Wacana Sosok Pengganti Megawati Ajang Tes Ombak Loyalitas Kader Aje .

Usulan pengusungan Prananda Prabowo sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) pengganti Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai tes kesetiaan kader saja. Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Arief Poyuono mengingatkan kader Banteng agar waspada, dan tak salah langkah.

“Pernyataan mantan Walikota Solo, FX Rudyatmo yang mengusung Prananda sebagai Ketum PDIP itu cuma tes ombak. Sebagai tes kesetiaan para kader PDIP kepada Ibu Mega,” ujar Poyuono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia menjelaskan, dasar analisa tes ombak ini salah satunya, karena Kongres PDIP masih sangat lama, yaitu 2024. Nah, pernyataan Ketua DPC Solo ini dianalogikan seperti jebakan Batman yang nantinya akan menjerat mereka yang dianggap tidak loyal pasca kepimpinan Megawati. “Ini penting, agar mudah dipetakan, siapa yang setia dan tidak terhadap pasca kepemimpinan Ibu Mega nanti,” katanya.

Mantan Waketum Partai Gerindra ini menilai, seorang Megawati pasti sudah mengantongi nama siapa penggantinya setelah Kongres Partai di 2024 nanti. Dia meramal, posisi ketua umum masih tetap diamanahkan kepada trah Soekarno, tetapi bukan Prananda Prabowo.

Menurutnya, Ketua DPR, Puan Maharani merupakan sosok yang paling berpeluang menggantikan kepemimpinan Megawati sebagai Ketum DPP PDIP. Indikasinya, selain memiliki rekam jejak yang baik, sosok Puan juga dianggap mengakar di kalangan kader Banteng.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, FX Rudy Hadyatmo memberikan pernyataan denganmemberikan dukungan kepada Prananda untuk menjadi ketua umum pada Munas 2024 mendatang.

“Kalau Ibu Mega memang sudah betul-betul menyerahkan kepemimpinan ini kepada kader yang lainnya, menurut saya yang layak ya Mas Prananda itu,” ujarnya di Solo, Sabtu (10/4) lalu. [BSH]

]]> .
Usulan pengusungan Prananda Prabowo sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) pengganti Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai tes kesetiaan kader saja. Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Arief Poyuono mengingatkan kader Banteng agar waspada, dan tak salah langkah.

“Pernyataan mantan Walikota Solo, FX Rudyatmo yang mengusung Prananda sebagai Ketum PDIP itu cuma tes ombak. Sebagai tes kesetiaan para kader PDIP kepada Ibu Mega,” ujar Poyuono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Dia menjelaskan, dasar analisa tes ombak ini salah satunya, karena Kongres PDIP masih sangat lama, yaitu 2024. Nah, pernyataan Ketua DPC Solo ini dianalogikan seperti jebakan Batman yang nantinya akan menjerat mereka yang dianggap tidak loyal pasca kepimpinan Megawati. “Ini penting, agar mudah dipetakan, siapa yang setia dan tidak terhadap pasca kepemimpinan Ibu Mega nanti,” katanya.

Mantan Waketum Partai Gerindra ini menilai, seorang Megawati pasti sudah mengantongi nama siapa penggantinya setelah Kongres Partai di 2024 nanti. Dia meramal, posisi ketua umum masih tetap diamanahkan kepada trah Soekarno, tetapi bukan Prananda Prabowo.

Menurutnya, Ketua DPR, Puan Maharani merupakan sosok yang paling berpeluang menggantikan kepemimpinan Megawati sebagai Ketum DPP PDIP. Indikasinya, selain memiliki rekam jejak yang baik, sosok Puan juga dianggap mengakar di kalangan kader Banteng.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, FX Rudy Hadyatmo memberikan pernyataan denganmemberikan dukungan kepada Prananda untuk menjadi ketua umum pada Munas 2024 mendatang.

“Kalau Ibu Mega memang sudah betul-betul menyerahkan kepemimpinan ini kepada kader yang lainnya, menurut saya yang layak ya Mas Prananda itu,” ujarnya di Solo, Sabtu (10/4) lalu. [BSH]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories