Vaksinasinya Masih Jauh Dari Target, Ini 3 Tips Agar Imunitas Lansia Tetap Terjaga

Vaksinasi Covid-19 terhadap lansia di Tanah Air, masih tergolong sedikit.

Padahal, lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penularan Covid. Mengingat sistem imun yang sudah lemah dan adanya penyakit kronis, yang dapat meningkatkan derajat keparahan dan risiko kematian, bila terinfeksi Covid.

Hal ini diungkap Chairman Junior Doctors Network (JDN) Indonesia, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni yang akrab disapa dr. Koko, via akun Twitter-nya.

“Hari ini, saya menerima data yang menyebutkan, populasi lansia di Tanah Air yang sudah menerima vaksinasi dosis pertama, baru 10 persen dari target. Yang menerima vaksin kedua, 4 persen lebih sedikit,” ungkap dr. Koko, Sabtu (17/4) malam.

Ia menambahkan, fakta tersebut membuat kita harus bekerja keras menuntaskan PR, yang jelas tidak sedikit.

Di samping masih harus terus menggenjot program vaksinasi untuk lansia, agar mereka punya benteng pertahanan yang lebih baik terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab Covid, kita juga harus berupaya memproteksi para lansia dengan cara lain.

“Sepertinya, kita perlu melakukan effort lebih. Berupaya lebih keras, agar para orang tua kita menjadi lebih aman dari kuman ini, dan menjadi lebih sehat lagi. Di sisi lain, kita juga harus terus berupaya agar imunitas mereka lebih baik. Karena vaksin tidak bisa bekerja sendiri,” papar dr. Koko.

Untuk itu, dia menyarankan 3 tips sederhana. Pertama, istirahat harus cukup. Kedua, cukupkan kebutuhan vitamin D. Asupan vitamin D bisa dipenuhi dengan cara konsumsi ikan, telur, susu, dan berjemur. Ketiga, jauhkan lansia dari asap rokok dan polusi udara yang lain.

“Semoga, dengan 3 tips tersebut, ditambah vaksinasi, kekebalan tubuh para warga senior akan menjadi lebih baik,” pungkas dr. Koko. [HES]

]]> Vaksinasi Covid-19 terhadap lansia di Tanah Air, masih tergolong sedikit.

Padahal, lansia merupakan salah satu kelompok yang rentan terhadap penularan Covid. Mengingat sistem imun yang sudah lemah dan adanya penyakit kronis, yang dapat meningkatkan derajat keparahan dan risiko kematian, bila terinfeksi Covid.

Hal ini diungkap Chairman Junior Doctors Network (JDN) Indonesia, dr. Andi Khomeini Takdir Haruni yang akrab disapa dr. Koko, via akun Twitter-nya.

“Hari ini, saya menerima data yang menyebutkan, populasi lansia di Tanah Air yang sudah menerima vaksinasi dosis pertama, baru 10 persen dari target. Yang menerima vaksin kedua, 4 persen lebih sedikit,” ungkap dr. Koko, Sabtu (17/4) malam.

Ia menambahkan, fakta tersebut membuat kita harus bekerja keras menuntaskan PR, yang jelas tidak sedikit.

Di samping masih harus terus menggenjot program vaksinasi untuk lansia, agar mereka punya benteng pertahanan yang lebih baik terhadap virus SARS-CoV-2 penyebab Covid, kita juga harus berupaya memproteksi para lansia dengan cara lain.

“Sepertinya, kita perlu melakukan effort lebih. Berupaya lebih keras, agar para orang tua kita menjadi lebih aman dari kuman ini, dan menjadi lebih sehat lagi. Di sisi lain, kita juga harus terus berupaya agar imunitas mereka lebih baik. Karena vaksin tidak bisa bekerja sendiri,” papar dr. Koko.

Untuk itu, dia menyarankan 3 tips sederhana. Pertama, istirahat harus cukup. Kedua, cukupkan kebutuhan vitamin D. Asupan vitamin D bisa dipenuhi dengan cara konsumsi ikan, telur, susu, dan berjemur. Ketiga, jauhkan lansia dari asap rokok dan polusi udara yang lain.

“Semoga, dengan 3 tips tersebut, ditambah vaksinasi, kekebalan tubuh para warga senior akan menjadi lebih baik,” pungkas dr. Koko. [HES]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories