Tunaikan Janji Ke DPR, Dubes Herry Sudradjat Dirikan Pusat Budaya Di Mozambique

Duta Besar Indonesia di Mozambique, Herry Sudradjat, membuka secara resmi Pusat Kebudayaan Indonesia di Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Kota Maputo, Mozambique, Jumat (9/7). Acara pembukaan Pusat Budaya Indonesia tersebut yang dihadiri Dirjen Urusan Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Mozambique, Ismael Valigy. Acara diselenggarakan dengan undangan tamu yang sangat terbatas mengingat masa pandemi Covid-19 masih terjadi. 

Dalam kata sambutannya, menurut Dubes Herry Sudradjat, yang baru bertugas tujuh bulan, menerangkan, pendirian Pusat Budaya Indonesia di Mozambique ini merupakan pelunasan janjinya terhadap amanat yang diberikan Komisi I DPR, saat uji kelayakan dan kepatutan terhadap para calon Dubes, tahun lalu. “Pendirian Pusat Budaya Indonesia juga merupakan bagian dari acara dalam rangka memperingati 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Mozambique,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima RM.id, Jumat (9/7).

Dirjen Valigy menyambut baik didirikannya Pusat Budaya Indonesia di Mozambique. Dia berharap, pendirian ini akan lebih meningkatkan hubungan kedua negara ke depannya.  

Valigy optimis, hubungan Indonesia-Mozambique akan lebih meningkat lagi, apalagi dengan telah terbangunnya fondasi yang kuat dalam hubungan kedua negara. Khususnya di bidang ekonomi, dengan akan diberlakukannya Perjanjian Preferensi Perdagangan kedua negara.

Setelah pembukaan, semua tamu undangan diajak berkeliling di Pusat Budaya Indonesia yang diisi berbagai display. Termasuk batik, tenun ikat, miniatur garuda kencana, miniatur Candi Borobudur, dan foto foto tentang Indonesia. Para tamu undangan yang hadir juga disuguhi pertunjukan Tari Yapong yang dimainkan para remaja Mozambique yang telah belajar tari tradisional Indonesia selama beberapa bulan di KBRI.

Para tamu undangan yang hadir mengaku sangat terkesan dengan keseluruhan acara pembukaan Pusat Budaya Indonesia tersebut. Terutama saat mereka diajak berlatih angklung dengan memainkan lagu yang cukup populer berjudul ‘Amazing Grace‘. Salah seorang dari mereka mengira bahwa angklung hanya hiasan bambu. Mereka menyebut, alat musik sederhana itu dapat digunakan untuk memainkan sebuah lagu yang indah secara bersama-sama.

KBRI Maputo dalam keterangannya menyatakan, dengan secara resmi dibukanya Pusat Budaya Indonesia ini, masyarakat dan pelajar di Mozambique mendapatkan kesempatan untuk dapat memahami budaya Indonesia dan belajar seni serta musik tradisional Indonesia. Pada masa pandemi ini, kunjungan ke Pusat Budaya akan dibatasi jumlah per kedatangan pengunjungnya dan latihan tari dilakukan secara virtual. [USU]

]]> Duta Besar Indonesia di Mozambique, Herry Sudradjat, membuka secara resmi Pusat Kebudayaan Indonesia di Kantor Kedutaan Besar Indonesia di Kota Maputo, Mozambique, Jumat (9/7). Acara pembukaan Pusat Budaya Indonesia tersebut yang dihadiri Dirjen Urusan Asia dan Oseania Kementerian Luar Negeri Mozambique, Ismael Valigy. Acara diselenggarakan dengan undangan tamu yang sangat terbatas mengingat masa pandemi Covid-19 masih terjadi. 

Dalam kata sambutannya, menurut Dubes Herry Sudradjat, yang baru bertugas tujuh bulan, menerangkan, pendirian Pusat Budaya Indonesia di Mozambique ini merupakan pelunasan janjinya terhadap amanat yang diberikan Komisi I DPR, saat uji kelayakan dan kepatutan terhadap para calon Dubes, tahun lalu. “Pendirian Pusat Budaya Indonesia juga merupakan bagian dari acara dalam rangka memperingati 30 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Mozambique,” ucapnya, dalam keterangan yang diterima RM.id, Jumat (9/7).

Dirjen Valigy menyambut baik didirikannya Pusat Budaya Indonesia di Mozambique. Dia berharap, pendirian ini akan lebih meningkatkan hubungan kedua negara ke depannya.  

Valigy optimis, hubungan Indonesia-Mozambique akan lebih meningkat lagi, apalagi dengan telah terbangunnya fondasi yang kuat dalam hubungan kedua negara. Khususnya di bidang ekonomi, dengan akan diberlakukannya Perjanjian Preferensi Perdagangan kedua negara.

Setelah pembukaan, semua tamu undangan diajak berkeliling di Pusat Budaya Indonesia yang diisi berbagai display. Termasuk batik, tenun ikat, miniatur garuda kencana, miniatur Candi Borobudur, dan foto foto tentang Indonesia. Para tamu undangan yang hadir juga disuguhi pertunjukan Tari Yapong yang dimainkan para remaja Mozambique yang telah belajar tari tradisional Indonesia selama beberapa bulan di KBRI.

Para tamu undangan yang hadir mengaku sangat terkesan dengan keseluruhan acara pembukaan Pusat Budaya Indonesia tersebut. Terutama saat mereka diajak berlatih angklung dengan memainkan lagu yang cukup populer berjudul ‘Amazing Grace’. Salah seorang dari mereka mengira bahwa angklung hanya hiasan bambu. Mereka menyebut, alat musik sederhana itu dapat digunakan untuk memainkan sebuah lagu yang indah secara bersama-sama.

KBRI Maputo dalam keterangannya menyatakan, dengan secara resmi dibukanya Pusat Budaya Indonesia ini, masyarakat dan pelajar di Mozambique mendapatkan kesempatan untuk dapat memahami budaya Indonesia dan belajar seni serta musik tradisional Indonesia. Pada masa pandemi ini, kunjungan ke Pusat Budaya akan dibatasi jumlah per kedatangan pengunjungnya dan latihan tari dilakukan secara virtual. [USU]
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories