UNJ Beri Tes Swab Antigen Gratis Bagi 5 Ribu Peserta UTBK

Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan tes swab antigen gratis bagi peserta Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) UNJ. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para peserta UTBK UNJ yang diwajibkan membawa hasil tes swab antigen saat ujian.

Kuota tes swab antigen UTBK UNJ ini bersifat terbatas, hanya untuk 5.000 peserta saja. Masing-masing kuota dibagi menjadi dua gelombang ujian UTBK. Gelombang 1 UTBK UNJ berkuota 2.500 peserta, dan gelombang 2 juga 2.500 peserta. Gelombang 1 UTBK UNJ dilaksanakan dari 12-18 April 2021, dan gelombang 2 dilaksanakan 26 April–4 Mei 2021.

Pelaksanaan tes swab antigen dilaksanakan setiap H-1 sebelum ujian UTBK UNJ. Peserta UTBK UNJ yang mendapatkan kuota tes swab antigen UTBK UNJ hadir ke UNJ H-1 sesuai jadwal ujiannya. Kemudian, hasilnya dibawa saat esok harinya sebagai syarat mengikuti UTBK UNJ. Bagi peserta UTBK UNJ yang ingin mengetahui lebih lanjut teknis informasi pendaftaran peserta tes swab antigen UTBK UNJ dapat memantau di Instagram @unj_official.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNJ Prof Suyono mengatakan, tes swab antigen gratis bagi peserta UTBK UNJ ini terlaksana berkat kerja sama dan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Rektor UNJ Prof Komarudin menerangkan, tes swab antigen ini sebagai bentuk apresiasi kampusnya kepada peserta UTBK. “Walau jumlah kuotanya terbatas, setidaknya ini bentuk apresiasi UNJ dan BNPB serta Dinas Kesehatan DKI Jakarta kepada peserta UTBK UNJ. UNJ dalam melaksanakan UTBK tetap komitmen mematuhi protokol kesehatan yang berlaku agar dapat diminimalisir kasus penyebaran Covid-19 yang terjadi di Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ungkapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (10/4).

Komarudin berharap, pelaksanaan UTBK UNJ dapat terlaksana dengan baik dan semua pihak dapat memahami serta mematuhi protokol kesehatan demi kepentingan bersama. “Saat ini Indonesia, khususnya Jakarta, masih dihadapkan pada pandemi Covid-19. Namun, kita juga harus tetap menjalankan berbagai agenda aktivitas di sektor pendidikan. Salah satunya UTBK. Untuk itu, agar semua dapat berjalan dengan baik, semua pihak harus dapat sadar, memahami, dan mematuhi protokol kesehatan demi kepentingan bersama agar UTBK UNJ dapat berjalan sesuai dengan harapan,” tutupnya. [KW]

]]> Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelenggarakan tes swab antigen gratis bagi peserta Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) UNJ. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para peserta UTBK UNJ yang diwajibkan membawa hasil tes swab antigen saat ujian.

Kuota tes swab antigen UTBK UNJ ini bersifat terbatas, hanya untuk 5.000 peserta saja. Masing-masing kuota dibagi menjadi dua gelombang ujian UTBK. Gelombang 1 UTBK UNJ berkuota 2.500 peserta, dan gelombang 2 juga 2.500 peserta. Gelombang 1 UTBK UNJ dilaksanakan dari 12-18 April 2021, dan gelombang 2 dilaksanakan 26 April–4 Mei 2021.

Pelaksanaan tes swab antigen dilaksanakan setiap H-1 sebelum ujian UTBK UNJ. Peserta UTBK UNJ yang mendapatkan kuota tes swab antigen UTBK UNJ hadir ke UNJ H-1 sesuai jadwal ujiannya. Kemudian, hasilnya dibawa saat esok harinya sebagai syarat mengikuti UTBK UNJ. Bagi peserta UTBK UNJ yang ingin mengetahui lebih lanjut teknis informasi pendaftaran peserta tes swab antigen UTBK UNJ dapat memantau di Instagram @unj_official.

Wakil Rektor 1 Bidang Akademik UNJ Prof Suyono mengatakan, tes swab antigen gratis bagi peserta UTBK UNJ ini terlaksana berkat kerja sama dan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Rektor UNJ Prof Komarudin menerangkan, tes swab antigen ini sebagai bentuk apresiasi kampusnya kepada peserta UTBK. “Walau jumlah kuotanya terbatas, setidaknya ini bentuk apresiasi UNJ dan BNPB serta Dinas Kesehatan DKI Jakarta kepada peserta UTBK UNJ. UNJ dalam melaksanakan UTBK tetap komitmen mematuhi protokol kesehatan yang berlaku agar dapat diminimalisir kasus penyebaran Covid-19 yang terjadi di Jakarta khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ungkapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu (10/4).

Komarudin berharap, pelaksanaan UTBK UNJ dapat terlaksana dengan baik dan semua pihak dapat memahami serta mematuhi protokol kesehatan demi kepentingan bersama. “Saat ini Indonesia, khususnya Jakarta, masih dihadapkan pada pandemi Covid-19. Namun, kita juga harus tetap menjalankan berbagai agenda aktivitas di sektor pendidikan. Salah satunya UTBK. Untuk itu, agar semua dapat berjalan dengan baik, semua pihak harus dapat sadar, memahami, dan mematuhi protokol kesehatan demi kepentingan bersama agar UTBK UNJ dapat berjalan sesuai dengan harapan,” tutupnya. [KW]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories