Turut Belasungkawa, AS Kutuk Serangan Gereja Katedral Di Makassar

Amerika Serikat turut prihatin dengan adanya serangan di Gereja Katedral di Makassar. AS menganggap serangan terhadap jemaat yang sedang beribadah mencederai toleransi dan penghormatan atas keberagaman yang dijunjung tinggi rakyat Indonesia.

“Amerika Serikat mengutuk keras serangan terhadap Gereja Katedral di Makassar. Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Indonesia dan kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” pernyataan resmi Kedutaan Besar AS (Kedubes AS) di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Seperti diketahui sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu 28 Maret 2021. Sejauh ini jumlah korban luka yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 15 orang. Sebanyak 13 di antaranya di rawat di RS Bhayangkari Makassar dan dua lainnya di RS Siloam.

“Dari 19 korban luka saat ini tinggal 15 orang. 4 lainnya diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan,” ungkap Kepala Divisi Humas/ Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan bahwa L sebagai terduga pelaku serangan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar punya kaitan dengan orang-orang yang melakukan serangan di Jolo, Filipina selatan.

“Kita tindak lanjuti dengan melaksanakan pemeriksaan DNA yang bersangkutan untuk bisa kita pertanggung jawabkan secara ilmiah, namun demikian hari ini untuk inisial pelaku saya kira kita sudah tuntas dan kita sedang kembangkan untuk mencari kelompok yang lain,” kata Kapolri. Ia mengatakan, pelaku bom bunuh diri yang tewas sebanyak dua orang terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. [MEL]

]]> Amerika Serikat turut prihatin dengan adanya serangan di Gereja Katedral di Makassar. AS menganggap serangan terhadap jemaat yang sedang beribadah mencederai toleransi dan penghormatan atas keberagaman yang dijunjung tinggi rakyat Indonesia.

“Amerika Serikat mengutuk keras serangan terhadap Gereja Katedral di Makassar. Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Indonesia dan kami mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” pernyataan resmi Kedutaan Besar AS (Kedubes AS) di Jakarta, Senin (29/3/2021).

Seperti diketahui sebuah ledakan bom bunuh diri terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu 28 Maret 2021. Sejauh ini jumlah korban luka yang masih dirawat di rumah sakit tinggal 15 orang. Sebanyak 13 di antaranya di rawat di RS Bhayangkari Makassar dan dua lainnya di RS Siloam.

“Dari 19 korban luka saat ini tinggal 15 orang. 4 lainnya diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan,” ungkap Kepala Divisi Humas/ Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, mengungkapkan bahwa L sebagai terduga pelaku serangan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar punya kaitan dengan orang-orang yang melakukan serangan di Jolo, Filipina selatan.

“Kita tindak lanjuti dengan melaksanakan pemeriksaan DNA yang bersangkutan untuk bisa kita pertanggung jawabkan secara ilmiah, namun demikian hari ini untuk inisial pelaku saya kira kita sudah tuntas dan kita sedang kembangkan untuk mencari kelompok yang lain,” kata Kapolri. Ia mengatakan, pelaku bom bunuh diri yang tewas sebanyak dua orang terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan. [MEL]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories