Wapres Mulai Turun Gunung

Sekian lama kerja di belakang meja karena pandemi Covid-19, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin akhirnya turun gunung juga. Kemarin, dia meninjau korban banjir Subang dan Karawang, Jawa Barat.

Ma’ruf berangkat dari kediamannya di Cimanggis sekitar pukul 08.00 WIB. Titik pertama yang dikunjungi adalah Kantor Kecamatan Pamanukan, Jalan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dengan pengawalan polisi, eks Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan Ma’ruf langsung disambut Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dan Bupati Subang, Ruhim.

Ma’ruf yang mengenakan kemeja putih, peci hitam lengkap dengan masker itu, langsung didampingi Wagub Uu ke tempat acara melewati karpet merah yang sudah disediakan panitia. Di kanan kirinya berdiri pejabat-pejabat pemerintah yang memberi hormat.

Ma’ruf langsung duduk di depan. Didampingi ajudan dan pejabat lainnya. Wagub Uu ada di kiri Ma’ruf. Posisi bangkunya sudah menerapkan protokol kesehatan. Di depan Ma’ruf, sudah terlihat para perwakilan korban banjir Pamanukan yang akan menerima bantuan.

Acara dimulai dengan laporan Wagub Uu. Kemudian, Ma’ruf tampil ke depan mimbar.

Kepada warga dan korban banjir, Ma’ruf menyampaikan keprihatinan. Dia meminta, masyarakat bersabar dan selalu berdoa. Pemerintah juga akan tetap hadir untuk mendampingi warga bersama-sama mengatasi bencana.

“Saya minta semua kementerian untuk tanggap terhadap bencana, terutama untuk menghadapi ke depannya,” ujar Ma’ruf.

Meski demikian, kata dia, Pemerintah tak bisa sendiri menangani bencana di Tanah Air. Melainkan harus bersama-sama dengan berbagai pihak serta seluruh masyarakat Indonesia.

“Mudah-mudahan banjir tahunan di Subang tidak terus berulang-ulang. Kalau berulang artinya kita itu apa ya, tidak cerdas,” ujar ayah dari politisi Demokrat, Siti Nur Azizah itu.

 

Berdasarkan laporan, sambung Ma’ruf, banjir yang terjadi di Subang selain karena curah hujan, juga karena kerusakan lingkungan di wilayah lain sekitar Subang. Ma’ruf mengingatkan masyarakat agar tak melanggar tata aturan alam semesta dan aturan syariah.

Usai memberikan sambutan, Ma’ruf menyerahkan, bantuan secara simbolis kepada pengungsi korban banjir. Bantuan terdiri dari 1.500 paket sembako dari Presiden, dan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 10.000 rapid test, 300.000 masker, 5.000 sarung, dan 1.000 matras.

Selain itu, ada juga bantuan 200 paket alat kesehatan dari Kementerian Sosial. Bantuan terdiri dari ember plastik, sapu lidi, payung, pel, sikat bertangkai, pel dorong bertangkai, dan kain lap.

Seusai meninjau korban banjir Subang, Ma’ruf langsung tancap gas ke Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang. Tujuannya sama: memberikan bantuan untuk korban banjir.

Ulama asal Banten itu tiba di lokasi sekitar pukul 14:00 WIB, dan disambut langsung oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Di tempat ini, Ma’ruf membawa sejumlah bantuan Pemerintah Pusat serta dari BNPB. Tujuannya untuk memastikan para pengungsi banjir mendapatkan makanan yang layak. Selain itu, dia berharap, banjir segera surut sehingga pengungsi bisa cepat pulang ke rumahnya masing-masing.

Untuk diketahui, selama pandemi Covid-19, Ma’ruf memang tak terlihat blusukan lagi. Dia lebih banyak bekerja di belakang meja. Hal ini untuk mencegah tertular Covid-19. Ma’ruf lebih sering buka acara secara virtual.

Bagaimana tanggapan pengamat soal Ma’ruf yang baru turun gunung lagi? Direktur Eksekutif Indobarometer, M. Qodari mengatakan, ada dua kendala yang menyebabkan Ma’ruf jarang nongol di hadapan publik. Pertama faktor pandemi dan kedua faktor usia.

Apalagi Covid-19 mudah menyerang orang-orang lanjut usia. “Tapi saya yakin Wapres masih ingin turun ke lapangan,” tandas Qodari saat dimintai tanggapan oleh Rakyat Merdeka, kemarin.

Karenanya, dia mengajak masyarakat untuk berbaik sangka terhadap Ma’ruf. Hanya saja, kondisi dan situasi yang membuatnya jarang disorot publik. “Kita apresiasi Wapres meninjau korban banjir Subang dan Karawang, tapi hemat saya memang kita harus memahami situasi dan kondisi beliau,” imbuhnya. [UMM]

]]> Sekian lama kerja di belakang meja karena pandemi Covid-19, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin akhirnya turun gunung juga. Kemarin, dia meninjau korban banjir Subang dan Karawang, Jawa Barat.

Ma’ruf berangkat dari kediamannya di Cimanggis sekitar pukul 08.00 WIB. Titik pertama yang dikunjungi adalah Kantor Kecamatan Pamanukan, Jalan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Dengan pengawalan polisi, eks Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini tiba di lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Kedatangan Ma’ruf langsung disambut Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dan Bupati Subang, Ruhim.

Ma’ruf yang mengenakan kemeja putih, peci hitam lengkap dengan masker itu, langsung didampingi Wagub Uu ke tempat acara melewati karpet merah yang sudah disediakan panitia. Di kanan kirinya berdiri pejabat-pejabat pemerintah yang memberi hormat.

Ma’ruf langsung duduk di depan. Didampingi ajudan dan pejabat lainnya. Wagub Uu ada di kiri Ma’ruf. Posisi bangkunya sudah menerapkan protokol kesehatan. Di depan Ma’ruf, sudah terlihat para perwakilan korban banjir Pamanukan yang akan menerima bantuan.

Acara dimulai dengan laporan Wagub Uu. Kemudian, Ma’ruf tampil ke depan mimbar.

Kepada warga dan korban banjir, Ma’ruf menyampaikan keprihatinan. Dia meminta, masyarakat bersabar dan selalu berdoa. Pemerintah juga akan tetap hadir untuk mendampingi warga bersama-sama mengatasi bencana.

“Saya minta semua kementerian untuk tanggap terhadap bencana, terutama untuk menghadapi ke depannya,” ujar Ma’ruf.

Meski demikian, kata dia, Pemerintah tak bisa sendiri menangani bencana di Tanah Air. Melainkan harus bersama-sama dengan berbagai pihak serta seluruh masyarakat Indonesia.

“Mudah-mudahan banjir tahunan di Subang tidak terus berulang-ulang. Kalau berulang artinya kita itu apa ya, tidak cerdas,” ujar ayah dari politisi Demokrat, Siti Nur Azizah itu.

 

Berdasarkan laporan, sambung Ma’ruf, banjir yang terjadi di Subang selain karena curah hujan, juga karena kerusakan lingkungan di wilayah lain sekitar Subang. Ma’ruf mengingatkan masyarakat agar tak melanggar tata aturan alam semesta dan aturan syariah.

Usai memberikan sambutan, Ma’ruf menyerahkan, bantuan secara simbolis kepada pengungsi korban banjir. Bantuan terdiri dari 1.500 paket sembako dari Presiden, dan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 10.000 rapid test, 300.000 masker, 5.000 sarung, dan 1.000 matras.

Selain itu, ada juga bantuan 200 paket alat kesehatan dari Kementerian Sosial. Bantuan terdiri dari ember plastik, sapu lidi, payung, pel, sikat bertangkai, pel dorong bertangkai, dan kain lap.

Seusai meninjau korban banjir Subang, Ma’ruf langsung tancap gas ke Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang. Tujuannya sama: memberikan bantuan untuk korban banjir.

Ulama asal Banten itu tiba di lokasi sekitar pukul 14:00 WIB, dan disambut langsung oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat.

Di tempat ini, Ma’ruf membawa sejumlah bantuan Pemerintah Pusat serta dari BNPB. Tujuannya untuk memastikan para pengungsi banjir mendapatkan makanan yang layak. Selain itu, dia berharap, banjir segera surut sehingga pengungsi bisa cepat pulang ke rumahnya masing-masing.

Untuk diketahui, selama pandemi Covid-19, Ma’ruf memang tak terlihat blusukan lagi. Dia lebih banyak bekerja di belakang meja. Hal ini untuk mencegah tertular Covid-19. Ma’ruf lebih sering buka acara secara virtual.

Bagaimana tanggapan pengamat soal Ma’ruf yang baru turun gunung lagi? Direktur Eksekutif Indobarometer, M. Qodari mengatakan, ada dua kendala yang menyebabkan Ma’ruf jarang nongol di hadapan publik. Pertama faktor pandemi dan kedua faktor usia.

Apalagi Covid-19 mudah menyerang orang-orang lanjut usia. “Tapi saya yakin Wapres masih ingin turun ke lapangan,” tandas Qodari saat dimintai tanggapan oleh Rakyat Merdeka, kemarin.

Karenanya, dia mengajak masyarakat untuk berbaik sangka terhadap Ma’ruf. Hanya saja, kondisi dan situasi yang membuatnya jarang disorot publik. “Kita apresiasi Wapres meninjau korban banjir Subang dan Karawang, tapi hemat saya memang kita harus memahami situasi dan kondisi beliau,” imbuhnya. [UMM]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories