UMNO Ogah Masuk Koalisi Muhyiddin Lagi .

Partai politik terbesar di Malaysia, United Malays National Organisation (UMNO), menyatakan tidak sudi lagi bekerja sama dengan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dalam pemilu berikutnya.

Saat ini UMNO bersama koalisi Barisan Nasional  bergabung dalam Perikatan Nasional pimpinan Muhyiddin. Keputusan UMNO ini, membuat koalisi pemerintahan Muhyiddin yang baru berjalan selama 13 bulan ini kian renggang.

UMNO telah menjadi kelompok terbesar dalam aliansi pemerintah Muhyiddin, Perikatan Nasional. Namun, beberapa pucuk pimpinan UMNO tidak suka jika partainya menjadi “pemain” kedua di pemerintahan.

Mereka pun menyerukan pemilu dini, yang seharusnya baru dilaksanakan pada 2023. Di bawah tekanan dari UMNO, Muhyiddin mengatakan pada awal tahun ini, dia akan segera mengadakan pemilu, jika kondisi darurat pandemi Covid-19 sudah dicabut.

UMNO sendiri dikabarkan membuka peluang untuk bekerja sama dengan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Namun, pekan lalu Anwar mengatakan, belum ada kesepakatan atau kesepahaman formal antara partainya, PKR, dengan UMNO, meski diskusi antara para pemimpin kedua partai telah terjadi.

Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi menyatakan, partainya memutuskan akan bertarung di bawah payung koalisi Barisan Nasional pada pemilu mendatang. Namun, UMNO tidak bekerja sama dengan partai apapun.

“Kami tidak akan menjadi bagian dari Perikatan Nasional sebagai sebuah partai. Resolusi ini sudah final,” kata Zahid, dikutip dari Reuters, Minggu (28/3). Ahmad Zahid Hamidi sendiri mengaku belum mengetahui pasti jadwal pemilu. [DAY]

]]> .
Partai politik terbesar di Malaysia, United Malays National Organisation (UMNO), menyatakan tidak sudi lagi bekerja sama dengan Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin dalam pemilu berikutnya.

Saat ini UMNO bersama koalisi Barisan Nasional  bergabung dalam Perikatan Nasional pimpinan Muhyiddin. Keputusan UMNO ini, membuat koalisi pemerintahan Muhyiddin yang baru berjalan selama 13 bulan ini kian renggang.

UMNO telah menjadi kelompok terbesar dalam aliansi pemerintah Muhyiddin, Perikatan Nasional. Namun, beberapa pucuk pimpinan UMNO tidak suka jika partainya menjadi “pemain” kedua di pemerintahan.

Mereka pun menyerukan pemilu dini, yang seharusnya baru dilaksanakan pada 2023. Di bawah tekanan dari UMNO, Muhyiddin mengatakan pada awal tahun ini, dia akan segera mengadakan pemilu, jika kondisi darurat pandemi Covid-19 sudah dicabut.

UMNO sendiri dikabarkan membuka peluang untuk bekerja sama dengan pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Namun, pekan lalu Anwar mengatakan, belum ada kesepakatan atau kesepahaman formal antara partainya, PKR, dengan UMNO, meski diskusi antara para pemimpin kedua partai telah terjadi.

Presiden UMNO Ahmad Zahid Hamidi menyatakan, partainya memutuskan akan bertarung di bawah payung koalisi Barisan Nasional pada pemilu mendatang. Namun, UMNO tidak bekerja sama dengan partai apapun.

“Kami tidak akan menjadi bagian dari Perikatan Nasional sebagai sebuah partai. Resolusi ini sudah final,” kata Zahid, dikutip dari Reuters, Minggu (28/3). Ahmad Zahid Hamidi sendiri mengaku belum mengetahui pasti jadwal pemilu. [DAY]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories