Tudingan Radikalisme Din Syamsuddin Gerindra Ledek Yang Melapor Masih Cetek Ilmunya .

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Kawendra Lukistian turut mengomentari pelaporan mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) atas tudingan radikal. Menurut Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) itu, hanya kelompok minim ilmu yang menuding Din radikal sedemikian rupa.

“Rasanya tudingan itu kurang tepat. Dan yang menuding (Din) kurang pemahaman serta pengetahuan,” kata Kawendra saat dimintai tanggapan oleh RM.id.

Dia lalu mengisahkan jasa Din saat mewakili Presiden Joko Widodo untuk dialog dan kerja sama antar agama dan peradaban di Istana Merdeka, beberapa tahun lalu.

“Jangan lupa tahun 2017 lalu, Prof Din Syamsudin pernah diamanatkan oleh Presiden Jokowi sebagai Utusan Khusus Presiden RI bidang Dialog Agama dan Peradaban,” ucapnya.

Karena itu dia yakin, masyarakat sudah cerdas dan paham kualitas serta kompetensi Din. “Kita sama-sama tahu bahwa beliau merupakan figur yang dikenal sebagai cendikiawan Muslim, yang aktif melakukan dialog agama dan perdamaian di dunia internasional. Itu jelas tidak bisa dinafikan,” bebernya.

Sebelumnya, Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) melaporkan Din Syamsuddin kepada Komisi Aparat Sipil Negara (KASN) dengan tuduhan radikal, anti-Pancasila dan anti-NKRI. UMM

]]> .
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Kawendra Lukistian turut mengomentari pelaporan mantan Ketua Umum Muhammadiyah, Din Syamsuddin ke Komite Aparatur Sipil Negara (KASN) atas tudingan radikal. Menurut Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) itu, hanya kelompok minim ilmu yang menuding Din radikal sedemikian rupa.

“Rasanya tudingan itu kurang tepat. Dan yang menuding (Din) kurang pemahaman serta pengetahuan,” kata Kawendra saat dimintai tanggapan oleh RM.id.

Dia lalu mengisahkan jasa Din saat mewakili Presiden Joko Widodo untuk dialog dan kerja sama antar agama dan peradaban di Istana Merdeka, beberapa tahun lalu.

“Jangan lupa tahun 2017 lalu, Prof Din Syamsudin pernah diamanatkan oleh Presiden Jokowi sebagai Utusan Khusus Presiden RI bidang Dialog Agama dan Peradaban,” ucapnya.

Karena itu dia yakin, masyarakat sudah cerdas dan paham kualitas serta kompetensi Din. “Kita sama-sama tahu bahwa beliau merupakan figur yang dikenal sebagai cendikiawan Muslim, yang aktif melakukan dialog agama dan perdamaian di dunia internasional. Itu jelas tidak bisa dinafikan,” bebernya.

Sebelumnya, Gerakan Anti Radikalisme Alumni Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) melaporkan Din Syamsuddin kepada Komisi Aparat Sipil Negara (KASN) dengan tuduhan radikal, anti-Pancasila dan anti-NKRI. UMM
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Categories