Wapres: Vaksinasi Di Bulan Ramadan Aman, Tak Membatalkan Puasa

Vaksinasi Covid-19 aman dilakukan saat sedang berpuasa dan tidak membatalkan ibadah tersebut, selama calon penerima vaksin memiliki kondisi fisik yang kuat. Hal ini ditegaskan Wakil Presiden, Prof Dr K H Maruf Amin.

“Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) sudah keluar, vaksinasi di bulan Ramadan itu tidak membatalkan puasa,” kata Maruf Amin, usai menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Maruf, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI tersebut, menjelaskan, vaksin tidak masuk ke tubuh manusia melalui lubang di tubuh, sehingga hal itu tidak membatalkan ibadah puasa umat Islam.

“Itu karena (vaksin) tidak masuk dari lubang yang tersedia. Yang membatalkan itu yang masuk dari hidung, mulut, telinga atau lubang yang lain. Tapi karena vaksin ini disuntikkan bukan dari lubang-lubang itu, maka tidak membatalkan puasa,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Selasa (16/3) mengatakan, Komisi Fatwa MUI telah memutuskan dalam rapat pleno, bahwa vaksinasi Covid-19 saat Ramadan tidak membatalkan ibadah puasa.

“Pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 saat bulan Ramadan untuk mencegah penularan COVID-19, dengan memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa,” kata Asrorun.

MUI juga merekomendasikan penyuntikan vaksin Covid-19 dapat dilakukan pada malam hari atau setelah berbuka puasa, untuk mencegah adanya calon penerima vaksin yang kondisi fisiknya lemah karena puasa.

“Vaksinasi dapat dilakukan pada malam hari di bulan Ramadan terhadap umat Islam yang siangnya berpuasa (jika) dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik,” ujarnya. [RSM]

]]> Vaksinasi Covid-19 aman dilakukan saat sedang berpuasa dan tidak membatalkan ibadah tersebut, selama calon penerima vaksin memiliki kondisi fisik yang kuat. Hal ini ditegaskan Wakil Presiden, Prof Dr K H Maruf Amin.

“Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia) sudah keluar, vaksinasi di bulan Ramadan itu tidak membatalkan puasa,” kata Maruf Amin, usai menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua di Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Maruf, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI tersebut, menjelaskan, vaksin tidak masuk ke tubuh manusia melalui lubang di tubuh, sehingga hal itu tidak membatalkan ibadah puasa umat Islam.

“Itu karena (vaksin) tidak masuk dari lubang yang tersedia. Yang membatalkan itu yang masuk dari hidung, mulut, telinga atau lubang yang lain. Tapi karena vaksin ini disuntikkan bukan dari lubang-lubang itu, maka tidak membatalkan puasa,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua Bidang Fatwa MUI, Asrorun Niam Sholeh di Jakarta, Selasa (16/3) mengatakan, Komisi Fatwa MUI telah memutuskan dalam rapat pleno, bahwa vaksinasi Covid-19 saat Ramadan tidak membatalkan ibadah puasa.

“Pemerintah dapat melakukan vaksinasi Covid-19 saat bulan Ramadan untuk mencegah penularan COVID-19, dengan memperhatikan kondisi umat Islam yang sedang berpuasa,” kata Asrorun.

MUI juga merekomendasikan penyuntikan vaksin Covid-19 dapat dilakukan pada malam hari atau setelah berbuka puasa, untuk mencegah adanya calon penerima vaksin yang kondisi fisiknya lemah karena puasa.

“Vaksinasi dapat dilakukan pada malam hari di bulan Ramadan terhadap umat Islam yang siangnya berpuasa (jika) dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik,” ujarnya. [RSM]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories