Viral Video Bupati Abdul Gafur Naik Jet Pribadi, Netizen: Bupati Rasa Sultan, Pantes Ditangkap KPK…

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi pada Kamis (12/1), kembali menjadi buah bibir.

Soalnya, video yang merekam politisi Partai Demokrat itu menumpangi jet pribadi bersama keluarganya, viral beredar di media sosial. Dalam video yang salah satunya diunggah oleh akun Twitter @LekKacung itu terlihat Abdul Gafur sedang duduk di kursi pesawat dengan memakai baju safari.

Sesekali istrinya, Risna yang mengenakan pakaian gamis hitam, tampak menyuapi suaminya itu. Dia akhir video, ada potret Gafur dan sang istri duduk di bangkunya masing-masing sambil saling menggenggam tangan.

Selain Abdul Gafur dan sang istri, terlihat sejumlah orang yang berada dalam pesawat jet tersebut. Namun, tak diketahui identitas penumpang lainnya.

“Wali Kota Penajam Utara saat naik jet pribadi bersama keluarga beberapa saat sebelum ditangkap dan ditahan KPK. Hidup ini kata orang Jawa saling sawang sinawang, jangan melihat kehidupan hanya dari kulit luarnya saja. Dunia itu panggung sandiwara,” tulis akun Twitter @LekKacung dalam unggahan video itu, Minggu (16/1).

Unggahan itu tak memperlihatkan waktu video itu diambil. Namun, video itu tentunya memicu pergunjingan warganet. Mayoritas, menyindir dan menghujat. Akun @AlsNugrahaa, misalnya. “Mantap, Bupati rasa Sultan ini,. Pantes pak ditangkap KPK, lebih besar pasak daripada tiang,” cuitnya.

“Ntar dipenjara disuapin juga nggak?” timpal @panji_narw. Sementara @virliy juga mengaku tak heran jika Abdul Gafur ditangkap KPK. “Gimana nggak korup, gaya hidupnya bak artis papan atas, pesawat bisnis class, outfitnya gucci,” kicaunya..

Viralnya video tersebut turut menarik perhatian pengacara kondang Hotman Paris. Ia pun menyindir video tersebut melalui akun instagramnya.

“Apakah benar orang yang di pesawat jet pribadi ini oknum pejabat atau oknum pengusaha swasta? Hehe, dia kalahin Gus Hot,” tulis @hotmanparisofficial.

Abdul Gafur sendiri sudah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan.

 

Selain Abdul Gafur, penyidik komisi antirasyah juga menetapkan lima orang lain sebagai tersangka. Kelimanya adalah Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara Mulyadi, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro

Lalu, Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara Jusman, Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis, dan pihak swasta, Achmad Zuhdi alias Yudi.

Atas tidak dugaan pidana itu, Abdul Gafur, Mulyadi, Edi Hasmoro, Jusman, dan Nur Afifah Balqis disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Achmad Zuhdi selaku tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [OKT]

]]> Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas’ud yang ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi pada Kamis (12/1), kembali menjadi buah bibir.

Soalnya, video yang merekam politisi Partai Demokrat itu menumpangi jet pribadi bersama keluarganya, viral beredar di media sosial. Dalam video yang salah satunya diunggah oleh akun Twitter @LekKacung itu terlihat Abdul Gafur sedang duduk di kursi pesawat dengan memakai baju safari.

Sesekali istrinya, Risna yang mengenakan pakaian gamis hitam, tampak menyuapi suaminya itu. Dia akhir video, ada potret Gafur dan sang istri duduk di bangkunya masing-masing sambil saling menggenggam tangan.

Selain Abdul Gafur dan sang istri, terlihat sejumlah orang yang berada dalam pesawat jet tersebut. Namun, tak diketahui identitas penumpang lainnya.

“Wali Kota Penajam Utara saat naik jet pribadi bersama keluarga beberapa saat sebelum ditangkap dan ditahan KPK. Hidup ini kata orang Jawa saling sawang sinawang, jangan melihat kehidupan hanya dari kulit luarnya saja. Dunia itu panggung sandiwara,” tulis akun Twitter @LekKacung dalam unggahan video itu, Minggu (16/1).

Unggahan itu tak memperlihatkan waktu video itu diambil. Namun, video itu tentunya memicu pergunjingan warganet. Mayoritas, menyindir dan menghujat. Akun @AlsNugrahaa, misalnya. “Mantap, Bupati rasa Sultan ini,. Pantes pak ditangkap KPK, lebih besar pasak daripada tiang,” cuitnya.

“Ntar dipenjara disuapin juga nggak?” timpal @panji_narw. Sementara @virliy juga mengaku tak heran jika Abdul Gafur ditangkap KPK. “Gimana nggak korup, gaya hidupnya bak artis papan atas, pesawat bisnis class, outfitnya gucci,” kicaunya..

Viralnya video tersebut turut menarik perhatian pengacara kondang Hotman Paris. Ia pun menyindir video tersebut melalui akun instagramnya.

“Apakah benar orang yang di pesawat jet pribadi ini oknum pejabat atau oknum pengusaha swasta? Hehe, dia kalahin Gus Hot,” tulis @hotmanparisofficial.

Abdul Gafur sendiri sudah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta perizinan.

 

Selain Abdul Gafur, penyidik komisi antirasyah juga menetapkan lima orang lain sebagai tersangka. Kelimanya adalah Plt Sekda Kabupaten Penajam Paser Utara Mulyadi, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Penajam Paser Utara Edi Hasmoro

Lalu, Kepala Bidang Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Penajam Paser Utara Jusman, Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis, dan pihak swasta, Achmad Zuhdi alias Yudi.

Atas tidak dugaan pidana itu, Abdul Gafur, Mulyadi, Edi Hasmoro, Jusman, dan Nur Afifah Balqis disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara, Achmad Zuhdi selaku tersangka pemberi suap dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. [OKT]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories