Wabah PMK Jelang Idul Adha Pilihlah Hewan Kurban Yang Benar-benar Sehat

Perayaan Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari. Masyarakat banyak yang khawatir memilih hewan kurban, mengingat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak.

Pakar Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sulistyo menyarankan empat tips untuk panitia kurban dalam menghadapi wabah PMK dalam momen perayaan Idul Adha.

Pertama, panitia hendaknya menyiapkan dandang-dandang besar untuk perebusan untuk memudahkan jika ternyata hewan kurban yang disembelih terjangkit PMK.

“Jika ternyata hewan kurban terkena PMK ringan sesuai fatwa MUI memang sah. Tapi bagian-bagian yang terkena seperti kepala, kaki, jeroan itu harus direbus dulu sehingga aman dari virus PMK,” ujar Sulistyo.

Kedua, panitia harus mempersiapkan lubang khusus untuk membersihkan jeroan hewan kurban. Lubang tersebut, kata dia, nantinya dikhususkan untuk menampung air yang digunakan dalam membersihkan jeroan.

Bila sudah bersih, lanjut Sulistyo, pani­tia diminta untuk menambahkan asam sitrat atau deterjen sebelum menutup lubang agar tidak mencemari lingkungan.

“Bisanya panitia kurban yang member­sihkan jeroan ramai-ramai ke sungai. Ini kita tidak tahu kalau ternyata ada hewan yang terpapar PMK, jadi tidak baik mem­bersihkan jeroan di sungai,” katanya.

Ketiga, panitia harus membedakan plastik daging, jeroan merah seperti hati, dan jeroan hijau seperti babat. Pembedaan kantong plastik tersebut, kata dia, sehar­usnya sudah dilakukan sebelum wabah PMK. Terlebih, jeroan merah dan hijau mengandung banyak mikrobia.

“Terakhir, panitia yang bertugas men­gurus jeroan sebaiknya tidak mengurus bagian tubuh hewan kurban lainnya. Tujuanya mencegah penularan wabah PMK,” katanya.

Diketahui, hewan yang terjangkit pe­nyakit PMK akan mengeluarkan air liur yang berlebih, terdapat bercak merah di mulut dan sejumlah luka di kukunya.

Berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), hewan ternak yang terinfeksi PMK dalam taraf ringan masih sah untuk dikurbankan. Syaratnya, dag­ing kurban harus direbus hingga matang sebelum dibagikan.

Netizen mengimbau masyarakat agar memilih hewan kurban yang benar-benar sehat, karena sedang adanya wabah PMK pada hewan ternak.

 

Akun @Maharafitri_ani mengimbau masyarakat untuk memilih hewan kurban yang benar-benar sehat. Soalnya, kata dia, saat ini sedang adanya wabah PMK pada hewan ternak.

“Membeli hewan kurban harus dipas­tikan kesehatannya terlebih dahulu,” saran @ali_sarkowi.

Akun @papanskor menimpali. Kondisi hewan kurban yang sehat, kata dia, antara lain tidak menunjukkan gejala klinis PMK seperti lesu, lepuh pada permukaan selaput mulut ternak, tidak mengeluarkan air liur/lendir berlebihan.

“Juga kondisi hewan tidak memiliki cacat,” kata dia.

Akun @intan_heny berharap, wabah PMK tidak membuat Shalat Idul Adha terganggu. Termasuk, kata dia, proses penyembelihan sampai penyaluran hewan kurban dapat berjalan aman serta higienis.

“Meski Indonesia tengah dilanda wabah PMK, namun ketersediaan hewan kurban sehat untuk Idul Adha 1443 Hijriah atau 2022 Masehi dipastikan masih aman,” ujar @tolakbigotNKRI.

Akun @Pabocor mengatakan, Pemerintah akan melakukan pengaturan terkait hewan kurban dalam situasi merebaknya PMK pada hewan ternak di Tanah Air. Soalnya, kebutuhan hewan ternak pada saat Idul Adha akan meningkat.

“Wabah PMK terus meluas di 22 Provinsi di seluruh Indonesia. Kasus tertinggi di Jawa Timur,” kata @JarrFajarr.

Dengan kondisi itu, @PKSejahtera mendesak Pemerintah serius dalam menghadapi wabah PMK. Untuk itu, kata dia, perlu adanya anggaran yang dialokasikan secara penuh untuk penan­ganan wabah.

“Pemerintah terus berupaya menang­gulangi penularan PMK pada hewan ternak. Sepatutnya kita waspada wabah PMK pada hewan ternak menjelang Idul Adha,” kata @theT4ntryS1.

Akun @Kiyai_MarufAmin mengata­kan, dalam mengatasi PMK, Pemerintah telah mengambil langkah dengan melaku­kan vaksinasi di berbagai daerah untuk mencegah terjangkitnya penyakit PMK. Kata dia, sapi-sapi yang telah terkena penyakit PMK akan terus dilakukan pengobatan secara intensif.

“Atasi wabah PMK, Kementan luncurkan 455 armada untuk disinfeksi Massal,” tam­bah @schmudotid. “Pemerintah akan ganti rugi sapi yang dimusnahkan akibat terkena wabah PMK,” kata @koalisibersatu1.

Akun @JKertawinata menimpali. Kata dia, santunan ternak terdampak PMK senilai 10 juta, mengingat dampak ekonomi yang ditimbulkan cukup besar. Harapannya, kata dia, santunan tersebut tersampaikan ke peternak yang benar-benar terdampak.

“Bukan kepada oknum yang memiliki kepentingan apalagi dikebiri oleh oknum yang tidak beradab,” kata dia. [TIF]

]]> Perayaan Hari Raya Idul Adha tinggal menghitung hari. Masyarakat banyak yang khawatir memilih hewan kurban, mengingat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak.

Pakar Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sulistyo menyarankan empat tips untuk panitia kurban dalam menghadapi wabah PMK dalam momen perayaan Idul Adha.

Pertama, panitia hendaknya menyiapkan dandang-dandang besar untuk perebusan untuk memudahkan jika ternyata hewan kurban yang disembelih terjangkit PMK.

“Jika ternyata hewan kurban terkena PMK ringan sesuai fatwa MUI memang sah. Tapi bagian-bagian yang terkena seperti kepala, kaki, jeroan itu harus direbus dulu sehingga aman dari virus PMK,” ujar Sulistyo.

Kedua, panitia harus mempersiapkan lubang khusus untuk membersihkan jeroan hewan kurban. Lubang tersebut, kata dia, nantinya dikhususkan untuk menampung air yang digunakan dalam membersihkan jeroan.

Bila sudah bersih, lanjut Sulistyo, pani­tia diminta untuk menambahkan asam sitrat atau deterjen sebelum menutup lubang agar tidak mencemari lingkungan.

“Bisanya panitia kurban yang member­sihkan jeroan ramai-ramai ke sungai. Ini kita tidak tahu kalau ternyata ada hewan yang terpapar PMK, jadi tidak baik mem­bersihkan jeroan di sungai,” katanya.

Ketiga, panitia harus membedakan plastik daging, jeroan merah seperti hati, dan jeroan hijau seperti babat. Pembedaan kantong plastik tersebut, kata dia, sehar­usnya sudah dilakukan sebelum wabah PMK. Terlebih, jeroan merah dan hijau mengandung banyak mikrobia.

“Terakhir, panitia yang bertugas men­gurus jeroan sebaiknya tidak mengurus bagian tubuh hewan kurban lainnya. Tujuanya mencegah penularan wabah PMK,” katanya.

Diketahui, hewan yang terjangkit pe­nyakit PMK akan mengeluarkan air liur yang berlebih, terdapat bercak merah di mulut dan sejumlah luka di kukunya.

Berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), hewan ternak yang terinfeksi PMK dalam taraf ringan masih sah untuk dikurbankan. Syaratnya, dag­ing kurban harus direbus hingga matang sebelum dibagikan.

Netizen mengimbau masyarakat agar memilih hewan kurban yang benar-benar sehat, karena sedang adanya wabah PMK pada hewan ternak.

 

Akun @Maharafitri_ani mengimbau masyarakat untuk memilih hewan kurban yang benar-benar sehat. Soalnya, kata dia, saat ini sedang adanya wabah PMK pada hewan ternak.

“Membeli hewan kurban harus dipas­tikan kesehatannya terlebih dahulu,” saran @ali_sarkowi.

Akun @papanskor menimpali. Kondisi hewan kurban yang sehat, kata dia, antara lain tidak menunjukkan gejala klinis PMK seperti lesu, lepuh pada permukaan selaput mulut ternak, tidak mengeluarkan air liur/lendir berlebihan.

“Juga kondisi hewan tidak memiliki cacat,” kata dia.

Akun @intan_heny berharap, wabah PMK tidak membuat Shalat Idul Adha terganggu. Termasuk, kata dia, proses penyembelihan sampai penyaluran hewan kurban dapat berjalan aman serta higienis.

“Meski Indonesia tengah dilanda wabah PMK, namun ketersediaan hewan kurban sehat untuk Idul Adha 1443 Hijriah atau 2022 Masehi dipastikan masih aman,” ujar @tolakbigotNKRI.

Akun @Pabocor mengatakan, Pemerintah akan melakukan pengaturan terkait hewan kurban dalam situasi merebaknya PMK pada hewan ternak di Tanah Air. Soalnya, kebutuhan hewan ternak pada saat Idul Adha akan meningkat.

“Wabah PMK terus meluas di 22 Provinsi di seluruh Indonesia. Kasus tertinggi di Jawa Timur,” kata @JarrFajarr.

Dengan kondisi itu, @PKSejahtera mendesak Pemerintah serius dalam menghadapi wabah PMK. Untuk itu, kata dia, perlu adanya anggaran yang dialokasikan secara penuh untuk penan­ganan wabah.

“Pemerintah terus berupaya menang­gulangi penularan PMK pada hewan ternak. Sepatutnya kita waspada wabah PMK pada hewan ternak menjelang Idul Adha,” kata @theT4ntryS1.

Akun @Kiyai_MarufAmin mengata­kan, dalam mengatasi PMK, Pemerintah telah mengambil langkah dengan melaku­kan vaksinasi di berbagai daerah untuk mencegah terjangkitnya penyakit PMK. Kata dia, sapi-sapi yang telah terkena penyakit PMK akan terus dilakukan pengobatan secara intensif.

“Atasi wabah PMK, Kementan luncurkan 455 armada untuk disinfeksi Massal,” tam­bah @schmudotid. “Pemerintah akan ganti rugi sapi yang dimusnahkan akibat terkena wabah PMK,” kata @koalisibersatu1.

Akun @JKertawinata menimpali. Kata dia, santunan ternak terdampak PMK senilai 10 juta, mengingat dampak ekonomi yang ditimbulkan cukup besar. Harapannya, kata dia, santunan tersebut tersampaikan ke peternak yang benar-benar terdampak.

“Bukan kepada oknum yang memiliki kepentingan apalagi dikebiri oleh oknum yang tidak beradab,” kata dia. [TIF]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories