Tugas Pranata Humas: Bikin Gelaran G20 Mengena Di Hati Rakyat

Untuk mendukung gelaran Presidensi G20, Sumber Daya Manusia (SDM) bidang komunikasi publik dituntut harus memiliki kecakapan dalam menyusun strategi komunikasi sesuai kewenangan instansi masing-masing.

Hal itu sampaikan Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Hasyim Gautama saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Kebijakan Sub Urusan Informasi dan Komunikasi Publik: Penyusunan Strategi Komunikasi Publik, di Surabaya, Selasa, (7/6).

Hasyim mengatakan, ketersediaan informasi dan akses yang semakin mudah dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi di dunia saat ini, diibaratkan pedang bermata dua.

“Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan informasi dan komunikasi publik, khususnya pranata humas untuk lebih proaktif dan kreatif, dalam mengkomunikasikan berbagai kebijakan dan program pemerintah kepada publik,” tegasnya dalam keterangan resminya, Rabu (8/6).

Menurutnya, pranata humas dapat membuat konten agar istilah-istilah asing ini bisa mengena di telinga masyarakat dan mudah dipahami.

“Pranata humas harus dapat berpikir kreatif agar dapat menjangkau, melibatkan, dan membuat masyarakat merasa G20 adalah milik mereka juga,” tutur Hasyim.

Dia pun menekankan perlunya membangun persamaan persepsi lintas humas Pemerintah Pusat dan daerah se-Indonesia untuk menggaungkan isu-isu krusial yang tercakup dalam Presidensi G20.

Lalu, mengorkestrasi agenda komunikasi publik nasional agar visi utama Presidensi G20 tercapai.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Hudiyono mengatakan, perlu adanya kesadaran bersama di kalangan pranata humas dalam menerapkan strategi komunikasi yang baik sebagai salah satu instrumen untuk mendukung implementasi kebijakan yang efektif.

“Kebijakan yang telah dirumuskan pemerintah sebaik apapun, tidak akan berhasil tanpa didukung pranata humas melalui komunikasi kebijakan yang baik dan efektif,” ingatnya.

Menurutnya, salah satu bentuk dukungan tercapainya komunikasi kebijakan yang baik dan efektif adalah dengan memberdayakan rekan-rekan pejabat fungsional, terutama pranata humas yang ada di tiap-tiap institusi pemerintahan.

Apalagi, kata Hudiyono, pranata humas sebagai government public relation memiliki peran yang penting bagi pemerintahan.

“Untuk itu pranata humas harus dapat memposisikan peran dan fungsi strategis dalam organisasi agar mampu mengaktualisasikan dirinya pada tatanan fungsi manajemen strategis selaku ujung tombak dalam komunikasi kebijakan kepada masyarakat,” imbau Hudiyono.

 

Sementara itu, praktisi kehumasan Fardila Astari mengungkapkan, berbagai masalah yang kerap dihadapi pranata humas ketika mengembangkan strategi komunikasi publik.

Antara lain, masih banyak yang belum memahami korelasi antara tujuan komunikasi dengan tujuan organisasi, sehingga tujuan komunikasi publik tidak mendukung tujuan organisasi.

“Jadi nggak nyambung antara tujuan organisasi dengan tujuan komunikasi, malah agak bertolak belakang,” terangnya. ■

]]> Untuk mendukung gelaran Presidensi G20, Sumber Daya Manusia (SDM) bidang komunikasi publik dituntut harus memiliki kecakapan dalam menyusun strategi komunikasi sesuai kewenangan instansi masing-masing.

Hal itu sampaikan Direktur Tata Kelola dan Kemitraan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Hasyim Gautama saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaksanaan Kebijakan Sub Urusan Informasi dan Komunikasi Publik: Penyusunan Strategi Komunikasi Publik, di Surabaya, Selasa, (7/6).

Hasyim mengatakan, ketersediaan informasi dan akses yang semakin mudah dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi di dunia saat ini, diibaratkan pedang bermata dua.

“Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelolaan informasi dan komunikasi publik, khususnya pranata humas untuk lebih proaktif dan kreatif, dalam mengkomunikasikan berbagai kebijakan dan program pemerintah kepada publik,” tegasnya dalam keterangan resminya, Rabu (8/6).

Menurutnya, pranata humas dapat membuat konten agar istilah-istilah asing ini bisa mengena di telinga masyarakat dan mudah dipahami.

“Pranata humas harus dapat berpikir kreatif agar dapat menjangkau, melibatkan, dan membuat masyarakat merasa G20 adalah milik mereka juga,” tutur Hasyim.

Dia pun menekankan perlunya membangun persamaan persepsi lintas humas Pemerintah Pusat dan daerah se-Indonesia untuk menggaungkan isu-isu krusial yang tercakup dalam Presidensi G20.

Lalu, mengorkestrasi agenda komunikasi publik nasional agar visi utama Presidensi G20 tercapai.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Hudiyono mengatakan, perlu adanya kesadaran bersama di kalangan pranata humas dalam menerapkan strategi komunikasi yang baik sebagai salah satu instrumen untuk mendukung implementasi kebijakan yang efektif.

“Kebijakan yang telah dirumuskan pemerintah sebaik apapun, tidak akan berhasil tanpa didukung pranata humas melalui komunikasi kebijakan yang baik dan efektif,” ingatnya.

Menurutnya, salah satu bentuk dukungan tercapainya komunikasi kebijakan yang baik dan efektif adalah dengan memberdayakan rekan-rekan pejabat fungsional, terutama pranata humas yang ada di tiap-tiap institusi pemerintahan.

Apalagi, kata Hudiyono, pranata humas sebagai government public relation memiliki peran yang penting bagi pemerintahan.

“Untuk itu pranata humas harus dapat memposisikan peran dan fungsi strategis dalam organisasi agar mampu mengaktualisasikan dirinya pada tatanan fungsi manajemen strategis selaku ujung tombak dalam komunikasi kebijakan kepada masyarakat,” imbau Hudiyono.

 

Sementara itu, praktisi kehumasan Fardila Astari mengungkapkan, berbagai masalah yang kerap dihadapi pranata humas ketika mengembangkan strategi komunikasi publik.

Antara lain, masih banyak yang belum memahami korelasi antara tujuan komunikasi dengan tujuan organisasi, sehingga tujuan komunikasi publik tidak mendukung tujuan organisasi.

“Jadi nggak nyambung antara tujuan organisasi dengan tujuan komunikasi, malah agak bertolak belakang,” terangnya. ■
]]> . Sumber : Rakyat Merdeka – RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories