Virus Corona Bikin Jurang Antara Si Kaya Dan Si Miskin Makin Lebar

Miris, jurang ketimpangan antara orang kaya dan miskin di Indonesia semakin melebar sejak pandemi Covid-19. Orang kaya ber­tambah 50 ribu jiwa, orang miskin melompat 1,12 juta.

Mufcartoon mengunggah sindiran dalam bentuk meme yang berkaitan dengan anomali di masa pandemi. Yang kaya semakin kaya, yang miskin tambah miskin.

Meme pertama, orang berkulit hijau den­gan kepala mirip virus Corona menendang seseorang hingga terjatuh. Di dalamnya dibumbui dengan informasi selama pandemi jumlah orang miskin di Indonesia bertambah 1,12 juta jiwa.

Meme kedua, orang kaya yang mengena­kan setelan jas dan dasi sedang berbincang-bincang dengan seseorang. Di dalamnya ada pernyataan jumlah orang kaya di Indonesia bertambah 50 ribu jiwa.

“Kategori kaya itu adalah orang yang punya kekayaan bersih minimal 1 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 15 miliar. Apakah ada di antara followers saya yang punya duit segitu? Bagi dong,” ujar Mufcartoon.

Netizen membenarkan banyak orang yang tambah kaya selama pandemi. Namun, yang miskin juga bertambah banyak.

“Aku ngeliat ada gap yang besar banget di masyarakat selama pandemi. Salah sa­tunya, antara si kaya dan si miskin,” ujar @ghan_sb.

“Pandemi gini beneran bikin jurang antara si miskin dan si kaya makin lebar,” sambung @epyepoyzz.

Akun @TheKopRossonero menimpali. Kata dia, yang kaya semakin menumpuk hartanya. Sedangkan si miskin untuk makan sehari-se­hari saja susah. Sementara pandemi Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir.

Senada, @yekti_susanti melihat kesenjan­gan sosial di masyarakat di saat pandemi lebih ekstrim. Kata dia, banyak miliuner berhasil menggandakan kekayaannya.

“Masyarakat ekonomi menengah, mereka membutuhkan lebih dari satu dekade untuk memulihkan keadaan ekonominya,” ujarnya.

 

Akun @danangjo_co menyambung. Kata dia, kelompok masyarakat menengah-atas selamat dari krisis. Bahkan, kualitas hidup mereka semakin meningkat. Sementara, sebagian masyarakat kecil semakin jatuh, terpuruk dan sulit pulih.

“Hasilnya: kesenjangan sosial-ekonomi yang semakin parah selepas pandemi kelak,” katanya.

Menurut @ElisabertAdvent, pandemi benar-benar menelanjangi disparitas sosial dan ekonomi Indonesia. Semua kesenjangan yang waktu normal mampu ditutupi dengan segala silat lidah dan teknik ngeles para pejabat, sekarang sudah tidak bisa ditutupi lagi.

Akun @UdaDalias menjelaskan, pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020 berdampak parah pada ekonomi. Yaitu, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi. Jumlah pen­gangguran dan penduduk miskin bertambah.

“Juga terjadi peningkatan jumlah penduduk yang cukup kaya dan yang sangat kaya,” ujarnya.

Akun @Bejo menganggap wajar ketimpa­ngan ekonomi semakin lebar saat pandemi. Sebab, mau pandemi atau tidak, yang kaya bertambah kaya karena menanam equity di banyak bisnis.

“Kalau yang kere nggak bisa tanam equity, sehingga duit cuma cukup buat makan dan bayar cicilan,” ujarnya.

Menurut @thsmmra, sebelum pandemi sebenarnya sudah ada kesenjangan antar si kaya dan si miskin. Cuma dengan pandemi sekarang, kesenjangan tersebut semakin ter­lihat.

“Yang kaya berhasil melihat potensi. Sedangkan yang miskin gagal melihat potensi yang ada” kata Fajar Edisya.

]]> Miris, jurang ketimpangan antara orang kaya dan miskin di Indonesia semakin melebar sejak pandemi Covid-19. Orang kaya ber­tambah 50 ribu jiwa, orang miskin melompat 1,12 juta.

Mufcartoon mengunggah sindiran dalam bentuk meme yang berkaitan dengan anomali di masa pandemi. Yang kaya semakin kaya, yang miskin tambah miskin.

Meme pertama, orang berkulit hijau den­gan kepala mirip virus Corona menendang seseorang hingga terjatuh. Di dalamnya dibumbui dengan informasi selama pandemi jumlah orang miskin di Indonesia bertambah 1,12 juta jiwa.

Meme kedua, orang kaya yang mengena­kan setelan jas dan dasi sedang berbincang-bincang dengan seseorang. Di dalamnya ada pernyataan jumlah orang kaya di Indonesia bertambah 50 ribu jiwa.

“Kategori kaya itu adalah orang yang punya kekayaan bersih minimal 1 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 15 miliar. Apakah ada di antara followers saya yang punya duit segitu? Bagi dong,” ujar Mufcartoon.

Netizen membenarkan banyak orang yang tambah kaya selama pandemi. Namun, yang miskin juga bertambah banyak.

“Aku ngeliat ada gap yang besar banget di masyarakat selama pandemi. Salah sa­tunya, antara si kaya dan si miskin,” ujar @ghan_sb.

“Pandemi gini beneran bikin jurang antara si miskin dan si kaya makin lebar,” sambung @epyepoyzz.

Akun @TheKopRossonero menimpali. Kata dia, yang kaya semakin menumpuk hartanya. Sedangkan si miskin untuk makan sehari-se­hari saja susah. Sementara pandemi Covid-19 belum diketahui kapan akan berakhir.

Senada, @yekti_susanti melihat kesenjan­gan sosial di masyarakat di saat pandemi lebih ekstrim. Kata dia, banyak miliuner berhasil menggandakan kekayaannya.

“Masyarakat ekonomi menengah, mereka membutuhkan lebih dari satu dekade untuk memulihkan keadaan ekonominya,” ujarnya.

 

Akun @danangjo_co menyambung. Kata dia, kelompok masyarakat menengah-atas selamat dari krisis. Bahkan, kualitas hidup mereka semakin meningkat. Sementara, sebagian masyarakat kecil semakin jatuh, terpuruk dan sulit pulih.

“Hasilnya: kesenjangan sosial-ekonomi yang semakin parah selepas pandemi kelak,” katanya.

Menurut @ElisabertAdvent, pandemi benar-benar menelanjangi disparitas sosial dan ekonomi Indonesia. Semua kesenjangan yang waktu normal mampu ditutupi dengan segala silat lidah dan teknik ngeles para pejabat, sekarang sudah tidak bisa ditutupi lagi.

Akun @UdaDalias menjelaskan, pandemi Covid-19 sepanjang tahun 2020 berdampak parah pada ekonomi. Yaitu, pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi. Jumlah pen­gangguran dan penduduk miskin bertambah.

“Juga terjadi peningkatan jumlah penduduk yang cukup kaya dan yang sangat kaya,” ujarnya.

Akun @Bejo menganggap wajar ketimpa­ngan ekonomi semakin lebar saat pandemi. Sebab, mau pandemi atau tidak, yang kaya bertambah kaya karena menanam equity di banyak bisnis.

“Kalau yang kere nggak bisa tanam equity, sehingga duit cuma cukup buat makan dan bayar cicilan,” ujarnya.

Menurut @thsmmra, sebelum pandemi sebenarnya sudah ada kesenjangan antar si kaya dan si miskin. Cuma dengan pandemi sekarang, kesenjangan tersebut semakin ter­lihat.

“Yang kaya berhasil melihat potensi. Sedangkan yang miskin gagal melihat potensi yang ada” kata Fajar Edisya.
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories