Virus India Bersarang Di 10 WNI Menkes Tidak Panik

Virus Corona asal India yang lebih cepat menular sudah masuk ke Indonesia. Virus yang berkode B1617 itu, bersarang di tubuh 10 warga negara Indonesia (WNI). Meski begitu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidak panik. Menurutnya, pemerintah sudah mempunyai instrumen pencegahan.

Hal tersebut dikatakan BGS -sapaan Budi Gunadi Sadikin- saat konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, kemarin.

“Virus itu juga sudah masuk ke Indonesia. Ada 10 orang sudah terkena virus tersebut,” ujarnya.

Dari 10 WNI yang kena Corona India ada di tiga provinsi: Sumatera, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan. Rinciannya: 6 berasal dari luar negeri dan 4 transmisi lokal.

Pemerintah, kata dia, sudah memiliki sejumlah instrumen untuk mencekalnya. Pertama, menangguhkan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas. Kedua, menolak masuknya warga negara asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir ke India, sebelum masuk Indonesia.

“Untuk WNI masih boleh masuk, tapi protokol kesehatan kami perketat. Sehingga mereka harus stay 14 hari untuk WNI yang 14 hari terakhir pernah mengunjungi India mereka tetap diizinkan masuk. Tapi mereka harus dikarantina 14 hari,” ujarnya.

Sejumlah titik pintu masuk kedatangan WNA bahkan sudah ditentukan. Pemerintah memutuskan untuk jalur udara hanya boleh masuk lewat Bandara Soekarno Hatta, Juanda, Kualanamu, dan Sam Ratulangi. Sedangkan untuk pelabuhan hanya bisa masuk melalui Pelabuhan Batam, Tanjung Pinang, dan Dumai.

“Kita pastikan semua nanti yang pernah datang atau mengunjungi India akan dilakukan genome sequencing. Agar kita benar-benar lihat apakah terjadi mutasi baru atau tidak,” ujar BGS.

Lalu apa kata Satgas Covid-19? Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo meminta, jajarannya waspada. Pasalnya, saat ini terjadi lonjakan kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI). Catatannya, dalam dua bulan terakhir, angkanya mencapai puluhan ribu orang. Kepulangan mereka lantaran kontrak kerjanya di negara asal sudah habis.

Doni meminta jajarannya memfasilitasi kepulangan PMI dengan protokol kesehatan ketat. Seperti tes swab dua kali: saat kedatangan dan setelah dikarantina selama 5 hari. “Ini dilakukan agar PMI kita saat kembali ke kampung halaman tidak membawa Covid-19,” imbuhnya.

Bagaimana tanggapan ahli kesehatan? Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Profesor Zubairi Djoerban mengatakan, Corona asal India sangat cepat menular. Sebab itu, masyarakat harus lebih waspada. Salah satu yang bisa dilakukan selain menerapkan protokol kesehatan adalah dengan tidak mudik.

 

“Sepuluh orang didapati terinfeksi varian baru dari India. Apakah itu varian B1617? Menteri Budi Sadikin tidak merincinya. Yang jelas, situasi ini bukan waktunya bersantai, apalagi merencanakan mudik. Cara B1617 menyebar cepat ke seluruh India amat patut kita waspadai,” ujar di akun Twitter @ProfesorZubairi.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini mengakui, memang belum ada bukti yang kuat apakah B1617 ini lebih cepat menular atau bahkan resistan terhadap vaksin. Hanya saja, ia meminta, masyarakat agar menganggap kehadiran varian ini sebagai ancaman nyata.

Zubairi yakin, warga Indonesia pasti tidak ingin pandemi ini terus berlangsung. Berkaca dari India yang sebelumnya penambahan kasus baru sudah melandai, tapi melonjak signifikan usai melonggarkan protokol kesehatan.

“Jangan sampai kita kembali ke masa awal pandemi lagi. Apalagi jadi seperti India. Jangan,” pesannya.

Sementara itu, untuk mencegah penyebaran Corona India, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengurungkan niatnya mengimpor daging kerbau dari India. Saat ini, perseroan telah merealisasikan impor dengan volume 13 ribu ton dari total 80 ribu ton yang ditugasi pemerintah.

“Untuk kelanjutan importasi kita melihat situasi. Kami tidak akan datangkan selama perkembangan di sana belum kondusif. Kita jaga betul,” pungkasnya.

Untuk diketahui, India mengalami tsunami Corona. Dalam sepekan tambahan kasus mencapai lebih dari 2,2 juta kasus dengan kematian di kisaran 2.000-an orang per hari.

Mengutip data Worldometers.info sampai dengan Minggu (25/4), India mencatatkan kasus harian paling banyak di dunia, hingga 354.531 kasus dalam sehari dan 2.806 kematian.

Dalam sepekan, kasus Covid-19 di India sudah bertambah sampai 47 persen mencapai 2.248.533 kasus. Adapun, kematian sepekan tercatat mencapai 16.323 orang.

Lonjakan kasus di India diduga adanya mutasi virus yang membuat virusnya tak terdeteksi dengan metode pemeriksaan tes PCR. [OKT]

]]> Virus Corona asal India yang lebih cepat menular sudah masuk ke Indonesia. Virus yang berkode B1617 itu, bersarang di tubuh 10 warga negara Indonesia (WNI). Meski begitu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin tidak panik. Menurutnya, pemerintah sudah mempunyai instrumen pencegahan.

Hal tersebut dikatakan BGS -sapaan Budi Gunadi Sadikin- saat konferensi pers yang disiarkan melalui akun YouTube Sekretariat Presiden, kemarin.

“Virus itu juga sudah masuk ke Indonesia. Ada 10 orang sudah terkena virus tersebut,” ujarnya.

Dari 10 WNI yang kena Corona India ada di tiga provinsi: Sumatera, Jawa Barat, dan Kalimantan Selatan. Rinciannya: 6 berasal dari luar negeri dan 4 transmisi lokal.

Pemerintah, kata dia, sudah memiliki sejumlah instrumen untuk mencekalnya. Pertama, menangguhkan sementara pemberian visa kunjungan dan visa tinggal terbatas. Kedua, menolak masuknya warga negara asing (WNA) yang memiliki riwayat perjalanan 14 hari terakhir ke India, sebelum masuk Indonesia.

“Untuk WNI masih boleh masuk, tapi protokol kesehatan kami perketat. Sehingga mereka harus stay 14 hari untuk WNI yang 14 hari terakhir pernah mengunjungi India mereka tetap diizinkan masuk. Tapi mereka harus dikarantina 14 hari,” ujarnya.

Sejumlah titik pintu masuk kedatangan WNA bahkan sudah ditentukan. Pemerintah memutuskan untuk jalur udara hanya boleh masuk lewat Bandara Soekarno Hatta, Juanda, Kualanamu, dan Sam Ratulangi. Sedangkan untuk pelabuhan hanya bisa masuk melalui Pelabuhan Batam, Tanjung Pinang, dan Dumai.

“Kita pastikan semua nanti yang pernah datang atau mengunjungi India akan dilakukan genome sequencing. Agar kita benar-benar lihat apakah terjadi mutasi baru atau tidak,” ujar BGS.

Lalu apa kata Satgas Covid-19? Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo meminta, jajarannya waspada. Pasalnya, saat ini terjadi lonjakan kedatangan pekerja migran Indonesia (PMI). Catatannya, dalam dua bulan terakhir, angkanya mencapai puluhan ribu orang. Kepulangan mereka lantaran kontrak kerjanya di negara asal sudah habis.

Doni meminta jajarannya memfasilitasi kepulangan PMI dengan protokol kesehatan ketat. Seperti tes swab dua kali: saat kedatangan dan setelah dikarantina selama 5 hari. “Ini dilakukan agar PMI kita saat kembali ke kampung halaman tidak membawa Covid-19,” imbuhnya.

Bagaimana tanggapan ahli kesehatan? Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Profesor Zubairi Djoerban mengatakan, Corona asal India sangat cepat menular. Sebab itu, masyarakat harus lebih waspada. Salah satu yang bisa dilakukan selain menerapkan protokol kesehatan adalah dengan tidak mudik.

 

“Sepuluh orang didapati terinfeksi varian baru dari India. Apakah itu varian B1617? Menteri Budi Sadikin tidak merincinya. Yang jelas, situasi ini bukan waktunya bersantai, apalagi merencanakan mudik. Cara B1617 menyebar cepat ke seluruh India amat patut kita waspadai,” ujar di akun Twitter @ProfesorZubairi.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini mengakui, memang belum ada bukti yang kuat apakah B1617 ini lebih cepat menular atau bahkan resistan terhadap vaksin. Hanya saja, ia meminta, masyarakat agar menganggap kehadiran varian ini sebagai ancaman nyata.

Zubairi yakin, warga Indonesia pasti tidak ingin pandemi ini terus berlangsung. Berkaca dari India yang sebelumnya penambahan kasus baru sudah melandai, tapi melonjak signifikan usai melonggarkan protokol kesehatan.

“Jangan sampai kita kembali ke masa awal pandemi lagi. Apalagi jadi seperti India. Jangan,” pesannya.

Sementara itu, untuk mencegah penyebaran Corona India, Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso mengurungkan niatnya mengimpor daging kerbau dari India. Saat ini, perseroan telah merealisasikan impor dengan volume 13 ribu ton dari total 80 ribu ton yang ditugasi pemerintah.

“Untuk kelanjutan importasi kita melihat situasi. Kami tidak akan datangkan selama perkembangan di sana belum kondusif. Kita jaga betul,” pungkasnya.

Untuk diketahui, India mengalami tsunami Corona. Dalam sepekan tambahan kasus mencapai lebih dari 2,2 juta kasus dengan kematian di kisaran 2.000-an orang per hari.

Mengutip data Worldometers.info sampai dengan Minggu (25/4), India mencatatkan kasus harian paling banyak di dunia, hingga 354.531 kasus dalam sehari dan 2.806 kematian.

Dalam sepekan, kasus Covid-19 di India sudah bertambah sampai 47 persen mencapai 2.248.533 kasus. Adapun, kematian sepekan tercatat mencapai 16.323 orang.

Lonjakan kasus di India diduga adanya mutasi virus yang membuat virusnya tak terdeteksi dengan metode pemeriksaan tes PCR. [OKT]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories