Ubud Jadi Kawasan Prioritas Vaksinasi Massal Dan Pilot Project Zona Hijau

Tiga wilayah di Bali telah ditetapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beserta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sebagai pilot project zona hijau bebas Covid-19 untuk pelaksanaan program Free Covid Corridor (FCC). Program FCC yaitu bentuk zona sehat yang terbebas dari Covid-19, melalui program vaksinasi menyeluruh terhadap orang yang tinggal dan beraktivitas pada zona atau kawasan tersebut.

Ubud menjadi salah satu kawasan prioritas yang dipilih untuk lokasi penyelenggaraan vaksinasi massal sejak Senin (22/3). Pertimbangannya, Ubud menjadi salah satu wilayah yang menjadi pusat para wisatawan berlibur. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan di kawasan tersebut merupakan persiapan menyongsong dibukanya kembali kunjungan wisatawan. 

“Langkah awalnya, harus kita pastikan semua masyarakat sudah divaksin dan kita lakukan hari ini. Semua perusahaan swasta di Ubud juga sudah memiliki sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment), sehingga ke depan, ketika saatnya pariwisata dibuka, kita sudah siap untuk menerima kunjungan wisatawan,” papar Mahayastra, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (26/3).

Pelaksanaan vaksinasi massal di Ubud dilakukan dengan inovasi baru yang berbeda dengan wilayah lain, yaitu sistem banjar. Banjar merupakan pembagian wilayah administratif di Bali di bawah kelurahan atau desa, setingkat dengan RW.

“Sistem yang dilakukan ini melibatkan semua dinas atau organisasi perangkat daerah, seperti rumah sakit pemerintah maupun swasta. Semua pihak diajak berkontribusi, sehingga dapat mempermudah proses penyebaran vaksinasi,” tutur Mahayastra.

Vaksinasi massal berbasis banjar ini telah diberikan kepada 32.000 orang dari 47.000 orang yang telah didata. Rencananya, kata Mahayastra, vaksin tahap kedua akan diberikan setelah delapan pekan vaksin pertama.

“Desa-desa yang menjadi fokus pelaksanaan vaksin yaitu desa Kedewatan, Sayan, Petulu, dan Kelurahan Ubud dengan jumlah banjar mencapai 33 banjar. Vaksinasi massal sistem banjar menuju Ubud hijau dipastikan selesai dalam waktu 5 hari,” kata Mahayastra.

Inovasi yang dilakukan Pemkab Gianyar tersebut diapresiasi Gubernur Bali I Wayan Koster. Koster meyakini, manajemen vaksin berbasis banjar dengan melibatkan semua dinas atau organisasi perangkat daerah dapat mempercepat proses vaksinasi. 

“Saya berharap agar nantinya yang diterapkan Bupati Gianyar bisa dilakukan di kabupaten lainnya. Sehingga percepatan vaksinasi di Provinsi Bali, yang diprioritaskan oleh Presiden, dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan target yang ditentukan,” harapnya. [USU]

]]> Tiga wilayah di Bali telah ditetapkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin beserta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno sebagai pilot project zona hijau bebas Covid-19 untuk pelaksanaan program Free Covid Corridor (FCC). Program FCC yaitu bentuk zona sehat yang terbebas dari Covid-19, melalui program vaksinasi menyeluruh terhadap orang yang tinggal dan beraktivitas pada zona atau kawasan tersebut.

Ubud menjadi salah satu kawasan prioritas yang dipilih untuk lokasi penyelenggaraan vaksinasi massal sejak Senin (22/3). Pertimbangannya, Ubud menjadi salah satu wilayah yang menjadi pusat para wisatawan berlibur. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengungkapkan, vaksinasi yang dilakukan di kawasan tersebut merupakan persiapan menyongsong dibukanya kembali kunjungan wisatawan. 

“Langkah awalnya, harus kita pastikan semua masyarakat sudah divaksin dan kita lakukan hari ini. Semua perusahaan swasta di Ubud juga sudah memiliki sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment), sehingga ke depan, ketika saatnya pariwisata dibuka, kita sudah siap untuk menerima kunjungan wisatawan,” papar Mahayastra, dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (26/3).

Pelaksanaan vaksinasi massal di Ubud dilakukan dengan inovasi baru yang berbeda dengan wilayah lain, yaitu sistem banjar. Banjar merupakan pembagian wilayah administratif di Bali di bawah kelurahan atau desa, setingkat dengan RW.

“Sistem yang dilakukan ini melibatkan semua dinas atau organisasi perangkat daerah, seperti rumah sakit pemerintah maupun swasta. Semua pihak diajak berkontribusi, sehingga dapat mempermudah proses penyebaran vaksinasi,” tutur Mahayastra.

Vaksinasi massal berbasis banjar ini telah diberikan kepada 32.000 orang dari 47.000 orang yang telah didata. Rencananya, kata Mahayastra, vaksin tahap kedua akan diberikan setelah delapan pekan vaksin pertama.

“Desa-desa yang menjadi fokus pelaksanaan vaksin yaitu desa Kedewatan, Sayan, Petulu, dan Kelurahan Ubud dengan jumlah banjar mencapai 33 banjar. Vaksinasi massal sistem banjar menuju Ubud hijau dipastikan selesai dalam waktu 5 hari,” kata Mahayastra.

Inovasi yang dilakukan Pemkab Gianyar tersebut diapresiasi Gubernur Bali I Wayan Koster. Koster meyakini, manajemen vaksin berbasis banjar dengan melibatkan semua dinas atau organisasi perangkat daerah dapat mempercepat proses vaksinasi. 

“Saya berharap agar nantinya yang diterapkan Bupati Gianyar bisa dilakukan di kabupaten lainnya. Sehingga percepatan vaksinasi di Provinsi Bali, yang diprioritaskan oleh Presiden, dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan target yang ditentukan,” harapnya. [USU]
]]>.
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories