Wacana Presiden 3 Periode, Boni Hargens: Belum Ada Yang Bisa Lanjutkan Jokowi

Suara masyarakat mulai bermunculan mendukung Presiden Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya di periode ketiga. Masyarakat yang mayoritas warga desa dan dari kalangan bawah tersebut, mengekspresikan dukungannya melalui video singkat yang tersebar viral di media sosial.   

Pengamat politik Boni Hargens mengatakan, hal itu respons dari keberhasilan pemerintah yang banyak dirasakan oleh masyarakat. 

Menurut Boni, awalnya banyak orang yang meragukan Jokowi saat terpilih menjadi Presiden pada 2014. Namun, seiring berjalannya waktu, dengan kerja keras dan kinerja yang baik, mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah menyadarkan orang-orang.

“Ketika Jokowi menjadi presiden, masyarakat menyadari ada yang tidak beres dalam pengelolaan negara selama ini. Lalu orang melihat kerja keras dan perubahan konkret yang dilakukan pemerintahan Jokowi,” kata Boni.

Dalam kurun waktu delapan tahun masa kepemimpinannya, masyarakat mulai merasa nyaman dengan gaya kepemimpinan Jokowi. Hingga masyarakat meminta orang nomor satu di Indonesia itu melanjutkan kerjanya di Pilpres 2024.

Menurutnya, masyarakat nyaman dengan itu. Dan mengharapkan realitas pembangunan ini terus berlanjut.

“Itu sih dasarnya kenapa animo masyarakat begitu tinggi menghendaki Jokowi berlanjut. Saat yang sama, belum ada sosok yang diyakini dapat melanjutkan apa yang sudah dan sedang dibangun Jokowi,” ujarnya.

Dukungan untuk Jokowi maju kembali di periode ketiga datang dari Wahyono dan Dwiyana. Pasangan suami istri tersebut merupakan keluarga yang berprofesi sebagai penjahit di Solo. 

Keduanya bahkan berharap agar anggota parlemen di DPR mempertimbangkan aspirasi rakyat untuk melakukan amandemen Undang-Undang Dasar 1945 tentang masa jabatan presiden. Supaya Jokowi dapat kembali maju pada Pilpres 2024.

“Kalau bisa Undang-Undangnya diubah itu, nanti Pak Jokowi diajukan lagi, bisa menjabat lagi itu,” kata Wahyono, Jumat (11/2).

Menurut Wahyono, mantan Wali Kota Solo itu merupakan sosok yang peduli terhadap rakyat kecil, dan terobosan-terobosan kebijakannya sangat dirasakan oleh orang seperti mereka. Wahyono pun meminta agar Jokowi mau melanjutkan kepemimpinannya untuk satu periode lagi.

“Keinginan saya begitu, soalnya Pak Jokowi itu memang memikirkan banget rakyat kecil,” bebernya.

Wahyono mencontohkan Program Keluarga Harapan (PKH), yang merupakan pemberian bantuan sosial dan menargetkan keluarga miskin berupa bantuan sembako dan uang tunai. 

Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat kecil memenuhi kebutuhan hariannya. 

“Bantuan dari Pak Jokowi ya PKH itu, beras dapat sembako sama uang, uang itu juga untuk anak sekolah,” ungkapnya.

Sementara, Dwiyana, istri dari Wahyono mengatakan, program PKH sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Kalau sembako satu bulan sekali itu berasnya 15 kilo, terus telurnya satu kilo tambah bawang merah, buah sama kacang tanah nanti ganti kacang hijau. Sekarang berasnya saja sudah lumayan,” kata Dwiyana.

Keluarga penjahit asal Solo itu menilai, sosok Jokowi berasal dari rakyat biasa, sehingga sangat memahami apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi dari rakyat.

“Memang bagus ide-idenya, selalu mengena di masyarakat. Pak Jokowi juga dari rakyat biasa bukan elite,” ucapnya. [REN]

]]> Suara masyarakat mulai bermunculan mendukung Presiden Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya di periode ketiga. Masyarakat yang mayoritas warga desa dan dari kalangan bawah tersebut, mengekspresikan dukungannya melalui video singkat yang tersebar viral di media sosial.   

Pengamat politik Boni Hargens mengatakan, hal itu respons dari keberhasilan pemerintah yang banyak dirasakan oleh masyarakat. 

Menurut Boni, awalnya banyak orang yang meragukan Jokowi saat terpilih menjadi Presiden pada 2014. Namun, seiring berjalannya waktu, dengan kerja keras dan kinerja yang baik, mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah menyadarkan orang-orang.

“Ketika Jokowi menjadi presiden, masyarakat menyadari ada yang tidak beres dalam pengelolaan negara selama ini. Lalu orang melihat kerja keras dan perubahan konkret yang dilakukan pemerintahan Jokowi,” kata Boni.

Dalam kurun waktu delapan tahun masa kepemimpinannya, masyarakat mulai merasa nyaman dengan gaya kepemimpinan Jokowi. Hingga masyarakat meminta orang nomor satu di Indonesia itu melanjutkan kerjanya di Pilpres 2024.

Menurutnya, masyarakat nyaman dengan itu. Dan mengharapkan realitas pembangunan ini terus berlanjut.

“Itu sih dasarnya kenapa animo masyarakat begitu tinggi menghendaki Jokowi berlanjut. Saat yang sama, belum ada sosok yang diyakini dapat melanjutkan apa yang sudah dan sedang dibangun Jokowi,” ujarnya.

Dukungan untuk Jokowi maju kembali di periode ketiga datang dari Wahyono dan Dwiyana. Pasangan suami istri tersebut merupakan keluarga yang berprofesi sebagai penjahit di Solo. 

Keduanya bahkan berharap agar anggota parlemen di DPR mempertimbangkan aspirasi rakyat untuk melakukan amandemen Undang-Undang Dasar 1945 tentang masa jabatan presiden. Supaya Jokowi dapat kembali maju pada Pilpres 2024.

“Kalau bisa Undang-Undangnya diubah itu, nanti Pak Jokowi diajukan lagi, bisa menjabat lagi itu,” kata Wahyono, Jumat (11/2).

Menurut Wahyono, mantan Wali Kota Solo itu merupakan sosok yang peduli terhadap rakyat kecil, dan terobosan-terobosan kebijakannya sangat dirasakan oleh orang seperti mereka. Wahyono pun meminta agar Jokowi mau melanjutkan kepemimpinannya untuk satu periode lagi.

“Keinginan saya begitu, soalnya Pak Jokowi itu memang memikirkan banget rakyat kecil,” bebernya.

Wahyono mencontohkan Program Keluarga Harapan (PKH), yang merupakan pemberian bantuan sosial dan menargetkan keluarga miskin berupa bantuan sembako dan uang tunai. 

Menurutnya, program tersebut sangat membantu masyarakat kecil memenuhi kebutuhan hariannya. 

“Bantuan dari Pak Jokowi ya PKH itu, beras dapat sembako sama uang, uang itu juga untuk anak sekolah,” ungkapnya.

Sementara, Dwiyana, istri dari Wahyono mengatakan, program PKH sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

“Kalau sembako satu bulan sekali itu berasnya 15 kilo, terus telurnya satu kilo tambah bawang merah, buah sama kacang tanah nanti ganti kacang hijau. Sekarang berasnya saja sudah lumayan,” kata Dwiyana.

Keluarga penjahit asal Solo itu menilai, sosok Jokowi berasal dari rakyat biasa, sehingga sangat memahami apa yang menjadi kebutuhan dan aspirasi dari rakyat.

“Memang bagus ide-idenya, selalu mengena di masyarakat. Pak Jokowi juga dari rakyat biasa bukan elite,” ucapnya. [REN]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories