Vaksinasi Covid-19 Lancar Diyakini Dorong Pemulihan Ekonomi Nasional .

Program vaksinasi Covid-19 yang dimulai sejak pertengan bulan Januari 2021 dinilai telah berjalan efektif. Vaksinasi yang kini masuk pada tahap kedua ini diharapkan dapat mengatasi pademi Covid-19.

“Kita apresiasi pemerintah yang telah menciptakan kebijakan vaksinasi gratis, hal ini sebagai upaya public goods yang dilakukan pemerintah sebagai urusan wajib atau obligatory public health functions,” kata Pengamat Kebijakan Publik dari Sudut Demokrasi Research and Analysis Afditya Iman Fahlevi dalam keterangan persnya, Rabu (17/3).

Dikatakannya, kebijakan prioritas dan realokasi angggaran juga menjadi faktor penting terkait ketersedian dan vaksinasi massal secara gratis pada tahun ini.

Diingatkannya, pandemi yang berkepanjangan juga berdampak besar pada berbagai sektor, khusunya sektor ekonomi. Karenanya, jika kelancaran program vaksinasi massal ini berlanjut, diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Yang terpenting, langkah selanjutnya, pemerintah dapat terus konsisten dalam melaksananakan vaksinasi secara meluas sesuai target,” ingatnya.

Selain itu, Afditya juga memuji pemerintah Indonesia yang berhasil melakukan diplomasi mendapat vaksin Covid-19. Disebutkannya, dalam kondisi pandemi global seperti ini, vaksin Covid-19 jadi rebutan negara lain.

“Kita apresiasi usaha-usaha pemerintah dalam mendatangkan vaksin baik melalui kerja sama bilateral maupun multilateral sejauh ini terbilang cukup berhasil,” nilainya.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, hingga 16 Maret 2021 sudah lebih dari 4,4 juta atau sebanyak 4.468.951 orang telah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama. Sementara itu, sebanyak 1.716.749 orang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua.

Rinciannya, Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang sudah disuntik vaksin pertama sebanyak 1.716.263 orang. Sementara yang telah disuntik dosis kedua sebanyak 1.206.083 orang.

Sementara itu, 2.349.390 orang petugas publik telah divaksin suntikan pertama. Sedangkan yang telah mendapatkan suntikan kedua sebanyak 515.835 orang. Terakhir, 793.261 orang lansia telah divaksin suntikan pertama dan 5.853 orang mendapatkan suntikan vaksin kedua. [FAQ]

]]> .
Program vaksinasi Covid-19 yang dimulai sejak pertengan bulan Januari 2021 dinilai telah berjalan efektif. Vaksinasi yang kini masuk pada tahap kedua ini diharapkan dapat mengatasi pademi Covid-19.

“Kita apresiasi pemerintah yang telah menciptakan kebijakan vaksinasi gratis, hal ini sebagai upaya public goods yang dilakukan pemerintah sebagai urusan wajib atau obligatory public health functions,” kata Pengamat Kebijakan Publik dari Sudut Demokrasi Research and Analysis Afditya Iman Fahlevi dalam keterangan persnya, Rabu (17/3).

Dikatakannya, kebijakan prioritas dan realokasi angggaran juga menjadi faktor penting terkait ketersedian dan vaksinasi massal secara gratis pada tahun ini.

Diingatkannya, pandemi yang berkepanjangan juga berdampak besar pada berbagai sektor, khusunya sektor ekonomi. Karenanya, jika kelancaran program vaksinasi massal ini berlanjut, diharapkan mampu mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Yang terpenting, langkah selanjutnya, pemerintah dapat terus konsisten dalam melaksananakan vaksinasi secara meluas sesuai target,” ingatnya.

Selain itu, Afditya juga memuji pemerintah Indonesia yang berhasil melakukan diplomasi mendapat vaksin Covid-19. Disebutkannya, dalam kondisi pandemi global seperti ini, vaksin Covid-19 jadi rebutan negara lain.

“Kita apresiasi usaha-usaha pemerintah dalam mendatangkan vaksin baik melalui kerja sama bilateral maupun multilateral sejauh ini terbilang cukup berhasil,” nilainya.

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan, hingga 16 Maret 2021 sudah lebih dari 4,4 juta atau sebanyak 4.468.951 orang telah disuntik vaksin Covid-19 dosis pertama. Sementara itu, sebanyak 1.716.749 orang telah mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama dan kedua.

Rinciannya, Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang sudah disuntik vaksin pertama sebanyak 1.716.263 orang. Sementara yang telah disuntik dosis kedua sebanyak 1.206.083 orang.

Sementara itu, 2.349.390 orang petugas publik telah divaksin suntikan pertama. Sedangkan yang telah mendapatkan suntikan kedua sebanyak 515.835 orang. Terakhir, 793.261 orang lansia telah divaksin suntikan pertama dan 5.853 orang mendapatkan suntikan vaksin kedua. [FAQ]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories