Warning Kapolda Papua Bupati Dan Wabup Jangan Keluyuran Ke Luar Kota

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri meminta Bupati dan Wakil Bupati terpilih jangan sering meninggalkan daerahnya atau keluyuran ke luar kota setelah dilantik. Ini penting, agar roda pemerintahan dan pelayanan bisa berjalan.

Mathius mengatakan, sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, seluruh kepala daerah pemenang Pilkada 2020 idealnya harus hadir dan berada di wilayah masing-masing.

“Jangan sampai setelah dilantik, kampungnya ditinggalkan, sering pergi keluar kota sehingga pelayanan pemerintahan jadi macet,” ujar Mathius, kemarin.

Menurutnya, berdasarkan data Mahkamah Konstitusi (MK), ada tiga Pilkada tingkat kabupaten di Papua yang putusan sengketanya baru dibacakan pada Jumat (19/3) dan Senin (22/3). Yakni Pilkada Yalimo, Nabire dan Boven Digoel.

Berdasarkan laporan intelijen, lanjut Mathius, tiga daerah bersengketa di MK itu dianggap rawan konflik. Dirinya pun telah meminta tambahan tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob dari Mabes Polri untuk membantu mengantisipasi pengamanan.

Dia berharap, peristiwa seperti di Asmat tidak terulang kembali. “Kami harus menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi terjadi keributan pasca putusan MK,” jelasnya.

Mathius juga mengingatkan, tahapan Pilkada telah selesai usai pembacaan putusan hakim MK. Dia berharap, seluruh elemen masyarakat di semua kabupaten penyelenggara Pilkada tetap duduk bersama menerima keputusan MK.

“Siapa pun diputuskan MK sebagai pemenang, mari kita hormati. Kita bersama-sama mendorong pemimpin terpilih yang sudah dilantik maupun akan dilantik untuk bekerja membangun daerahnya,” pintanya.

Mathius pun berharap, seluruh kepala daerah di Papua selalu bekerja dari daerah pemilihannya. Bukan dari luar daerah. Dia yakin, mereka pasti bisa, tinggal mau atau tidak.

Sebagai Kapolda yang juga merupakan anak asli Papua, Mathius berkewajiban mendorong semua pejabat di Tanah Papua untuk mengurusi kampungnya dan memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat.

Dia menegaskan, akan bertindak tegas dalam rangka penegakan hukum. Dia tidak akan main-main dalam mengemban amanat dan kepercayaan rakyat. “Saya tidak akan mundur dalam rangka penegakan hukum,” tandasnya.

Sementara, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta para kepala daerah yang telah dilantik mampu menjaga amanah masyarakat. Mereka diminta fokus pada upaya-upaya kesejahteraan masyarakat.

Politisi Demokrat ini juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara dan aparat keamanan yang telah bekerja keras di seluruh tahapan Pilkada 2020.

“Kita berterima kasih karena gelaran Pilkada 2020 bisa terselenggara dengan baik,” tandasnya. [SSL]

]]> Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri meminta Bupati dan Wakil Bupati terpilih jangan sering meninggalkan daerahnya atau keluyuran ke luar kota setelah dilantik. Ini penting, agar roda pemerintahan dan pelayanan bisa berjalan.

Mathius mengatakan, sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, seluruh kepala daerah pemenang Pilkada 2020 idealnya harus hadir dan berada di wilayah masing-masing.

“Jangan sampai setelah dilantik, kampungnya ditinggalkan, sering pergi keluar kota sehingga pelayanan pemerintahan jadi macet,” ujar Mathius, kemarin.

Menurutnya, berdasarkan data Mahkamah Konstitusi (MK), ada tiga Pilkada tingkat kabupaten di Papua yang putusan sengketanya baru dibacakan pada Jumat (19/3) dan Senin (22/3). Yakni Pilkada Yalimo, Nabire dan Boven Digoel.

Berdasarkan laporan intelijen, lanjut Mathius, tiga daerah bersengketa di MK itu dianggap rawan konflik. Dirinya pun telah meminta tambahan tiga Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob dari Mabes Polri untuk membantu mengantisipasi pengamanan.

Dia berharap, peristiwa seperti di Asmat tidak terulang kembali. “Kami harus menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi potensi terjadi keributan pasca putusan MK,” jelasnya.

Mathius juga mengingatkan, tahapan Pilkada telah selesai usai pembacaan putusan hakim MK. Dia berharap, seluruh elemen masyarakat di semua kabupaten penyelenggara Pilkada tetap duduk bersama menerima keputusan MK.

“Siapa pun diputuskan MK sebagai pemenang, mari kita hormati. Kita bersama-sama mendorong pemimpin terpilih yang sudah dilantik maupun akan dilantik untuk bekerja membangun daerahnya,” pintanya.

Mathius pun berharap, seluruh kepala daerah di Papua selalu bekerja dari daerah pemilihannya. Bukan dari luar daerah. Dia yakin, mereka pasti bisa, tinggal mau atau tidak.

Sebagai Kapolda yang juga merupakan anak asli Papua, Mathius berkewajiban mendorong semua pejabat di Tanah Papua untuk mengurusi kampungnya dan memberikan pelayanan terbaik bagi rakyat.

Dia menegaskan, akan bertindak tegas dalam rangka penegakan hukum. Dia tidak akan main-main dalam mengemban amanat dan kepercayaan rakyat. “Saya tidak akan mundur dalam rangka penegakan hukum,” tandasnya.

Sementara, Gubernur Papua Lukas Enembe meminta para kepala daerah yang telah dilantik mampu menjaga amanah masyarakat. Mereka diminta fokus pada upaya-upaya kesejahteraan masyarakat.

Politisi Demokrat ini juga mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara dan aparat keamanan yang telah bekerja keras di seluruh tahapan Pilkada 2020.

“Kita berterima kasih karena gelaran Pilkada 2020 bisa terselenggara dengan baik,” tandasnya. [SSL]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories