBP yang berkelanjutan, sehingga akan berdampak pada peningkatan nilai bagi para stakeholder.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik/GCG mulai dari top management, hingga ke level di bawahnya.

“Setiap Insan WSBP harus memiliki komitmen untuk senantiasa menjalankan praktik-praktik usaha yang sehat, dengan menjunjung tinggi standar etika dan perilaku yang berlaku,” jelasnya di Jakarta, Selasa (26/7).

Manajemen WSBP terus menjalankan dan meningkatkan fungsi pengawasan perusahaan melalui beberapa program, seperti rapat rutin Komisaris & Direksi, melakukan kunjungan lapangan, management walkthrough secara rutin, dan penelaahan seluruh kebijakan perusahaan.

Perusahaan juga berkomitmen untuk membuat rencana aksi perbaikan/penyempurnaan yang didasari dengan komitmen semua pihak terkait, guna meningkatkan penerapan praktik GCG yang mengacu pada best practices.

 WSBP secara berkala akan melaksanakan sosialisasi kebijakan-kebijakan terkait, melakukan kajian/review terhadap soft struktur yang telah dimiliki, agar tetap sesuai/relevan dengan perkembangan usaha perusahaan, serta peraturan yang berlaku dan praktik terbaik penerapan GCG.

Perusahaan sambung Poerbayu, juga akan melengkapi soft structure GCG, penandatanganan Kepatuhan Kode Etik perusahaan, berkomitmen melakukan asesmen GCG, dan penyusunan dan pelaksanaan Roadmap GCG WSBP.

“Manajemen juga senantiasa memberikan dukungan dalam pelaksanaan peningkatan GCG. Manajemen melakukan evaluasi dari setiap assessment GCG yang dilakukan setiap tahunnya,” ungkapnya.

 

Dari evaluasi tersebut, manajemen juga untuk menjadikan GCG sebagai budaya perusahaan dan mengajak insan WSBP, untuk meningkatkan penerapan praktik GCG dalam Roadmap GCG WSBP sudah memasuki Fase III yaitu Good Corporate Citizen sejak tahun 2021, yakni penerapan GCG yang dilakukan dengan berfokus pada menjadikan GCG sebagai budaya perusahaan.

GCG Fase III ini bertujuan untuk menjadikan warga industri maupun masyarakat sosial beretika dan bertanggung jawab. Adapun target pemenuhan di Fase III ini antara lain perbaikan dan optimasi sistem implementasi GCG, kesadaran dan pemahaman seluruh pegawai dan terhadap perilaku GCG, serta adanya perbaikan dan update pedoman terkait GCG WSBP yang sudah dimiliki.

Ke depannya, kata Poerbayu, WSBP akan mengimplementasikan berbagai strategi untuk terus meningkatkan skor GCG, melalui perbaikan dan optimalisasi sistem implementasi GCG, peningkatan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) mengenai GCG, serta pengingkatan sosialisasi terhadap Insan WSBP, agar seluruh pegawai sadar dan paham terhadap perilaku GCG, perbaikan dan pembaharuan pedoman terkait GCG, dan menjadikan GCG sebagai budaya perusahaan.

Selain itu, WSBP juga memastikan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 dapat berjalan dengan baik di seluruh operasional perusahaan.

“Ini adalah langkah penting dalam mencegah tindak pidana korupsi di perusahaan,” jelas Poerbayu.

Sebagai informasi, WSBP memperoleh sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan pada 25 September 2020 yang diterbitkan oleh Sucofindo.

Di samping langkah pencegahan dan peningkatan sistem GCG, WSBP juga menggalakkan sistem Whistle Blowing System (WBS) yang dimiliki. Lingkup WBS mencakup pengaduan korupsi, suap, konflik kepentingan, kecurangan, penyimpangan atas laporan keuangan, serta pelanggaran hukum dan peraturan lain yang relevan.

Seluruh laporan yang diterima oleh tim WBS akan ditindaklanjuti dengan seksama oleh manajemen. WSBP menjamin kerahasiaan data pelapor. ■

]]> PT Waskita Beton Precast Tbk atau WSBP) berkomitmen mengembangkan bisnis sesuai dengan prinsip environmental, social, dan, governance (ESG). Termasuk dalam hal pengelolaan tata perusahaan yang baik (Good Corporate Governance atau GCG).

President Director WSBP FX Poerbayu Ratsunu menegaskan, Board of Commissioner dan Board of Director WSBP menyakinkan, untuk terus melakukan peningkatan implementasi GCG di lingkungan perusahaan.

Tujuan implementasi GCG WSBP dilakukan secara menyeluruh adalah, untuk menciptakan pertumbuhan kinerja WSBP yang berkelanjutan, sehingga akan berdampak pada peningkatan nilai bagi para stakeholder.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik/GCG mulai dari top management, hingga ke level di bawahnya.

“Setiap Insan WSBP harus memiliki komitmen untuk senantiasa menjalankan praktik-praktik usaha yang sehat, dengan menjunjung tinggi standar etika dan perilaku yang berlaku,” jelasnya di Jakarta, Selasa (26/7).

Manajemen WSBP terus menjalankan dan meningkatkan fungsi pengawasan perusahaan melalui beberapa program, seperti rapat rutin Komisaris & Direksi, melakukan kunjungan lapangan, management walkthrough secara rutin, dan penelaahan seluruh kebijakan perusahaan.

Perusahaan juga berkomitmen untuk membuat rencana aksi perbaikan/penyempurnaan yang didasari dengan komitmen semua pihak terkait, guna meningkatkan penerapan praktik GCG yang mengacu pada best practices.

 WSBP secara berkala akan melaksanakan sosialisasi kebijakan-kebijakan terkait, melakukan kajian/review terhadap soft struktur yang telah dimiliki, agar tetap sesuai/relevan dengan perkembangan usaha perusahaan, serta peraturan yang berlaku dan praktik terbaik penerapan GCG.

Perusahaan sambung Poerbayu, juga akan melengkapi soft structure GCG, penandatanganan Kepatuhan Kode Etik perusahaan, berkomitmen melakukan asesmen GCG, dan penyusunan dan pelaksanaan Roadmap GCG WSBP.

“Manajemen juga senantiasa memberikan dukungan dalam pelaksanaan peningkatan GCG. Manajemen melakukan evaluasi dari setiap assessment GCG yang dilakukan setiap tahunnya,” ungkapnya.

 

Dari evaluasi tersebut, manajemen juga untuk menjadikan GCG sebagai budaya perusahaan dan mengajak insan WSBP, untuk meningkatkan penerapan praktik GCG dalam Roadmap GCG WSBP sudah memasuki Fase III yaitu Good Corporate Citizen sejak tahun 2021, yakni penerapan GCG yang dilakukan dengan berfokus pada menjadikan GCG sebagai budaya perusahaan.

GCG Fase III ini bertujuan untuk menjadikan warga industri maupun masyarakat sosial beretika dan bertanggung jawab. Adapun target pemenuhan di Fase III ini antara lain perbaikan dan optimasi sistem implementasi GCG, kesadaran dan pemahaman seluruh pegawai dan terhadap perilaku GCG, serta adanya perbaikan dan update pedoman terkait GCG WSBP yang sudah dimiliki.

Ke depannya, kata Poerbayu, WSBP akan mengimplementasikan berbagai strategi untuk terus meningkatkan skor GCG, melalui perbaikan dan optimalisasi sistem implementasi GCG, peningkatan kompetensi SDM (Sumber Daya Manusia) mengenai GCG, serta pengingkatan sosialisasi terhadap Insan WSBP, agar seluruh pegawai sadar dan paham terhadap perilaku GCG, perbaikan dan pembaharuan pedoman terkait GCG, dan menjadikan GCG sebagai budaya perusahaan.

Selain itu, WSBP juga memastikan implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016 dapat berjalan dengan baik di seluruh operasional perusahaan.

“Ini adalah langkah penting dalam mencegah tindak pidana korupsi di perusahaan,” jelas Poerbayu.

Sebagai informasi, WSBP memperoleh sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan pada 25 September 2020 yang diterbitkan oleh Sucofindo.

Di samping langkah pencegahan dan peningkatan sistem GCG, WSBP juga menggalakkan sistem Whistle Blowing System (WBS) yang dimiliki. Lingkup WBS mencakup pengaduan korupsi, suap, konflik kepentingan, kecurangan, penyimpangan atas laporan keuangan, serta pelanggaran hukum dan peraturan lain yang relevan.

Seluruh laporan yang diterima oleh tim WBS akan ditindaklanjuti dengan seksama oleh manajemen. WSBP menjamin kerahasiaan data pelapor. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories