Vaksinasi Dosis Kedua Ma`ruf Berdoa Usai Disuntik .

Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua. Vaksinasi dilakukan untuk kebaikan bersama.

Pagi hari jelang penyun­tikan, para petugas medis dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 su­dah bersiap melakukan suntik vaksin dosis kedua di kantor Wapres.

Sekitar pukul 08.20 WIB didampingi seorang protokoler, Ma’ruf da­tang mengenakan kemeja putih lengan pendek dan masker.

Sosok yang selalu mengenakan peci hitam ini tam­pak tenang saat vaksinator menancapkan jarum suntik hingga tenggelam di lengan kirinya. Matanya yang agak sayu menatap ke depan dan ke bawah.

Usai divaksin, Ma’ruf menengadahkan kedua tangannya. Sepertinya dia berdoa di dalam hati.

Sang Kiai berpesan, agar masyarakat khususnya yang sudah sepuh jangan takut disuntik vaksin.

“Saya divaksin yang kedua, Alhamdulillaah saya merasakan semuanya baik-baik saja. Tidak ada hal atau sesuatu yang meng­khawatirkan,” kata Ma’ruf saat konferensi pers virtual, kemarin.

Ma’ruf yakin betul bahwa vaksin merek Sinovac ini aman untuk dosis pertama maupun kedua. Tidak ada masalah meski disuntik ke­pada orangtua yang sepuh seperti dirinya.

 

Seperti diketahui, pada 11 Maret lalu, usia Ma’ruf menginjak 78 tahun.

“Saya ini kan kelom­pok orangtua, ternyata vaksin ini bisa digunakan. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat mengi­kuti vaksinasi, karena ini penting buat kita,” jelas Ma’ruf.

Menurutnya, vaksin ini program yang penting untuk dijalankan oleh masyarakat yang berhak menerimanya. Tujuannya, agar tercapainya kekebalan kelompok masyarakat dari Covid-19.

Program vaksinasi dinilai sebagai ikhtiar menghadapi virus sekaligus batu lompatan untuk perbaikan ekonomi Indonesia. Sebab itu, Ma’ruf sangat mengan­jurkan karena manfaatnya yang sangat besar untuk kebaikan bersama.

Bahkan tidak hanya di­anjurkan, Ma’ruf menye­but secara tidak langsung vaksin ini hukumnya da­lam Islam bisa saja wajib. Karena di dalam Islam, menjaga jiwa dan raga dari ancaman penyakit diwajib­kan bagi setiap orang.

Sebelumnya Ketua MUI Bidang Dakwah Cholil Nafis menyatakan, para pimpinan ulama di Majelis Ulama Indonesia (MUI) semuanya divaksin. Dia memastikan vaksin halal untuk disuntikkan.

“Kalau pimpinannya su­dah divaksin berarti ber­tanggung jawab dunia akhi­rat. Duniawi kita berupaya, Allah yang menakdirkan. Kami sudah mengatakan halal, di hadapan Allah yang bertanggung jawab MUI,” katanya. [JAR]

]]> .
Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis kedua. Vaksinasi dilakukan untuk kebaikan bersama.

Pagi hari jelang penyun­tikan, para petugas medis dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 su­dah bersiap melakukan suntik vaksin dosis kedua di kantor Wapres.

Sekitar pukul 08.20 WIB didampingi seorang protokoler, Ma’ruf da­tang mengenakan kemeja putih lengan pendek dan masker.

Sosok yang selalu mengenakan peci hitam ini tam­pak tenang saat vaksinator menancapkan jarum suntik hingga tenggelam di lengan kirinya. Matanya yang agak sayu menatap ke depan dan ke bawah.

Usai divaksin, Ma’ruf menengadahkan kedua tangannya. Sepertinya dia berdoa di dalam hati.

Sang Kiai berpesan, agar masyarakat khususnya yang sudah sepuh jangan takut disuntik vaksin.

“Saya divaksin yang kedua, Alhamdulillaah saya merasakan semuanya baik-baik saja. Tidak ada hal atau sesuatu yang meng­khawatirkan,” kata Ma’ruf saat konferensi pers virtual, kemarin.

Ma’ruf yakin betul bahwa vaksin merek Sinovac ini aman untuk dosis pertama maupun kedua. Tidak ada masalah meski disuntik ke­pada orangtua yang sepuh seperti dirinya.

 

Seperti diketahui, pada 11 Maret lalu, usia Ma’ruf menginjak 78 tahun.

“Saya ini kan kelom­pok orangtua, ternyata vaksin ini bisa digunakan. Saya mengajak kepada seluruh masyarakat mengi­kuti vaksinasi, karena ini penting buat kita,” jelas Ma’ruf.

Menurutnya, vaksin ini program yang penting untuk dijalankan oleh masyarakat yang berhak menerimanya. Tujuannya, agar tercapainya kekebalan kelompok masyarakat dari Covid-19.

Program vaksinasi dinilai sebagai ikhtiar menghadapi virus sekaligus batu lompatan untuk perbaikan ekonomi Indonesia. Sebab itu, Ma’ruf sangat mengan­jurkan karena manfaatnya yang sangat besar untuk kebaikan bersama.

Bahkan tidak hanya di­anjurkan, Ma’ruf menye­but secara tidak langsung vaksin ini hukumnya da­lam Islam bisa saja wajib. Karena di dalam Islam, menjaga jiwa dan raga dari ancaman penyakit diwajib­kan bagi setiap orang.

Sebelumnya Ketua MUI Bidang Dakwah Cholil Nafis menyatakan, para pimpinan ulama di Majelis Ulama Indonesia (MUI) semuanya divaksin. Dia memastikan vaksin halal untuk disuntikkan.

“Kalau pimpinannya su­dah divaksin berarti ber­tanggung jawab dunia akhi­rat. Duniawi kita berupaya, Allah yang menakdirkan. Kami sudah mengatakan halal, di hadapan Allah yang bertanggung jawab MUI,” katanya. [JAR]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories