Unilever Sediakan Fasilitas Pengolahan Sampah Di TPA Cilacap

PT Unilever Indonesia Tbk bersama dengan Kabupaten Cilacap dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menyediakan fasilitas pengolahan sampah dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap.

RDF adalah teknologi mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi terbarukan rendah emisi. 

Ini dilakukan untuk mengggantikan batu bara pada proses pembakaran di pabrik industri semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

“Fasilitas RDF Jeruk Legi, sebuah langkah sinergis untuk bersama-sama berbagi peranan dalam mengatasi masalah sampah kemasan plastik di bagian hilir pengolahan sampah,” ujar Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk Nurdiana Darus.

Sejak November 2020, Unilever berkomitmen membantu Pemerintah Daerah Cilacap untuk meningkatkan kapasitas sampah terolah fasilitas RDF Jeruk Legi dari semula sebanyak 120 ton/hari di 2020 menjadi lebih dari 200 ton/hari dalam 5 tahun ke depan.

“Kami memanfatkan bahan bakar alternatif dari sampah yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah untuk membantu menjaga lingkungan agar tetap berkelanjutan serta menciptakan ekonomi sirkular,” jelas Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Lilik Unggul Raharjo.

Indonesia belum lama ini memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yakni pada 21 Februari 2021. Tanggal yang juga diingat sebagai peristiwa longsor dan ledakan di TPA Leuwigajah, Jawa Barat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, di wilayahnya pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan utama.

“Saat ini banyak wilayah masih menggunakan metode penimbunan atau landfill, di mana lahan yang dibutuhkan sangat luas, proses pengurangan sampahnya lambat dan berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan,” jelas Ganjar.

Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, pengelolaan sampah yang lebih baik dan mampu meminimalisir efek samping sampah, menghasilkan output yang bermanfaat secara ekonomi sudah makin berkembang.

“Salah satunya adalah fasilitas RDF Jeruk Legi,” kata Ganjar. [MER]

]]> PT Unilever Indonesia Tbk bersama dengan Kabupaten Cilacap dan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menyediakan fasilitas pengolahan sampah dengan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jeruk Legi, Kabupaten Cilacap.

RDF adalah teknologi mengolah sampah menjadi energi biomassa yang selanjutnya digunakan sebagai sumber energi terbarukan rendah emisi. 

Ini dilakukan untuk mengggantikan batu bara pada proses pembakaran di pabrik industri semen dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

“Fasilitas RDF Jeruk Legi, sebuah langkah sinergis untuk bersama-sama berbagi peranan dalam mengatasi masalah sampah kemasan plastik di bagian hilir pengolahan sampah,” ujar Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia Tbk Nurdiana Darus.

Sejak November 2020, Unilever berkomitmen membantu Pemerintah Daerah Cilacap untuk meningkatkan kapasitas sampah terolah fasilitas RDF Jeruk Legi dari semula sebanyak 120 ton/hari di 2020 menjadi lebih dari 200 ton/hari dalam 5 tahun ke depan.

“Kami memanfatkan bahan bakar alternatif dari sampah yang dihasilkan dari fasilitas pengolahan sampah untuk membantu menjaga lingkungan agar tetap berkelanjutan serta menciptakan ekonomi sirkular,” jelas Direktur Manufaktur PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Lilik Unggul Raharjo.

Indonesia belum lama ini memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yakni pada 21 Februari 2021. Tanggal yang juga diingat sebagai peristiwa longsor dan ledakan di TPA Leuwigajah, Jawa Barat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, di wilayahnya pengelolaan sampah masih menjadi permasalahan utama.

“Saat ini banyak wilayah masih menggunakan metode penimbunan atau landfill, di mana lahan yang dibutuhkan sangat luas, proses pengurangan sampahnya lambat dan berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan,” jelas Ganjar.

Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, pengelolaan sampah yang lebih baik dan mampu meminimalisir efek samping sampah, menghasilkan output yang bermanfaat secara ekonomi sudah makin berkembang.

“Salah satunya adalah fasilitas RDF Jeruk Legi,” kata Ganjar. [MER]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories