Wah, 8 Tahun Tinggal Di Rumah Pohon

Farman Ali mendapat julukan sebagai Tarzan dari Karachi, Pakistan. Itu karena dia menghabiskan delapan tahun terakhir hidupnya, tinggal di sebuah rumah pohon di kota tersebut.

Rumah pohon tempat tinggal Ali terbuat dari bambu, kayu, dan bahan bangunan, dan kain bekas. Selain tempat tidur seadanya, di rumah pohonnya juga ada wastafel kompor kecil untuk masak dan memanaskan air, lampu kecil bertenaga baterai dan charger untuk ponselnya.

Ali mulai tinggal di rumah pohon saat kedua orang tuanya wafat. Dia tak punya uang untuk membeli rumah. Tadinya, dia sempat tinggal di jalan. Namun karena kerap diganggu dan diusir, Ali memutuskan tinggal di pohon.

Sehari-hari, Ali bekerja serabutan. Mulai dari mencuci mobil, membersihkan rumah orang, hingga menjadi pembuat bahan makanan. Pendapatannya pun tak cukup untuk membeli rumah, atau tempat tinggal yang layak.

Sebelumnya, Ali juga pernah menikah. Tapi karena tidak bisa menafkahi pasangannya sebesar 165 dolar Amerika Serikat atau Rp 2,4 juta per bulan, Ali ditinggal. Dia pun kini pasrah.

“Harapan hidup saya saat ini hanya pada Tuhan,” ujar Ali, dilansir Oddity Central, kemarin. [PYB]

]]> Farman Ali mendapat julukan sebagai Tarzan dari Karachi, Pakistan. Itu karena dia menghabiskan delapan tahun terakhir hidupnya, tinggal di sebuah rumah pohon di kota tersebut.

Rumah pohon tempat tinggal Ali terbuat dari bambu, kayu, dan bahan bangunan, dan kain bekas. Selain tempat tidur seadanya, di rumah pohonnya juga ada wastafel kompor kecil untuk masak dan memanaskan air, lampu kecil bertenaga baterai dan charger untuk ponselnya.

Ali mulai tinggal di rumah pohon saat kedua orang tuanya wafat. Dia tak punya uang untuk membeli rumah. Tadinya, dia sempat tinggal di jalan. Namun karena kerap diganggu dan diusir, Ali memutuskan tinggal di pohon.

Sehari-hari, Ali bekerja serabutan. Mulai dari mencuci mobil, membersihkan rumah orang, hingga menjadi pembuat bahan makanan. Pendapatannya pun tak cukup untuk membeli rumah, atau tempat tinggal yang layak.

Sebelumnya, Ali juga pernah menikah. Tapi karena tidak bisa menafkahi pasangannya sebesar 165 dolar Amerika Serikat atau Rp 2,4 juta per bulan, Ali ditinggal. Dia pun kini pasrah.

“Harapan hidup saya saat ini hanya pada Tuhan,” ujar Ali, dilansir Oddity Central, kemarin. [PYB]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories