Urus Darah Sampai Sajadah JK-Anies Duet Dunia-Akhirat

Hubungan eks Wapres, Jusuf Kalla (JK) dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sangat lengket. Saking lengketnya, keduanya pun duet mengurus dunia dan akhirat. Mulai urusan donor darah sampai masalah sajadah.

Kemarin, JK menyambangi Anies di Balai Kota, DKI Jakarta. Kedatangan JK untuk mengukuhkan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta 2020-2025. JK sendiri merupakan Ketua Umum DMI.

Kehadiran JK langsung disambut Anies. JK mengenakan setelan kemeja putih lengan panjang dengan celana panjang hitam dan kopiah hitam. Sedangkan Anies mengenakan setelan jas hitam dan kopiah hitam.

Keduanya pun langsung menuju tempat pelantikan. Acara pelantikannya dilakukan tertutup. Wartawan hanya bisa menunggu di luar ruangan.

Seusai acara pelantikan, Anies dan JK keluar bareng sambil berbincang-berbincang. Mereka pun langsung menghampiri para wartawan yang sudah menunggunya.

Kepada wartawan, Anies mengatakan, kedatangan JK untuk menghadiri pelantikan pengurus DMI DKI Jakarta. Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta, sangat mendukung kegiatan rumah ibadah. Lalu, Anies pun pamer soal Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) kepada JK.

Menurut eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, jumlah bantuan yang diberikan berbeda-beda. Tergantung besar kecilnya tempat ibadah. Misalnya, untuk masjid berukuran besar, bantuannya mencapai Rp 2 juta.

Lalu Rp 1 juta untuk yang kecil seperti Mushola. Tak hanya itu, Anies bilang, bantuan juga diberikan kepada para pekerja di tempat-tempat ibadah ini. Nominalnya adalah Rp 500 ribu untuk satu orang.

“Harapannya, bantuan ini menjadi salah satu pendukung bagi kegiatan keagamaan dan kita ingin semua merasakan perasaan kesetaraan di dalam kegiatan keagamaan di Jakarta, itu aja,” katanya.

Mendengar paparan Anies, JK melempar pujian. JK mengaku sangat mengapresiasi kinerja Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan bantuan pengelolaan masjid di Indonesia.

 

“Pemda DKI yang paling banyak memberikan bantuan pengelolaan masjid di Indonesia, ini secara provinsi. Jadi Rp 100 miliar setahun diberikan hanya untuk membantu masjid, membantu imam, membantu pengelola-pengelolaan masjid, sampai marbut masjid,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, JK juga berpesan agar masjid tak hanya dijadikan tempat ibadah, tapi juga tempat untuk mengenyam pendidikan dan memberikan suasana damai. Bahkan, masjid bisa difungsikan sebagai lokasi vaksinasi Covid-19 hingga pengungsian banjir. “Masjid memiliki fungsi yang beragam sebagai bantuan atau kebutuhan umat dapat terpenuhi. Itu lah harapan saya,” sebut JK.

Duet JK dan Anies tidak hanya di masalah masjid saja. Mereka juga bekerja sama dalam menjaga pasokan darah di Palang Merah Indonesia (PMI). JK sendiri merupakan Ketua PMI. Anies menggelar Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun lalu hasilnya mencapai Rp 29,9 miliar.

Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Aditya Perdana menilai, kedekatan JK dan Anies merupakan hal wajar. Sebab, JK merupakan pendukung Anies di Pilkada DKI 2017.

Dia memprediksi, JK akan menjadi pendukung Anies jika Anies maju menjadi Capres 2024. Namun, jika ditanya apakah bisa berduet pada 2024, Aditya menilai tidak mungkin. “Kenapa? Karena usia JK sudah tidak muda lagi,” tukasnya.

Pertemuan JK dan Anies juga banyak dikomentari warganet. Ada yang mengaitkannya dengan Pilpres 2024. Akun @psychicmew2 misalnya. Dia nyeletuk. “JK-Anies For 2024,” tulisnya. “Keren yah Pak JK dan Pak Anies,” tulis @MumtazRidwan.

Begitu juga akun @didi_margy. “Udah mulai atur strategi nih. 2024 dimulai dari sekarang. Ayo cari lawan yang seimbang biar seru Pilpresnya,” tulisnya.

Namun, ada juga netizen yang menyindir pertemuan Anies dan JK tersebut. Akun @CLLim13 misalnya. Dia enggak terima sumbangan Pemprov DKI diklaim oleh Anies seolah-olah itu sumbangan pribadi.

“Boleh disebut Anies yang sumbang kalau pakai uang sendiri… Kalau dia punya segitu banyak uang berarti korupsi dong si Anies. Kalau pakai uang negara jangan digembor-gembor seolah-olah dia yang sumbang @Pak_JK. Malu pak,” tulisnya. [QAR]

]]> Hubungan eks Wapres, Jusuf Kalla (JK) dan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sangat lengket. Saking lengketnya, keduanya pun duet mengurus dunia dan akhirat. Mulai urusan donor darah sampai masalah sajadah.

Kemarin, JK menyambangi Anies di Balai Kota, DKI Jakarta. Kedatangan JK untuk mengukuhkan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta 2020-2025. JK sendiri merupakan Ketua Umum DMI.

Kehadiran JK langsung disambut Anies. JK mengenakan setelan kemeja putih lengan panjang dengan celana panjang hitam dan kopiah hitam. Sedangkan Anies mengenakan setelan jas hitam dan kopiah hitam.

Keduanya pun langsung menuju tempat pelantikan. Acara pelantikannya dilakukan tertutup. Wartawan hanya bisa menunggu di luar ruangan.

Seusai acara pelantikan, Anies dan JK keluar bareng sambil berbincang-berbincang. Mereka pun langsung menghampiri para wartawan yang sudah menunggunya.

Kepada wartawan, Anies mengatakan, kedatangan JK untuk menghadiri pelantikan pengurus DMI DKI Jakarta. Menurut Anies, Pemprov DKI Jakarta, sangat mendukung kegiatan rumah ibadah. Lalu, Anies pun pamer soal Bantuan Operasional Tempat Ibadah (BOTI) kepada JK.

Menurut eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, jumlah bantuan yang diberikan berbeda-beda. Tergantung besar kecilnya tempat ibadah. Misalnya, untuk masjid berukuran besar, bantuannya mencapai Rp 2 juta.

Lalu Rp 1 juta untuk yang kecil seperti Mushola. Tak hanya itu, Anies bilang, bantuan juga diberikan kepada para pekerja di tempat-tempat ibadah ini. Nominalnya adalah Rp 500 ribu untuk satu orang.

“Harapannya, bantuan ini menjadi salah satu pendukung bagi kegiatan keagamaan dan kita ingin semua merasakan perasaan kesetaraan di dalam kegiatan keagamaan di Jakarta, itu aja,” katanya.

Mendengar paparan Anies, JK melempar pujian. JK mengaku sangat mengapresiasi kinerja Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan bantuan pengelolaan masjid di Indonesia.

 

“Pemda DKI yang paling banyak memberikan bantuan pengelolaan masjid di Indonesia, ini secara provinsi. Jadi Rp 100 miliar setahun diberikan hanya untuk membantu masjid, membantu imam, membantu pengelola-pengelolaan masjid, sampai marbut masjid,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, JK juga berpesan agar masjid tak hanya dijadikan tempat ibadah, tapi juga tempat untuk mengenyam pendidikan dan memberikan suasana damai. Bahkan, masjid bisa difungsikan sebagai lokasi vaksinasi Covid-19 hingga pengungsian banjir. “Masjid memiliki fungsi yang beragam sebagai bantuan atau kebutuhan umat dapat terpenuhi. Itu lah harapan saya,” sebut JK.

Duet JK dan Anies tidak hanya di masalah masjid saja. Mereka juga bekerja sama dalam menjaga pasokan darah di Palang Merah Indonesia (PMI). JK sendiri merupakan Ketua PMI. Anies menggelar Bulan Dana PMI Provinsi DKI Jakarta. Pada tahun lalu hasilnya mencapai Rp 29,9 miliar.

Peneliti Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Aditya Perdana menilai, kedekatan JK dan Anies merupakan hal wajar. Sebab, JK merupakan pendukung Anies di Pilkada DKI 2017.

Dia memprediksi, JK akan menjadi pendukung Anies jika Anies maju menjadi Capres 2024. Namun, jika ditanya apakah bisa berduet pada 2024, Aditya menilai tidak mungkin. “Kenapa? Karena usia JK sudah tidak muda lagi,” tukasnya.

Pertemuan JK dan Anies juga banyak dikomentari warganet. Ada yang mengaitkannya dengan Pilpres 2024. Akun @psychicmew2 misalnya. Dia nyeletuk. “JK-Anies For 2024,” tulisnya. “Keren yah Pak JK dan Pak Anies,” tulis @MumtazRidwan.

Begitu juga akun @didi_margy. “Udah mulai atur strategi nih. 2024 dimulai dari sekarang. Ayo cari lawan yang seimbang biar seru Pilpresnya,” tulisnya.

Namun, ada juga netizen yang menyindir pertemuan Anies dan JK tersebut. Akun @CLLim13 misalnya. Dia enggak terima sumbangan Pemprov DKI diklaim oleh Anies seolah-olah itu sumbangan pribadi.

“Boleh disebut Anies yang sumbang kalau pakai uang sendiri… Kalau dia punya segitu banyak uang berarti korupsi dong si Anies. Kalau pakai uang negara jangan digembor-gembor seolah-olah dia yang sumbang @Pak_JK. Malu pak,” tulisnya. [QAR]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories