Vaksin Covid-19 Untuk Semua Warga Indonesia Penyandang Disabilitas Layak Dapat Kesetaraan Vaksinasi

Vaksinasi untuk penyandang disabilitas yang sudah dimulai sejak 11 Maret 2021 dilaporkan berjalan lancar. Tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat.

Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia melaporkan, sampai saat ini vaksinasi penyan­dang disabilitas berlangsung aman. Untuk KIPI yang muncul masih normal, seperti ngantuk dan lapar. “Itu memang terjadi, tapi tidak berlebihan,” kata dia.

Angkie menyebut, salah satu hambatan vaksinasi disabilitas hanya terkait verifikasi data. Dia membenarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa jumlah disabilitas sebanyak 38 juta.

“(Penyandang disabilitas) betul, tapi kita membutuhkan data yang detail banget,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mengatasi hambatan verifikasi data tersebut, digelar kerja sama antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Itu juga belum cukup mengatasi persoalan verifikasi data difabel atau penyandang disabilitas,” lanjut Angkie.

Dia mengungkapkan, setiap difabel harus diketahui jenis disabilitasnya. Sejauh ini, ada lima ragam difabel yaitu penyandang disabilitas fisik, intelektual, mental, sensori dan ganda atau multi.

“Lebih banyak kita menginput data manual. Karena apa? Data yang di Dukcapil, misalnya di KTP memang ada terdaftar, tapi kan kita nggak tahu ragam disabilitasnya apa,” jelasnya.

Angkie menerangkan, identifikasi ragam disabilitas merupakan hal penting. Pasalnya, akan menjadi acuan untuk menentukan dok­ter atau tenaga kesehatan yang akan mem­berikan vaksinasi kepada mereka.

Selain itu, Angkie mengatakan, tidak se­mua penyandang disabilitas yang berumur 18 tahun mempunyai e-KTP.

Sedangkan salah satu syarat untuk men­erima vaksin adalah berumur 18 – 59 tahun atau usia produktif. Permasalahan verifikasi data ini adalah tantangan cukup berat.

Kepala Sekolah Luar Biasa untuk penyan­dang Tuna Ganda (SLB-G) Yayasan Dwituna Rawinala, Budi Prasojo menyampaikan rasa syukurnya karena para penyandang disabili­tas telah mendapatkan akses vaksinasi yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya.

 

“Alhamdulillah akses informasi dari berbagai kementerian selalu terinformasikan kepada kami, khususnya untuk vaksinasi disabilitas. Justru kami mendapatkan informasi terlebih da­hulu sehingga kami juga yang menginformasi­kan ke beberapa SLB lainnya,” jelas Budi.

Dia mengatakan, kemudahan fasilitas pun telah diberikan kepada para penyandang disabili­tas untuk menjangkau lokasi vaksinasi. “Dishub juga memfasilitasi kami ke Senayan secara gratis untuk menerima vaksinasi,” katanya.

Netizen ikut senang penyandang disabili­tas bisa mengakses vaksinasi Covid-19. Diharapkan, hal itu bisa menjadi awal semakin besarnya kesetaraan yang didapatkan penyan­dang disabilitas.

OyonOkina mengatakan, vaksinasi Covid- 19 berlaku untuk semua warga Indonesia. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Terima kasih yang sangat besar ditujukan untuk Mbak Angkie Yudistia dan Tim yang sudah memfasilitasi saya untuk mendapat vaksin,” ungkap ndrynld_.

Dia menilai, program yang digagas ngkie Yudistia program yang bagus untuk membantu teman-teman disabilitas supaya segera menda­patkan vaksinasi. “Semoga aja ke depannya program seperti ini bisa makin meluas ke daerah lainnya,” harapnya.

RudiPurwoko mengatakan, penyandang disabilitas memang layak mendapat kesetaraan vaksin Covid-19. Untuk itu, penting keterbu­kaan dan kesetaraan akses vaksinasi Covid-19 bagi kaum disabilitas.

“Alhamdulillah pelaksanaan vaksinasi bagi kelompok disabilitas lancar. Membuktikan bahwa vaksin aman untuk semua kalangan,” tutur AstutiRahmi1.

Roosvansiaaa menjelaskan, untuk sementara vaksinasi Covid-19 untuk disabilitas memang diprioritaskan bagi yang memiliki KTP DKI dulu. Soalnya, ketersediaan vaksin sudah didata menurut wilayah masing-masing.

“Para penyandang disabilitas turut menerima suntik vaksin. Hal ini juga menjadi penanda vaksinasi tahap 3 dimulai dengan target menca­pai 63,9 juta orang,” tutur reviewapaaja.

Drpriono1 mengajak masyarakat saling membantu dalam mendata penyandang dis­abilitas agar mendapatkan vaksin Covid-19. Pendataan bisa dimulai dari keluarga, lingkun­gan pemukiman dan lainnya. “Bila diperlukan diantar ke tempat layanan,” katanya. [ASI]

]]> Vaksinasi untuk penyandang disabilitas yang sudah dimulai sejak 11 Maret 2021 dilaporkan berjalan lancar. Tidak ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang berat.

Staf Khusus Presiden, Angkie Yudistia melaporkan, sampai saat ini vaksinasi penyan­dang disabilitas berlangsung aman. Untuk KIPI yang muncul masih normal, seperti ngantuk dan lapar. “Itu memang terjadi, tapi tidak berlebihan,” kata dia.

Angkie menyebut, salah satu hambatan vaksinasi disabilitas hanya terkait verifikasi data. Dia membenarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa jumlah disabilitas sebanyak 38 juta.

“(Penyandang disabilitas) betul, tapi kita membutuhkan data yang detail banget,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mengatasi hambatan verifikasi data tersebut, digelar kerja sama antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

“Itu juga belum cukup mengatasi persoalan verifikasi data difabel atau penyandang disabilitas,” lanjut Angkie.

Dia mengungkapkan, setiap difabel harus diketahui jenis disabilitasnya. Sejauh ini, ada lima ragam difabel yaitu penyandang disabilitas fisik, intelektual, mental, sensori dan ganda atau multi.

“Lebih banyak kita menginput data manual. Karena apa? Data yang di Dukcapil, misalnya di KTP memang ada terdaftar, tapi kan kita nggak tahu ragam disabilitasnya apa,” jelasnya.

Angkie menerangkan, identifikasi ragam disabilitas merupakan hal penting. Pasalnya, akan menjadi acuan untuk menentukan dok­ter atau tenaga kesehatan yang akan mem­berikan vaksinasi kepada mereka.

Selain itu, Angkie mengatakan, tidak se­mua penyandang disabilitas yang berumur 18 tahun mempunyai e-KTP.

Sedangkan salah satu syarat untuk men­erima vaksin adalah berumur 18 – 59 tahun atau usia produktif. Permasalahan verifikasi data ini adalah tantangan cukup berat.

Kepala Sekolah Luar Biasa untuk penyan­dang Tuna Ganda (SLB-G) Yayasan Dwituna Rawinala, Budi Prasojo menyampaikan rasa syukurnya karena para penyandang disabili­tas telah mendapatkan akses vaksinasi yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya.

 

“Alhamdulillah akses informasi dari berbagai kementerian selalu terinformasikan kepada kami, khususnya untuk vaksinasi disabilitas. Justru kami mendapatkan informasi terlebih da­hulu sehingga kami juga yang menginformasi­kan ke beberapa SLB lainnya,” jelas Budi.

Dia mengatakan, kemudahan fasilitas pun telah diberikan kepada para penyandang disabili­tas untuk menjangkau lokasi vaksinasi. “Dishub juga memfasilitasi kami ke Senayan secara gratis untuk menerima vaksinasi,” katanya.

Netizen ikut senang penyandang disabili­tas bisa mengakses vaksinasi Covid-19. Diharapkan, hal itu bisa menjadi awal semakin besarnya kesetaraan yang didapatkan penyan­dang disabilitas.

OyonOkina mengatakan, vaksinasi Covid- 19 berlaku untuk semua warga Indonesia. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dalam mendapatkan vaksinasi Covid-19.

“Terima kasih yang sangat besar ditujukan untuk Mbak Angkie Yudistia dan Tim yang sudah memfasilitasi saya untuk mendapat vaksin,” ungkap ndrynld_.

Dia menilai, program yang digagas ngkie Yudistia program yang bagus untuk membantu teman-teman disabilitas supaya segera menda­patkan vaksinasi. “Semoga aja ke depannya program seperti ini bisa makin meluas ke daerah lainnya,” harapnya.

RudiPurwoko mengatakan, penyandang disabilitas memang layak mendapat kesetaraan vaksin Covid-19. Untuk itu, penting keterbu­kaan dan kesetaraan akses vaksinasi Covid-19 bagi kaum disabilitas.

“Alhamdulillah pelaksanaan vaksinasi bagi kelompok disabilitas lancar. Membuktikan bahwa vaksin aman untuk semua kalangan,” tutur AstutiRahmi1.

Roosvansiaaa menjelaskan, untuk sementara vaksinasi Covid-19 untuk disabilitas memang diprioritaskan bagi yang memiliki KTP DKI dulu. Soalnya, ketersediaan vaksin sudah didata menurut wilayah masing-masing.

“Para penyandang disabilitas turut menerima suntik vaksin. Hal ini juga menjadi penanda vaksinasi tahap 3 dimulai dengan target menca­pai 63,9 juta orang,” tutur reviewapaaja.

Drpriono1 mengajak masyarakat saling membantu dalam mendata penyandang dis­abilitas agar mendapatkan vaksin Covid-19. Pendataan bisa dimulai dari keluarga, lingkun­gan pemukiman dan lainnya. “Bila diperlukan diantar ke tempat layanan,” katanya. [ASI]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories