Wamenkes: 7.000 Sampel Sudah Dicek, Varian Mu Belum Masuk Indonesia

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memastikan, hingga saat ini, varian baru virus Corona Mu atau B.1.621 belum terdeteksi di Tanah Air.

“Kita sudah melakukan genome sequencing terhadap 7.000-an orang di seluruh Indonesia dan belum terdeteksi varian Mu,” kata Dante dalam konferensi pers virtual, yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/9).

Dante menjelaskan, dalam konteks laboratorium, varian Mu memiliki resistensi terhadap vaksin. Namun, penyebarannya tidak sebesar varian Delta.

“Mudah-mudahan, varian Mu akan abortif seperti varian Lambda beberapa waktu lalu di Peru,” ujarnya.

Varian Mu yang memiliki nama ilmiah B.1.621, pertama kali diidentifikasi pada sampel 11 Januari 2021 di Kolombia. 

Varian ini dinyatakan masuk kategori variant of interest (VOI) oleh WHO, pada 30 Agustus 2021. Setelah teridentifikasi menyebabkan penularan di komunitas/kasus Covid multiple/cluster dan terdeteksi di banyak negara.

Hingga saat ini, varian Mu telah terdeteksi di 46 negara. Terakhir kali, keberadaannya terlacak di Asia Timur pada Juli 2021. Namun, belum ditemukan di negara-negara ASEAN. Termasuk, Indonesia. [HES]

 

 

]]> Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono memastikan, hingga saat ini, varian baru virus Corona Mu atau B.1.621 belum terdeteksi di Tanah Air.

“Kita sudah melakukan genome sequencing terhadap 7.000-an orang di seluruh Indonesia dan belum terdeteksi varian Mu,” kata Dante dalam konferensi pers virtual, yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (6/9).

Dante menjelaskan, dalam konteks laboratorium, varian Mu memiliki resistensi terhadap vaksin. Namun, penyebarannya tidak sebesar varian Delta.

“Mudah-mudahan, varian Mu akan abortif seperti varian Lambda beberapa waktu lalu di Peru,” ujarnya.

Varian Mu yang memiliki nama ilmiah B.1.621, pertama kali diidentifikasi pada sampel 11 Januari 2021 di Kolombia. 

Varian ini dinyatakan masuk kategori variant of interest (VOI) oleh WHO, pada 30 Agustus 2021. Setelah teridentifikasi menyebabkan penularan di komunitas/kasus Covid multiple/cluster dan terdeteksi di banyak negara.

Hingga saat ini, varian Mu telah terdeteksi di 46 negara. Terakhir kali, keberadaannya terlacak di Asia Timur pada Juli 2021. Namun, belum ditemukan di negara-negara ASEAN. Termasuk, Indonesia. [HES]

 

 
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories