Untuk Korban Banjir Bekasi Kemensos Salurkan Bantuan Rp 1,8 M

Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalur­kan bantuan logistik untuk penanganan bencana banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat senilai Rp 1,8 miliar.

Kemensos melalui tujuh per­sonel Tagana juga memberikan dukungan terhadap pencarian korban perahu evakuasi korban banjir yang terbalik akibat sapuan arus kali Cilemahabang, Sabtu (20/2).

Insiden ini mengakibatkan dua orang yakni SM (35) dan anaknya berinisial EMK (4) warga Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, dinyatakan hilang.

Selain tugas perbantuan, Kemensos melalui Tagana juga melaksanakan tugas pokok dalam penyaluran bantuan logistik dan aktivi­tasi dapur umum untuk me­menuhi kebutuhan dasar para penyintas.

Ada empat dapur umum (DU) yang didirikan Kemensos, yakni DU Desa Sumbersari (Kecamatan Pebayuran), DU Kantor Kecamatan Cabangbungin, DU Kantor Kecamatan Babelan, dan DU Kantor Desa Sukadadi, Kecamatan Sukakarya.

Untuk DU Saung Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, dapat menyiapkan sebanyak 3.000 nasi bungkus untuk pengungsi, setiap hari.

Kemarin, Menteri Sosial Tri Rismaharini hadir di lokasi tanggul Sungai Citarum yang jebol di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi mendampingi Presiden Joko Widodo. Jebolnya tanggul merupakan salah satu penyebab terendamnya kawasan di sekitarnya.

Dalam kesempatan meninjau di lokasi tanggul, Presiden menemukan ada tiga titik yang jebol. Dari laporan yang dida­pat, Presiden mengetahui, perbaikan sudah berjalan dua hari yang lalu.

Untuk proses perbaikan, Presiden menargetkan mak­simal selesai dalam dua hari. “Perbaikan sudah berjalan sejak dua hari lalu. Dan, saya targetkan selesai dalam dua hari lagi. Sehingga diharapkan bisa berfungsi normal kem­bali,” kata Presiden.

 

Kepala Negara juga menyinggung soal adanya kerusakan pada rumah warga yang terdampak banjir. Terdapat, 30 rumah warga yang rusak, Presiden memastikan akan diperbaiki secepatnya.

2 Tahap Bantuan

Dari total Rp 1,3 miliar bantuan logistik, Kemensos menyalurkan dalam dua tahap. Tahap Pertama, Kemensos melakukan dropping sebanyak 3 truk bantuan logistik.

Truk 1 bantuan berisi maka­nan siap saji sebanyak 300 pa­ket, makanan anak terdiri dari 210 paket, selimut 90 lembar, kasur 50 buah, kids ware 50 paket, tenda gulung 10 lembar. Total senilai Rp 98.138.770.

Truk kedua, berisi makanan siap saji sebanyak 300 pa­ket, makanan anak sebanyak 210 paket, selimut 100 lem­bar, kasur 60 buah, kids ware sebanyak 80 paket, tenda gu­lung 10 lembar. Total senilai Rp 117.873.770.

Lalu pada truk ketiga, disalurkan bantuan berupa ma­kanan siap saji 200 paket, makanan anak 150 paket, velbed 50 unit, tenda serbaguna keluarga merah 5 Unit, tenda gu­lung 50 lembar. Total bantuan Rp 198.594.500. Sehingga total bantuan untuk tiga truk (Tahap l) sebesar Rp 414.607.040.

Kemudian pada Tahap ll, Kemensos menyalurkan ban­tuan berupa makanan siap saji 2.500 paket, makanan anak 1.050 paket, selimut 500 lem­bar, kasur 800 unit, matras 400 lembar, kids ware 400 paket, tenda gulung 250 lembar. Total senilai Rp 977.185.050.

Perlengkapan Dapur Umum (Natura) sebesar Rp 197.000.000; Peralatan Kebersihan 1.000 paket se­nilai Rp 161.000.000; dan Air mineral 3.000 botol @1.5 liter senilai Rp 17.000.000.

Total bantuan tahap II sebesar Rp 1.352.185.050. Dengan demikian total ban­tuan pada tahap kedua sebesar Rp 1.766.792.090. [QAR]

]]> Kementerian Sosial (Kemensos) telah menyalur­kan bantuan logistik untuk penanganan bencana banjir di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat senilai Rp 1,8 miliar.

Kemensos melalui tujuh per­sonel Tagana juga memberikan dukungan terhadap pencarian korban perahu evakuasi korban banjir yang terbalik akibat sapuan arus kali Cilemahabang, Sabtu (20/2).

Insiden ini mengakibatkan dua orang yakni SM (35) dan anaknya berinisial EMK (4) warga Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, dinyatakan hilang.

Selain tugas perbantuan, Kemensos melalui Tagana juga melaksanakan tugas pokok dalam penyaluran bantuan logistik dan aktivi­tasi dapur umum untuk me­menuhi kebutuhan dasar para penyintas.

Ada empat dapur umum (DU) yang didirikan Kemensos, yakni DU Desa Sumbersari (Kecamatan Pebayuran), DU Kantor Kecamatan Cabangbungin, DU Kantor Kecamatan Babelan, dan DU Kantor Desa Sukadadi, Kecamatan Sukakarya.

Untuk DU Saung Desa Sumbersari, Kecamatan Pebayuran, dapat menyiapkan sebanyak 3.000 nasi bungkus untuk pengungsi, setiap hari.

Kemarin, Menteri Sosial Tri Rismaharini hadir di lokasi tanggul Sungai Citarum yang jebol di Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi mendampingi Presiden Joko Widodo. Jebolnya tanggul merupakan salah satu penyebab terendamnya kawasan di sekitarnya.

Dalam kesempatan meninjau di lokasi tanggul, Presiden menemukan ada tiga titik yang jebol. Dari laporan yang dida­pat, Presiden mengetahui, perbaikan sudah berjalan dua hari yang lalu.

Untuk proses perbaikan, Presiden menargetkan mak­simal selesai dalam dua hari. “Perbaikan sudah berjalan sejak dua hari lalu. Dan, saya targetkan selesai dalam dua hari lagi. Sehingga diharapkan bisa berfungsi normal kem­bali,” kata Presiden.

 

Kepala Negara juga menyinggung soal adanya kerusakan pada rumah warga yang terdampak banjir. Terdapat, 30 rumah warga yang rusak, Presiden memastikan akan diperbaiki secepatnya.

2 Tahap Bantuan

Dari total Rp 1,3 miliar bantuan logistik, Kemensos menyalurkan dalam dua tahap. Tahap Pertama, Kemensos melakukan dropping sebanyak 3 truk bantuan logistik.

Truk 1 bantuan berisi maka­nan siap saji sebanyak 300 pa­ket, makanan anak terdiri dari 210 paket, selimut 90 lembar, kasur 50 buah, kids ware 50 paket, tenda gulung 10 lembar. Total senilai Rp 98.138.770.

Truk kedua, berisi makanan siap saji sebanyak 300 pa­ket, makanan anak sebanyak 210 paket, selimut 100 lem­bar, kasur 60 buah, kids ware sebanyak 80 paket, tenda gu­lung 10 lembar. Total senilai Rp 117.873.770.

Lalu pada truk ketiga, disalurkan bantuan berupa ma­kanan siap saji 200 paket, makanan anak 150 paket, velbed 50 unit, tenda serbaguna keluarga merah 5 Unit, tenda gu­lung 50 lembar. Total bantuan Rp 198.594.500. Sehingga total bantuan untuk tiga truk (Tahap l) sebesar Rp 414.607.040.

Kemudian pada Tahap ll, Kemensos menyalurkan ban­tuan berupa makanan siap saji 2.500 paket, makanan anak 1.050 paket, selimut 500 lem­bar, kasur 800 unit, matras 400 lembar, kids ware 400 paket, tenda gulung 250 lembar. Total senilai Rp 977.185.050.

Perlengkapan Dapur Umum (Natura) sebesar Rp 197.000.000; Peralatan Kebersihan 1.000 paket se­nilai Rp 161.000.000; dan Air mineral 3.000 botol @1.5 liter senilai Rp 17.000.000.

Total bantuan tahap II sebesar Rp 1.352.185.050. Dengan demikian total ban­tuan pada tahap kedua sebesar Rp 1.766.792.090. [QAR]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories