Wara-Wiri Ke Tokoh NU, Prabowo Dibilang Cari Dukungan

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin mengomentari silaturahmi politik yang dilakoni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, ke berbagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dalam beberapa hari terakhir.

Ujang menyebut, itu adalah bentuk upaya Prabowo dalam mencari dukungan politik. Karena ia disinyalir telah kehilangan suara dari Persatuan Alumni (PA) 212.

“Publik paham, di Pilpres 2019 lalu, Prabowo didukung kelompok 212. Tapi saat ini, keduanya tak sejalan. Jadi, suka tak suka senang tak senang, Prabowo mencari dukungan ke kelompok lain. Kelompok itu adalah NU,” kata Ujang kepada RM.id, Sabtu (7/5).

Ujang menilai, NU merupakan organisasi masyarakat Islam dengan jumlah anggota terbesar di Indonesia. Karena itu, wajar jika Prabowo mencari dukungan ke sana.

“Ini bukan hanya memperluas jumlah dukungan. Tetapi juga untuk mengganti dukungan dari kelompok 212, yang sudah menjauh dari Prabowo,” ujar pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia ini.

Dalam safari Idul Fitri 2022, Prabowo yang juga menjabat Menteri Pertahanan, mengunjungi pondok pesantren dan menemui sejumlah tokoh Nadlatul Ulama di Jawa Timur hingga Jawa Barat.

Dia juga bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa di Surabaya, dan berziarah ke makam Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Jombang. [UMM]

]]> Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin mengomentari silaturahmi politik yang dilakoni Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, ke berbagai tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dalam beberapa hari terakhir.

Ujang menyebut, itu adalah bentuk upaya Prabowo dalam mencari dukungan politik. Karena ia disinyalir telah kehilangan suara dari Persatuan Alumni (PA) 212.

“Publik paham, di Pilpres 2019 lalu, Prabowo didukung kelompok 212. Tapi saat ini, keduanya tak sejalan. Jadi, suka tak suka senang tak senang, Prabowo mencari dukungan ke kelompok lain. Kelompok itu adalah NU,” kata Ujang kepada RM.id, Sabtu (7/5).

Ujang menilai, NU merupakan organisasi masyarakat Islam dengan jumlah anggota terbesar di Indonesia. Karena itu, wajar jika Prabowo mencari dukungan ke sana.

“Ini bukan hanya memperluas jumlah dukungan. Tetapi juga untuk mengganti dukungan dari kelompok 212, yang sudah menjauh dari Prabowo,” ujar pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia ini.

Dalam safari Idul Fitri 2022, Prabowo yang juga menjabat Menteri Pertahanan, mengunjungi pondok pesantren dan menemui sejumlah tokoh Nadlatul Ulama di Jawa Timur hingga Jawa Barat.

Dia juga bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indra Parawansa di Surabaya, dan berziarah ke makam Presiden ke-4 Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur di Jombang. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories