Upps, Suntik Vaksin Berasa Kaya Belanja Promo Apa Gimana Gitu .

Pemerintah terus berinovasi untuk mencapai target jumlah vaksinasi Covid-19. Salah satunya, dengan memberi bonus vaksin Covid-19 untuk relawan atau pendamping. Syaratnya, membawa dua lansia yang siap divaksin Covid-19.

Akun pinterpolitik mengunggah meme yang mengungkap pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terkait bonus vaksin untuk relawan. “Berasa kaya promo belanja, apa gimana nih? Upss,” ujar pinter­politik.

“Pemerintah mengeluarkan kebijakan baru, yaitu satu orang muda relawan boleh disuntik vaksin Covid-19 asal membawa dua orang lansia,” ungkap sirajapadoha.

Hkushardanto menilai, apa yang dilakukan pemerintah merupakan cara kreatif untuk mendorong kelompok rentan mendapatkan vaksin. “Bagus nih idenya,” ujarnya.

“Idenya bagus. Tinggal pengawasan perlu diperketat,” sambung Anestangmailco1.

“Ide Lumayan nih. Sekarang ini, siapa yang ada kesempatan divaksin. Hayuk. Semakin cepat semakin baik. Gak apa-apa Pak Menteri Kesehatan Budi Gunadi. Lakukan aja,” tam­bah anttieee_.

Negativisme berharap, kebijakan pemerin­tah tersebut menjadi stimulus yang baik bagi program vaksinasi ke depannya. Kata dia, semoga makin banyak masyarakat yang dapat divaksin. “Amiin,” pinta dia.

NgkongRoses mengatakan, lansia termasuk dalam penerima vaksin yang diprioritaskan. Lansia merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19. “Mari ajak mereka yang masuk kategori lansia untuk mengikuti vaksinasi. Jangan takut-takuti mereka. Vaksin Covid-19 aman kok,” katanya.

03__nakul mengimbau masyarakat yang memiliki kakek, nenek atau orangtua yang masuk kategori lansia agar didampingi vak­sinasi. Dia mengingatkan, pendampingan bukan sekadar mengantar ke lokasi vaksin, tapi mulai dari mempersiapkan kesehatan, mental dan pemahaman efek samping setelah divaksin. “Agar orangtua kita tidak panik dan takut,” ujarnya.

LuffyJJJJ mengatakan, kebijakan bawa dua lansia dapat satu akan efektif, jika pendaftaran vaksin lansia dipermudah dan tidak dibatasi. Yaitu, dengan langsung go show dengan cu­kup membawa E-KTP dan tidak perlu harus sesuai domisili. “Setiap Ketua RT/RW harus mendata lansia di setiap rumah dan semuanya harus kebagian vaksin di faskes terdekat. Jadi nggak perlu jauh-jauh,” tuturnya.

Namun FRUUTfruut mengaku masih bingung dengan kebijakan bawa dua lansia, dapat satu vaksin orang muda. “Nanya dong, kalo bawa dua lansia tapi yang satunya sudah vaksin tahap 1, gimana? Kan katanya kalo bawa lansia kita boleh ikut vaksin tuh. Ini berlaku di semua provinsi atau Jakarta aja,” ungkapnya. [ASI]

]]> .
Pemerintah terus berinovasi untuk mencapai target jumlah vaksinasi Covid-19. Salah satunya, dengan memberi bonus vaksin Covid-19 untuk relawan atau pendamping. Syaratnya, membawa dua lansia yang siap divaksin Covid-19.

Akun pinterpolitik mengunggah meme yang mengungkap pernyataan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin terkait bonus vaksin untuk relawan. “Berasa kaya promo belanja, apa gimana nih? Upss,” ujar pinter­politik.

“Pemerintah mengeluarkan kebijakan baru, yaitu satu orang muda relawan boleh disuntik vaksin Covid-19 asal membawa dua orang lansia,” ungkap sirajapadoha.

Hkushardanto menilai, apa yang dilakukan pemerintah merupakan cara kreatif untuk mendorong kelompok rentan mendapatkan vaksin. “Bagus nih idenya,” ujarnya.

“Idenya bagus. Tinggal pengawasan perlu diperketat,” sambung Anestangmailco1.

“Ide Lumayan nih. Sekarang ini, siapa yang ada kesempatan divaksin. Hayuk. Semakin cepat semakin baik. Gak apa-apa Pak Menteri Kesehatan Budi Gunadi. Lakukan aja,” tam­bah anttieee_.

Negativisme berharap, kebijakan pemerin­tah tersebut menjadi stimulus yang baik bagi program vaksinasi ke depannya. Kata dia, semoga makin banyak masyarakat yang dapat divaksin. “Amiin,” pinta dia.

NgkongRoses mengatakan, lansia termasuk dalam penerima vaksin yang diprioritaskan. Lansia merupakan kelompok rentan terpapar Covid-19. “Mari ajak mereka yang masuk kategori lansia untuk mengikuti vaksinasi. Jangan takut-takuti mereka. Vaksin Covid-19 aman kok,” katanya.

03__nakul mengimbau masyarakat yang memiliki kakek, nenek atau orangtua yang masuk kategori lansia agar didampingi vak­sinasi. Dia mengingatkan, pendampingan bukan sekadar mengantar ke lokasi vaksin, tapi mulai dari mempersiapkan kesehatan, mental dan pemahaman efek samping setelah divaksin. “Agar orangtua kita tidak panik dan takut,” ujarnya.

LuffyJJJJ mengatakan, kebijakan bawa dua lansia dapat satu akan efektif, jika pendaftaran vaksin lansia dipermudah dan tidak dibatasi. Yaitu, dengan langsung go show dengan cu­kup membawa E-KTP dan tidak perlu harus sesuai domisili. “Setiap Ketua RT/RW harus mendata lansia di setiap rumah dan semuanya harus kebagian vaksin di faskes terdekat. Jadi nggak perlu jauh-jauh,” tuturnya.

Namun FRUUTfruut mengaku masih bingung dengan kebijakan bawa dua lansia, dapat satu vaksin orang muda. “Nanya dong, kalo bawa dua lansia tapi yang satunya sudah vaksin tahap 1, gimana? Kan katanya kalo bawa lansia kita boleh ikut vaksin tuh. Ini berlaku di semua provinsi atau Jakarta aja,” ungkapnya. [ASI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories