Trafik Penerbangan Menciut Bandara I Gusti Ngurah Rai Pangkas Jam Operasional .

Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali mengubah jam operasional mulai Kamis (18/2), dari sebelumya 16 jam menjadi 13 jam. Ini karena trafik penerbangan yang mengalami penurunan.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Herry AY Sikado menuturkan, kebijakan ini telah disetujui melalui Nomor Notice To Airmen (NOTAM) A0363/21 tentang Perubahan Waktu Operasional Bandara. Dan melalui rapat bersama pihak terkait di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Keputusan perubahan jam operasional tersebut dari pukul 07.00-23.00 Wita menjadi 07.00-20.00.

“Kami mengambil langkah optimalisasi jam operasional. Tingkat pergerakan pesawat udara per jam 10-14 pesawat udara existing yang bisa dioptimalkan. Kapasitas yang kami miliki bisa melayani 18 pesawat udara per jam,” kata Herry dalam keterangannya, Jumat (18/2). 

Sebelumnya, Angkasa Pura I mengungkapkan trafik jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai anjlok 74,2% sepanjang 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya (yoy), menjadi 6.238.774 penumpang. Perubahan jam operasional tersebut masih optional alias bisa diperpanjang maupun diperpendek, sesuai kondisi trafik penerbangan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

Dalam perubahan jam operasional itu, dia mengaku sudah melakukan koordinasi kepada pihak terkait, terutama maskapai, agar segera menyesuaikan jam operasional yang ada di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Selain itu maskapai juga harus menginformasikan kepada calon penumpang jika ada dampak perubahan jam operasional,” jelas Herry. [EFI]

]]> .
Bandar Udara (Bandara) Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali mengubah jam operasional mulai Kamis (18/2), dari sebelumya 16 jam menjadi 13 jam. Ini karena trafik penerbangan yang mengalami penurunan.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Herry AY Sikado menuturkan, kebijakan ini telah disetujui melalui Nomor Notice To Airmen (NOTAM) A0363/21 tentang Perubahan Waktu Operasional Bandara. Dan melalui rapat bersama pihak terkait di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Keputusan perubahan jam operasional tersebut dari pukul 07.00-23.00 Wita menjadi 07.00-20.00.

“Kami mengambil langkah optimalisasi jam operasional. Tingkat pergerakan pesawat udara per jam 10-14 pesawat udara existing yang bisa dioptimalkan. Kapasitas yang kami miliki bisa melayani 18 pesawat udara per jam,” kata Herry dalam keterangannya, Jumat (18/2). 

Sebelumnya, Angkasa Pura I mengungkapkan trafik jumlah penumpang di Bandara Ngurah Rai anjlok 74,2% sepanjang 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya (yoy), menjadi 6.238.774 penumpang. Perubahan jam operasional tersebut masih optional alias bisa diperpanjang maupun diperpendek, sesuai kondisi trafik penerbangan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. 

Dalam perubahan jam operasional itu, dia mengaku sudah melakukan koordinasi kepada pihak terkait, terutama maskapai, agar segera menyesuaikan jam operasional yang ada di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai. “Selain itu maskapai juga harus menginformasikan kepada calon penumpang jika ada dampak perubahan jam operasional,” jelas Herry. [EFI]
]]> .
Sumber : Rakyat Merdeka RM.ID .

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Categories