Wajibkan Semua Divaksin, Malaysia Janji Nggak Tangkap Imigran Gelap

Pemerintah Malaysia berjanji tidak akan menahan imigran gelap yang datang untuk mendapat vaksin Covid-19 gratis. Negeri Jiran rencananya bakal meluncurkan program vaksinasi pekan depan.

Semua warga negara asing, termasuk pekerja ilegal dan imigran gelap juga akan menerima vaksin secara cuma-cuma.

Pejabat yang bertanggung jawab atas persiapan vaksinasi, Khairy Jamaluddin mengatakan, pemerintah berupaya membangun rasa percaya dengan komunitas imigran gelap di negara mereka, agar semuanya mau hadir dalam proses vaksinasi.

Koordinator Vaksinasi Nasional Malaysia juga meminta bantuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional untuk ikut membantu membangun jembatan, agar semua pihak yang rentan tertular bisa mendapat akses vaksin.

“Kami ingin meyakinkan mereka, kalau mereka tidak akan ditangkap. Mereka bisa pergi dengan bebas usai menerima vaksinasi,” jelas Khairy Jamaluddin, yang juga menjabat sebagai Menteri Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi Malaysia.

Diberitakan Strait Times, Kamis (18/2), Malaysia sudah mengamankan vaksin dalam dosis besar. Setidaknya, 80 persen penduduk Malaysia bisa menerima dosis pertama vaksin Covid-19. Vaksin ini dijamin gratis untuk semua warga negara Malaysia, ekspatriat, pekerja migran, imigran gelap hingga pencari suaka.

“Vaksinasi ini bersifat suka rela. Namun, kami berupaya bisa menjangkau para imigran gelap untuk divaksin. Kami mau program ini sukses, tanpa mereka khawatir akan ditahan,” lanjut Khairy.

Tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkritik Malaysia, karena mengumpulkan ratusan imigran dan pengungsi tidak berdokumen selama tiga bulan di satu lokasi yang dijaga ketat saat diberlakukannya pembatasan sosial. Para imigran gelap ini ditangkap dan dikirim ke pusat penahanan.

Kini, otoritas Malaysia berjanji tidak akan menahan satu pun imigran gelap dan pekerja ilegal saat mereka datang untuk memeriksakan diri dan divaksin. Untuk meyakinkan para imigran gelap ini, Khairy mengatakan, pihaknya mengusahakan menggunakan vaksin yang hanya memerlukan satu dosis saja.

“Ini agar mereka bisa divaksin tanpa harus menimbang, apakah harus datang untuk vaksin dosis kedua atau tidak,” ujarnya.

Dia memprediksi, jika menggunakan vaksin yang memerlukan dua dosis, maka jumlah imigran gelap yang datang akan makin sedikit. Batch pertama vaksin Pfizer-BioNTech akan tiba pada 21 Februari, dan fase pertama dari program vaksinasi akan diluncurkan pada 26 Februari.

Petugas kesehatan, perwakilan masyarakat, dan kelompok lain yang dianggap sebagai kelompok rentan yang berada di garis depan pertempuran Covid-19 akan divaksinasi pada fase pertama.

Kelompok berisiko tinggi, termasuk mereka yang mengidap penyakit tertentu, berusia lebih dari 65 tahun dan profesional medis lainnya, akan mulai divaksin mulai Mei. [DAY]

]]> Pemerintah Malaysia berjanji tidak akan menahan imigran gelap yang datang untuk mendapat vaksin Covid-19 gratis. Negeri Jiran rencananya bakal meluncurkan program vaksinasi pekan depan.

Semua warga negara asing, termasuk pekerja ilegal dan imigran gelap juga akan menerima vaksin secara cuma-cuma.

Pejabat yang bertanggung jawab atas persiapan vaksinasi, Khairy Jamaluddin mengatakan, pemerintah berupaya membangun rasa percaya dengan komunitas imigran gelap di negara mereka, agar semuanya mau hadir dalam proses vaksinasi.

Koordinator Vaksinasi Nasional Malaysia juga meminta bantuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) internasional untuk ikut membantu membangun jembatan, agar semua pihak yang rentan tertular bisa mendapat akses vaksin.

“Kami ingin meyakinkan mereka, kalau mereka tidak akan ditangkap. Mereka bisa pergi dengan bebas usai menerima vaksinasi,” jelas Khairy Jamaluddin, yang juga menjabat sebagai Menteri Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi Malaysia.

Diberitakan Strait Times, Kamis (18/2), Malaysia sudah mengamankan vaksin dalam dosis besar. Setidaknya, 80 persen penduduk Malaysia bisa menerima dosis pertama vaksin Covid-19. Vaksin ini dijamin gratis untuk semua warga negara Malaysia, ekspatriat, pekerja migran, imigran gelap hingga pencari suaka.

“Vaksinasi ini bersifat suka rela. Namun, kami berupaya bisa menjangkau para imigran gelap untuk divaksin. Kami mau program ini sukses, tanpa mereka khawatir akan ditahan,” lanjut Khairy.

Tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengkritik Malaysia, karena mengumpulkan ratusan imigran dan pengungsi tidak berdokumen selama tiga bulan di satu lokasi yang dijaga ketat saat diberlakukannya pembatasan sosial. Para imigran gelap ini ditangkap dan dikirim ke pusat penahanan.

Kini, otoritas Malaysia berjanji tidak akan menahan satu pun imigran gelap dan pekerja ilegal saat mereka datang untuk memeriksakan diri dan divaksin. Untuk meyakinkan para imigran gelap ini, Khairy mengatakan, pihaknya mengusahakan menggunakan vaksin yang hanya memerlukan satu dosis saja.

“Ini agar mereka bisa divaksin tanpa harus menimbang, apakah harus datang untuk vaksin dosis kedua atau tidak,” ujarnya.

Dia memprediksi, jika menggunakan vaksin yang memerlukan dua dosis, maka jumlah imigran gelap yang datang akan makin sedikit. Batch pertama vaksin Pfizer-BioNTech akan tiba pada 21 Februari, dan fase pertama dari program vaksinasi akan diluncurkan pada 26 Februari.

Petugas kesehatan, perwakilan masyarakat, dan kelompok lain yang dianggap sebagai kelompok rentan yang berada di garis depan pertempuran Covid-19 akan divaksinasi pada fase pertama.

Kelompok berisiko tinggi, termasuk mereka yang mengidap penyakit tertentu, berusia lebih dari 65 tahun dan profesional medis lainnya, akan mulai divaksin mulai Mei. [DAY]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories